Disingkirkan Real Madrid Lagi di Liga Champions, Guardiola: Man City Akan Kembali Lebih Kuat

Usai tersingkir dari Real Madrid di Liga Champions, Pep Guardiola menyoroti kelemahan Man City dan janjikan kebangkitan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Maret 2026, 07:40 WIB
Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tetap menunjukkan optimisme meski langkah tim asuhannya di Liga Champions kembali terhenti oleh Real Madrid.

Guardiola menegaskan timnya akan kembali lebih kuat musim depan, setelah untuk keempat kalinya dalam lima tahun terakhir disingkirkan oleh klub asal Spanyol tersebut.

Advertisement

Man City memang sudah berada dalam posisi sulit sejak leg pertama babak 16 besar di Santiago Bernabeu, usai kalah 0-3.

Situasi makin rumit saat laga leg kedua baru berjalan 20 menit, ketika kapten Bernardo Silva dikartu merah akibat menghentikan tembakan Vinicius Junior dengan sikunya di garis gawang. Vinicius kemudian sukses mengeksekusi penalti.

Erling Haaland sempat memperkecil ketertinggalan, gol pertamanya sejak 17 Februari. Hanya, meski tampil cukup solid, Man City tak mampu membalikkan keadaan.

"Mereka selalu menunjukkan semangat," ujar Guardiola.

"Setelah 3-0, lalu menjadi 4-0 dan bermain 10 melawan 11, itu hampir mustahil. Tapi, masa depan akan cerah dan musim depan kami akan kembali," ujar Guardiola.


Selalu Ada Tantangan

Manchester City kembali tampil menekan pada awal babak kedua. Tampak dalam foto, gelandang Manchester City asal Portugal, Bernardo Silva (kiri), mengamati bola selama pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Etihad Stadium, barat laut Inggris, pada Selasa 17 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu (18/3) dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Pelatih asal Spanyol itu juga menyinggung proses adaptasi dalam timnya yang kini dihuni banyak pemain baru.

"Kami belajar, banyak pemain yang baru… tapi, dalam olahraga, selalu ada tantangan. Kami pulang dengan perasaan tidak bisa memainkan pertandingan yang semestinya, 10 melawan 11, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi," imbuhnya.

Guardiola mengakui keunggulan Madrid dalam duel ini.

"Hari ini, agregat 5-1, kami ucapkan selamat untuk Madrid, tetapi saya menyukai cara kami memulai pertandingan dan ingin melihat laga berjalan 11 lawan 11. Namun, dalam sepak bola, hal seperti ini bisa terjadi. Madrid adalah tim luar biasa yang akan menghukum Anda ketika melakukan kesalahan," lanjut mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu.


Harus Segera Bangkit

Sementara, tim racikan Pep Guardiola menelan pil pahit tersingkir dari Liga Champions 2025/2026. Tampak dalam foto, ekspresi striker Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland, setelah timnya kebobolan gol saat pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Etihad Stadium, barat laut Inggris, pada Selasa 17 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu (18/3) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Setelah hasil imbang yang mengecewakan melawan West Ham United di liga, diapit dua kekalahan dari Madrid, Man City kini harus segera bangkit untuk menghadapi final Carabao Cup melawan Arsenal, akhir pekan ini.

Guardiola juga secara terbuka mengakui timnya belum mencapai level ideal.

"Ketika kami tersingkir dari Liga Champions dan melihat posisi kami di Premier League, kami masih belum menjadi tim yang komplet. Itu kenyataannya, saya tidak akan menyangkal," katanya.

"Saya pernah berada di Manchester City saat kami benar-benar menjadi tim dalam semua aspek, dan saat ini kami belum sampai ke sana. Tapi, kami masih punya final hari Minggu, lalu perempat final Piala FA melawan Liverpool, serta Premier League yang masih harus diperjuangkan dan diselesaikan dengan baik," katanya lagi.


Fokus ke Depan

The Citizens baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-41 lewat aksi Erling Haaland. Skor pertandingan berubah imbang 1-1 dan bertahan hingga turun minum. Tampak dalam foto, striker Norwegia Manchester City, Erling Haaland (kanan) merayakan gol penyama kedudukan bersama gelandang Portugal Manchester City, Matheus Nunes (kiri) dan gelandang Prancis Manchester City Rayan Cherki selama pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Etihad Stadium, barat laut Inggris, pada Selasa 17 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu (18/3) dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Ia juga menegaskan fokus ke depan, termasuk perencanaan untuk musim berikutnya.

"Kami harus menyiapkan keputusan yang tepat untuk musim depan, dan musim depan kami akan kembali ke Liga Champions. Itu yang harus kami lakukan."

Pernyataan Guardiola soal "musim depan" turut memicu spekulasi soal masa depannya, mengingat kontraknya hanya tersisa satu tahun.

Saat ditanya apakah itu berarti ia akan tetap bertahan, Guardiola menjawab tegas.

"Saya mengatakan 'kami akan kembali', karena saya bagian dari itu. Seperti saat di Barcelona dan Bayern Munich, ketika saya di sana, saya bagian dari tim tersebut," jawab Guardiola.

"Saya sangat terikat dengan klub ini, dengan organisasi ini, karena sudah satu dekade bersama. Ketika saya mengatakan 'kami', itu karena saya bagian dari itu," jelasnya.

 

Sumber: RTE

Berita Terkait