Graham Arnold Tutup Media Sosial Pemain, Irak Siap Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026

Tutup media sosial pemain, Graham Arnold siapkan Irak jadi kuda hitam di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 April 2026, 10:45 WIB
Para pemain Irak merayakan kemenangan dan lolos ke Piala Dunia setelah pertandingan final babak play-off Piala Dunia 2026 antara Irak dan Bolivia di Estadio Monterrey pada 1 April 2026 di Guadalupe, Meksiko. (Azael Rodriguez/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, menegaskan ambisi besar timnya setelah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Ia bahkan mengambil langkah tegas dengan melarang para pemainnya mengakses media sosial demi menjaga fokus tim.

Irak memastikan lolos ke putaran final usai menundukkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam laga play-off antar-konfederasi yang digelar di Meksiko, Rabu waktu setempat.

Advertisement

Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun bagi Irak untuk kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Gol penentu kemenangan dicetak Aymen Hussein pada babak kedua, sekaligus memastikan Irak menjadi tim ke-48 atau yang terakhir lolos ke turnamen yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

 


Pengalaman kontra Prancis

Pemain Irak, Aymen Hussein, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bolivia dalam laga playoff antar-konfederasi Piala Dunia 2026 di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, Rabu (1/4/2026) siang WIB. Irak menjadi tim terakhir yang lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Bolivia. (AP Photo/Fernando Llano)

Irak sempat unggul cepat melalui gol Ali Al Hamadi pada menit ke-10 di Stadion Monterrey. Namun, Bolivia mampu menyamakan kedudukan sebelum turun minum lewat gol Moises Paniagua.

Arnold, yang sebelumnya membawa Australia menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar, kini mencatatkan sejarah sebagai pelatih Australia kedua yang mampu meloloskan dua tim berbeda ke putaran final Piala Dunia.

Ia pun mengingat kembali pengalamannya menghadapi Prancis pada edisi 2022.

"Sebelum memikirkan menghadapi Prancis, saya harus mengatakan bahwa saya pernah melawan mereka bersama Australia di Piala Dunia 2022. Kami kalah 1-4, tetapi pengalaman itu kami jadikan motivasi untuk mengalahkan Tunisia dan Denmark hingga mencapai babak 16 besar," kata Arnold.

 


Melarang Medsos

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (Dok. Timnas Irak)

Arnold juga mengakui situasi di kawasan Timur Tengah turut menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.

"Semua yang terjadi di Timur Tengah membuat segalanya sedikit lebih sulit," ujarnya.

Untuk menjaga konsentrasi para pemain, ia mengambil keputusan tegas.

"Saya melarang penggunaan media sosial sejak hari kami tiba di sini. Saya tidak ingin mereka memikirkan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah karena mereka harus fokus pada tugas kami di sini," ucapnya.

 


Kehormatan Besar

Selebrasi pemain Irak usai lolos ke Piala Dunia 2026 (AFP)

Menurut Arnold, lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan sebuah kehormatan besar bagi para pemain Irak.

"Irak tidak memiliki apa pun untuk dirugikan. Kami harus pergi ke Piala Dunia dengan mentalitas pemenang, itu satu-satunya cara untuk meraih sesuatu yang istimewa. Berbagi lapangan dengan pemain seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland adalah kehormatan besar bagi para pemain kami."

"Kami menghormati kemampuan mereka, tetapi kami akan turun ke lapangan untuk mencoba mengejutkan dunia dan menunjukkan sepak bola Irak di panggung global," lanjutnya.

Di putaran final nanti, Irak tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait