Sudah Dapat Kompensasi Rp2,5 Miliar, Barcelona Tetap Akan Gugat FIFA karena Raphinha Cedera saat Membela Timnas

Barcelona dikabarkan siap mengambil langkah resmi dengan melayangkan protes kepada FIFA sebagai bentuk ketidakpuasan atas situasi tersebut.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 30 Maret 2026, 06:15 WIB
Raphinha melepaskan tembakan dalam laga uji coba internasional antara Brasil vs Prancis di Gillette Stadium, Massachusetts, 27 Maret 2026. (AP Photo/Charles Krupa)

Bola.com, Jakarta - FC Barcelona tengah dilanda kekhawatiran serius menjelang fase krusial musim ini. Bukan tanpa alasan, klub raksasa Catalan itu harus kehilangan salah satu pemain kuncinya, Raphinha, akibat cedera saat menjalani tugas internasional.

Winger asal Brasil tersebut mengalami cedera hamstring kanan usai membela negaranya dalam laga uji coba melawan Prancis di Foxborough. Dalam pertandingan itu, Brasil kalah 1-2, namun dampak terbesar justru dirasakan Barcelona.

Advertisement

Tim medis klub mengonfirmasi bahwa Raphinha harus menepi sekitar lima pekan. Situasi ini langsung memicu kemarahan internal klub, mengingat cedera terjadi dalam laga non-kompetitif yang digelar jauh dari Spanyol.

Barcelona pun dikabarkan siap mengambil langkah resmi dengan melayangkan protes kepada FIFA sebagai bentuk ketidakpuasan atas situasi tersebut.

 


Kompensasi Ada, Tapi Dianggap Tak Sebanding

Eksekusi penalti Raphinha pada menit ke-38 membuka keunggulan Brasil atas Peru. (NELSON ALMEIDA/AFP)

Secara regulasi, Barcelona memang berhak mendapatkan kompensasi melalui program FIFA Club Protection Programme. Skema ini memberikan ganti rugi kepada klub jika pemain mengalami cedera saat membela tim nasional dan absen lebih dari 28 hari.

Dengan estimasi absen sekitar lima pekan, Barcelona diperkirakan akan menerima kompensasi sekitar €144.000 atau setara Rp2,5 miliar.

Namun, nominal tersebut dinilai jauh dari cukup oleh manajemen klub. Kehilangan pemain kunci di fase penting musim dianggap tidak bisa digantikan hanya dengan kompensasi finansial.

Bagi Barcelona, dampak olahraga jauh lebih besar dibandingkan nilai uang yang diterima.

 


Pukulan Telak Jelang Jadwal Padat

Selebrasi penyerang Barcelona, Raphinha usai membobol gawang Villarreal, Minggu (21/12/2025) (AP Photo/Alberto Saiz)

Cedera Raphinha datang di waktu yang sangat tidak ideal bagi pelatih Hansi Flick. Sang pemain merupakan salah satu motor serangan utama tim musim ini.

Performa Raphinha tengah berada di puncak. Ia sempat mencetak hat-trick ke gawang Sevilla dan memborong dua gol dalam kemenangan telak 7-2 atas Newcastle United sebelum jeda internasional.

Kehilangan pemain berusia 29 tahun itu membuat lini depan Barcelona kehilangan kecepatan, kreativitas, dan ketajaman yang selama ini menjadi pembeda.

Flick kini dipaksa memutar otak untuk menjaga performa tim di tengah jadwal padat sepanjang April.

 


Terancam Absen di Liga Champions

Dampak paling serius dari cedera ini adalah absennya Raphinha di ajang Liga Champions. Ia dipastikan melewatkan dua leg perempat final melawan Atletico Madrid yang dijadwalkan pada 8 dan 14 April.

Jika Barcelona berhasil melaju lebih jauh, Raphinha juga berpotensi absen pada leg pertama semifinal, bahkan kemungkinan hingga leg kedua.

Tak hanya itu, ia juga diprediksi melewatkan sekitar lima pertandingan penting La Liga, di saat Barcelona sedang berupaya mempertahankan posisi di puncak klasemen.

Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi ambisi Barcelona meraih gelar musim ini. Kini, selain berharap proses pemulihan berjalan cepat, mereka juga menanti respons FIFA atas langkah protes yang akan diajukan.


Persaingan di Liga Spanyol

Berita Terkait