Lamine Yamal Murka Laga Spanyol Vs Mesir Diwarnai Aksi Rasis Menghina Agama: Tidak Bisa Ditoleransi!

Laga uji coba antara Timnas Spanyol kontra Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, tercoreng aksi oknum suporter yang tidak terpuji.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 01 April 2026, 22:46 WIB
Lamine Yamal memperebutkan bola dengan Islam Issa dalam laga uji coba internasional antara Spanyol vs Mesir di Barcelona, 1 April 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Laga uji coba antara Timnas Spanyol kontra Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, tercoreng aksi oknum suporter yang tidak terpuji.

Winger muda andalan Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengecam keras nyanyian rasis dan Islamofobia yang menggema dalam laga uji coba tersebut.

Advertisement

Kepolisian Spanyol kini tengah melakukan investigasi serius terkait nyanyian Islamofobia dan xenofobia yang terdengar jelas sepanjang babak pertama di markas klub Espanyol tersebut.

Lamine Yamal, yang merupakan seorang Muslim, meluapkan kemarahannya melalui unggahan di Instagram pribadinya. Meski nyanyian tersebut ditujukan secara umum kepada Timnas Mesir, Yamal merasa nilai-nilai keyakinannya telah dilecehkan.

"Saya tahu (nyanyian) itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan secara pribadi kepada saya. Namun, sebagai seorang Muslim, hal itu tetap tidak terhormat dan tidak bisa ditoleransi," tulis pemain berusia 18 tahun tersebut.

Ia juga memberikan pesan menohok bagi para pelaku rasisme. "Menggunakan agama sebagai bahan ejekan di lapangan membuktikan bahwa Anda bodoh dan rasis. Sepak bola adalah untuk dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena identitas atau keyakinan mereka."

 

 

 

 


Amarah Pelatih Spanyol

Luis de la Fuente akan bekerja sebagai pelatih kepala Timnas Spanyol hingga 2028 setelah mereka bersepakat melakukan perpanjangan kontrak. (AFP/Miguel Riopa)

Aksi rasisme ini memicu gelombang kecaman dari internal Timnas Spanyol. Pelatih La Roja, Luis de la Fuente, menyebut perilaku tersebut sangat memuakkan.

 

"Orang-orang kasar menggunakan sepak bola untuk mencari ruang bagi diri mereka sendiri. Mereka harus disingkirkan dari masyarakat, diidentifikasi, dan dijauhkan sejauh mungkin dari stadion," tegas De la Fuente dengan nada geram.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga merilis pernyataan resmi yang mengutuk keras insiden tersebut. Mereka menegaskan posisi federasi yang berdiri tegak melawan segala bentuk rasisme dan kekerasan di dalam stadion.


Harusnya Berlangsung di Qatar

Dani Olmo mencoba melepas tembakan dalam laga uji coba internasional antara Spanyol vs Mesir di Barcelona, 1 April 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Laga ini sebenarnya dijadwalkan berlangsung di Qatar, namun harus dipindahkan ke Barcelona akibat situasi perang di Timur Tengah. Ironisnya, perpindahan ini justru memicu insiden kebencian di tanah sendiri.

Dalam laga ini, De la Fuente melakukan rotasi besar-besaran dengan melakukan 10 perubahan pemain dari laga sebelumnya saat menang 3-0 atas Serbia.

Lamine Yamal menjadi satu-satunya pemain yang tetap dipercaya menjadi starter. Di sisi lain, Timnas Mesir tampil tanpa sang bintang, Mohamed Salah, yang absen karena cedera.

Sumber: BBC 

Berita Terkait