Kata-Kata Bangga Pelatih Bosnia Herzegovina setelah Bekuk Italia dan Lolos ke Piala Dunia 2026

Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, langsung memuji karakter para pemainnya di balik keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 01 April 2026, 16:35 WIB
Kemenangan ini memastikan Bosnia dan Herzegovina yang dilatih Sergej Barbarez tampil di ajang tertinggi sepak bola dunia empat tahunan tersebut. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, diangkat tinggi-tinggi saat merayakan kemenangan adu penalti dalam pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa melawan Italia di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bola.com, Sarajevo - Rakyat Bosnia Herzegovina berpesta pora setelah timnas mereka memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 untuk kedua kali, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, langsung memuji karakter para pemainnya di balik keberhasilan tersebut.

Bosnia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas italia pada laga playoff. Kedua tim berbagi skor 1-1, sehingga laga harus diselesaikan melalui adu penalti. 

Advertisement

Saat adu tos-tosan, Italia tak kuasa menahan Bosnia. Mereka kalah dengan skor 1-3 dan mengubur impian lolos ke Piala Dunia 2026. Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia untuk tiga kali secara beruntun. 

Cerita sedih Italia berbanding dengan gegap gempita kegembiraan Bosnia Herzegovina. 

Setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Wales lewat adu penalti di semifinal pada pekan lalu, Bosnia kembali mengulang performa serupa untuk mengejutkan juara dunia empat kali tersebut. 

“Saya mengatakan kepada para pemain untuk masuk ke lapangan dan menikmati permainan,” kata Barbarez, seperti dikutip dari Reuters

“Saya belum pernah memulai atau mengakhiri pertandingan dengan setenang ini. Saya melihatnya di mata mereka, saya sangat menyukai mereka, mereka adalah pemain dengan karakter.”

“Kami punya pemain yang membuat kami bangga, kami bahkan dua tahun lebih cepat dari rencana. Sekarang saya katakan kepada mereka bahwa kami harus tampil di turnamen besar setiap dua tahun," imbuh Barbarez. 


Bangkit dan Menang

Para pemain Timnas Bosnia Herzegovina memprotes keputusan wasit Halil Umut Meler yang memberikan hadiah penalti kepada Portugal pada laga lanjutan Grup J Kualifikasi Euro 2024 di Stadion Bellino Polje, Selasa (17/10/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Armin Durgut)

Bosnia sempat tertinggal pada menit ke-15. Meski Italia harus bermain dengan 10 orang sebelum turun minum, tuan rumah baru mampu menyamakan kedudukan 11 menit jelang waktu normal berakhir.

“Di awal babak pertama kami mengalami beberapa masalah,” ujar Barbarez.

“Kami tidak terorganisir, posisi kami tidak tepat, dan kurang memperhatikan lawan. Itu sebabnya kami kebobolan dari serangan balik.”

“Namun melawan tim kelas dunia yang tetap bertahan dengan baik meski hanya 10 pemain, Anda bisa melihat kami percaya sejak awal," tutur Barbarez. 

 


Menangis Haru

Winger Bosnia berusia 18 tahun, Kerim Alajbegovic, sebelumnya mencetak penalti penentu saat melawan Wales. Namun, sang pelatih tidak langsung memainkannya sebagai starter kontra Italia, dan kembali menurunkannya dari bangku cadangan untuk mencetak gol dalam adu penalti.

“Pada akhirnya kami memutuskan bahwa kami membutuhkan Kerim sebagai rencana kedua,” jelas Barbarez.

“Dia baru 18 tahun, musim pertamanya di level senior. Kadang keputusan seperti ini penting. Dia memahami semuanya, saya sudah berbicara dengannya.”

Bek Bosnia, Nikola Katic, tak kuasa menahan emosi setelah kemenangan dramatis tersebut.

“Saya belum pernah menangis setelah pertandingan, saya sudah 29 tahun, tapi sekarang air mata itu keluar,” ujarnya.

“Kami menunjukkan semangat luar biasa dan menutupnya dengan sempurna dalam dua laga melawan lawan tangguh.”

“Besok semua orang akan lebih bahagia saat berangkat kerja. Saya sangat bangga. Saya gemetar, merinding. Saya berbicara, bahkan saya tidak tahu apa yang saya katakan.”   

Sumber: Reuters