Neymar Terancam Sanksi Berat Gara-Gara Ucapan Seksisme ke Wasit, Asa Tampil di Piala Dunia 2026 Makin Jauh

Neymar terancam hukuman 12 laga setelah ucapan kontroversialnya ke wasit. Mimpi tampil Piala Dunia 2026 pun di ujung tanduk.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 April 2026, 07:00 WIB
Seperti diketahui, Neymar telah lama absen membela Brasil sejak mengalami cedera lutut parah pada Oktober 2023. Meskipun begitu, ia merupakan pencetak gol terbanyak Selecao dengan 79 gol. (AFP/Nelson Almeida)

Bola.com, Jakarta - Peluang Neymar untuk kembali membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 kian terancam. Bintang berusia 34 tahun itu berpotensi mendapat hukuman larangan bermain hingga 12 pertandingan setelah melontarkan komentar kontroversial kepada wasit.

Insiden tersebut terjadi usai Santos meraih kemenangan 2-0 atas Remo, Jumat WIB kemarin. Meski timnya menang, Neymar tampak kesal setelah terlibat adu argumen dengan wasit Savio Pereira Sampaio.

Advertisement

Dalam pertandingan itu, Neymar menerima kartu kuning, yang merupakan kartu kuning ketiganya dalam empat laga. Itu membuatnya harus absen pada laga berikutnya melawan Flamengo.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada ucapannya setelah pertandingan, yang kini berpotensi berujung sanksi berat.


Komentar Seksisme

Neymar, dalam pertandingan Santos melawan Atletico-MG di Brasil Serie A Championship, Rabu (16-4-2025). (X @SantosFC)

Neymar merasa keputusan wasit tidak adil terhadapnya.

"Itu sangat tidak adil karena saya dilanggar dari belakang. Itu sangat tidak sportif, tidak perlu dilakukan, apalagi di akhir pertandingan. Dan itu bukan pertama kali, mungkin sudah ketiga atau keempat kalinya, jadi saya hanya mendekat untuk mengeluh dan langsung mendapat kartu," ujar Neymar.

Ia kemudian melontarkan pernyataan yang menuai kritik karena bernada seksisme.

"Bagaimanapun, Savio memang selalu seperti itu. Saya pikir dia bangun… (tertawa) bagaimana mengatakannya… bangun dalam keadaan sensitif (period, masa menstruasi) dan datang ke pertandingan seperti itu hari ini," katanya.


Terancam Hukuman Berat

Penyerang Santos, Neymar, berselebrasi di akhir pertandingan Brasileirao Serie A antara Santos melawan Cruzeiro di Stadion Urbano Caldeira, Santos, Senin (8/12/2025) WIB. (Miguel Schincariol / AFP)

Neymar juga menilai sang wasit ingin menjadi pusat perhatian.

"Dia tipe wasit yang ingin menjadi bintang pertandingan, sangat kurang menghormati semua pemain. Bukan hanya kepada saya, tetapi juga pemain Remo. Dia tidak mau berbicara, tidak mau berdialog," ucap Neymar.

"Hal seperti ini harus diperbaiki. Dia yang memimpin pertandingan, harus mengendalikan semuanya. Terkadang kami akan mengeluh, itu bagian dari sepak bola, bertanya dan mempertanyakan. Dia harus tahu bagaimana menyikapinya. Jika seperti ini, jadinya sangat tidak menyenangkan dan tidak menghormati," tutur mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut.

Komentar tersebut berpotensi membuat Neymar dijatuhi hukuman berat, bahkan hingga 12 pertandingan.

Jika itu terjadi, peluangnya untuk kembali masuk skuad Brasil akan makin tipis, terlebih pelatih Carlo Ancelotti kemungkinan besar tidak akan mempertimbangkannya dalam waktu dekat.


Insiden Serupa

Penyerang Santos, Neymar, berdoa di akhir pertandingan Brasileirao Serie A antara Santos melawan Cruzeiro di Stadion Urbano Caldeira, pada Senin (8/12/2025) WIB. (Miguel Schincariol / AFP)

Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di sepak bola Brasil.

Bek Red Bull Bragantino, Gustavo Marques, sempat dijatuhi hukuman larangan bermain selama 12 pertandingan setelah melontarkan komentar bernada seksisme kepada wasit wanita, Daiane Muniz.

"Saya pikir federasi harus melihat pertandingan sebesar ini dan tidak menunjuk wasit perempuan," ucap Marques saat itu.

"Dengan segala hormat kepada perempuan di seluruh dunia, saya punya istri, juga ibu, saya minta maaf jika ini terdengar buruk, tetapi saya tidak merasa dia memiliki kapasitas untuk memimpin pertandingan ini," imbuhnya.

Meski kemudian menyampaikan permintaan maaf, otoritas tetap menjatuhkan sanksi tegas atas ucapannya.

Kini, Neymar menghadapi situasi serupa. Jika hukuman berat benar-benar dijatuhkan, bukan hanya kariernya di level klub yang terdampak, tetapi juga peluangnya untuk kembali memperkuat Brasil di panggung terbesar dunia bisa benar-benar tertutup.

 

Sumber: Express

Berita Terkait