Bola.com, Jakarta - Pelatih legendaris Fabio Capello mengecam keras kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Dia menyebut kegagalan tersebut sebagai aib.
Mantan pelatih Real Madrid tersebut juga menyoroti fakta tidak ada satu pun pihak yang mengundurkan diri setelah kegagalan memalukan itu.
Kegagalan itu sangat pahit karena membuat Gli Azzurri tiga edisi beruntun tak berpartisipasi di Piala Dunia. Menurut Capello, kekalahan dari Bosnia and Herzegovina sebagai aib nasional dan mendesak seluruh pimpinan federasi untuk bertanggung jawab dan mundur.
Mantan pelatih Timnas Inggris, AC Milan, dan Real Madrid itu berbicara kepada media Spanyol Marca sesaat setelah kekalahan adu penalti pada Rabu (1/4/2026), malam di Zenica, tanpa berusaha meredam kritiknya.
“Saya tidak bisa tidur semalaman, saya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi,” ujar Capello.
“Kita berbicara tentang juara dunia empat kali. Ini adalah tragedi olahraga, sebuah aib. Ini adalah salah satu hal terburuk yang terjadi pada sepak bola Italia dalam sejarah modern.”
Sebut Presiden FIGC Paling Bertanggung Jawab
Capello juga mempertanyakan minimnya tanggung jawab dari para petinggi sepak bola Italia.
“Tidak ada yang mengundurkan diri, dan itu adalah hal yang paling mengkhawatirkan,” kata Capello.
“Orang pertama yang harus bertanggung jawab adalah presiden federasi, bersama seluruh jajaran pimpinan.”
Masalah Besar
Pria berusia 79 tahun itu menegaskan bahwa masalah yang dihadapi jauh lebih dalam daripada sekadar hasil buruk.
“Ini bukan hanya soal hasil, ini masalah struktural. Italia harus menemukan kembali jati dirinya," ujar Capello.
"Kita perlu mengumpulkan para ahli, menganalisis apa yang terjadi, dan memulai pembangunan ulang dari dasar. Akan sangat sulit untuk bangkit dari situasi ini, tetapi saya yakin ini bisa menjadi awal dari pembaruan yang nyata.”
Dengan Gabriele Gravina belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur di tengah tekanan yang semakin besar, pernyataan Capello menambah daftar panjang suara yang menyerukan perubahan besar dalam sepak bola Italia.
Sumber: Football Italia, Marca