Bola.com, Jakarta - Nama Luke Riley perlahan mulai mencuri perhatian di panggung MMA dunia, terutama setelah petarung asal Inggris itu membuka kariernya di UFC dengan catatan tak terkalahkan.
Di usia 26 tahun, Riley membawa cerita sederhana tentang awal perjalanan yang justru menjadi fondasi kuat menuju level tertinggi. Riley mengungkapkan bahwa perjalanannya di dunia seni bela diri dimulai sejak usia delapan tahun, saat ibunya mengajaknya ke sebuah gym tanpa alasan khusus.
Dari sana, ia mengenal Muay Thai, Thai boxing, hingga tinju amatir sebelum akhirnya beralih ke MMA sebagai jalur profesional yang ia tekuni saat ini.
"Saya mulai sejak usia delapan tahun, tidak ada alasan khusus, ibu saya hanya mengajak saya ke gym suatu hari dan dari situ saya mulai dengan Muay Thai, Thai boxing, lalu tinju amatir, dan sekarang ke bidang yang saya jalani saat ini, MMA," ujar Riley dalam wawancara eksklusifnya bersama Bola.com.
"Saya bisa dibilang yang pertama dari jenis saya, tidak ada keluarga yang berlatar belakang olahraga atau petarung, jadi semua berkat ibu saya yang membawa saya ke gym dan saya berterima kasih kepadanya setiap hari," jelasnya.
Esensi Sejati Duel Antarpetarung
Ketertarikan Riley terhadap MMA muncul dari keunikan olahraga tersebut yang menggabungkan berbagai disiplin bela diri dalam satu arena. Dia menilai MMA sebagai bentuk pertarungan paling mendekati esensi sejati duel antarpetarung.
"Saya jatuh cinta dengan MMA karena apa adanya, seni bela diri campuran, bagaimana setiap seni digabungkan, itulah yang sangat saya suka," ucap Riley.
"Itu seperti definisi sejati dari pertarungan, pemenang dari pertarungan MMA adalah orangnya, dialah jagonya, jadi tidak ada batasan, biarkan petarung terbaik yang menang," imbuhnya.
Dalam perjalanan karier profesionalnya sejak 2021, Riley sempat menghadapi sejumlah laga berat, termasuk saat bertarung di Cage Warriors melawan Alexander Loof. Pertarungan tersebut menjadi satu di antara ujian tersulit yang pernah ia alami di oktagon.
"Pertarungan terberat saya adalah saat melawan Alexander Loof, dia menjatuhkan saya dengan keras dan hampir membuat saya KO, tetapi saya melewati banyak kesulitan dan akhirnya menghentikannya di ronde ketiga," ungkap Riley.
Persiapan Lawan Michael Aswell Jr
Kini, Riley bersiap menghadapi pertarungan berikutnya melawan Michael Aswell Jr. dalam laga kelas bulu yang dijadwalkan berlangsung di 02 Arena, London, pada Minggu (22/3/2026). Pertarungan ini menjadi momentum penting karena berlangsung di depan publik tuan rumah yang akan mendukungnya.
"Michael Aswell, dia masih muda seperti saya, dia tangguh dan siap bertarung. Tetapi saya sudah mengatakan dia akan terlalu lambat, saya jauh lebih cepat, lebih tajam, lebih eksplosif, dan lebih cerdas," kata Riley.
"Di mana pun pertarungan ini berlangsung, dia tidak bisa menang, saya satu level di atasnya. Tetapi dia tetap petarung yang bagus dan akan datang untuk bertarung. Jadi kita lihat saja nanti," terangnya.
Rekor Sempurna 12-0
Riley saat ini memegang rekor sempurna 12 kemenangan tanpa kekalahan, dengan sembilan di antaranya diraih lewat KO dan empat kemenangan selesai di ronde pertama. Dia juga mencatat debut impresif diUFC Fight Night pada 22 November 2025 dengan kemenangan KO atas Bogdan Grad dalam waktu 30 detik ronde kedua.
Selain itu, Riley sempat dijadwalkan tampil di Dana White's Contender Series untuk menghadapi Kevin Vallejos, namun laga tersebut batal terlaksana akibat kendala visa. Meski demikian, rekam jejaknya di kancah profesional tetap menunjukkan konsistensi performa sejak awal karier.
Dengan awal karier UFC yang menjanjikan, Riley menegaskan ambisinya untuk mencapai puncak divisi kelas bulu. Dia menyatakan keyakinannya untuk menjadi juara tanpa keraguan dalam perjalanan kariernya ke depan.
"Jika saya tidak berpikir bisa mencapai puncak, saya tidak akan bertarung sekarang. Saya akan bertarung untuk sabuk dan memenangkan gelar seratus persen. Saya akan menjadi juara kelas 145 tanpa keraguan," papar Riley.
"Untuk lawan, Kevin Vallejos adalah yang ingin saya hadapi, saya akan menjatuhkannya KO," ungkapnya.