Bola.com, Jakarta - Persaingan di Peagadaian Championship 2025/2026 makin memasuki fase krusial. Saat ini, liga sepak bola level kedua di Indonesia itu menyisakan empat pertandingan.
Sejauh ini ada satu tim yang sudah dipastikan terdegradasi ke Liga Nusantara 2026/2027. Tim yang dimaksud adalah Sriwijaya FC.
Sriwijaya FC benar-benar amburadul di musim ini. Salah urus manajemen membuat persoalan finansial terus berlangsung. Akibatnya, Elang Andalas hanya mampu meraih 2 poin dari 23 pertandingan di sepanjang musim.
Sriwijaya FC dipastikan terdegradasi. Selain itu mereka juga dipastikan menjadi juru kunci Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026.
Sebuah catatan yang sangat memalukan bagi sebuah klub yang pernah mendominasi liga sepak bola level tertinggi di Indonesia.
Peluang Besar Duo "Yaksa"
Persaingan untuk mendapatkan tiket promosi di Grup A Pegadaian Championship 2025/2026 tidak seketat di Grup 2. Saat ini dua klub dengan unsur "Yaksa" cukup nyaman memimpin grup tersebut.
Adhiyaksa FC memimpin klasemen sementara dengan 44 poin dari 23 laga. Sementara itu Garudayaksa FC menempel dari posisi kedua dengan jarak dua poin.
Bekasi City, Sumsel United, dan Persiraja Banda Aceh masih memiliki peluang untuk mengejar meski berat. Ketiga tim itu sama-sama mengoleksi 37 poin.
Saling Sikut
Sementara itu di Grup 2 Pegadaian Championship 2025/2026 situasinya lebih rumit. Beberapa tim akan saling sikut untuk mengamankan tiket promosi hingga akhir musim.
PSS Sleman saat ini ada di posisi puncak klasemen sementara dengan 49 poin. Namun, Elang Jawa tak boleh lengah, sebab mereka hanya unggul tiga poin atas Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua.
Sementara Bariti Putera juga siap menyentak kapan saja. Tim berjulukan Laskar Antasari itu ada di posisi ketiga dengan torehan 45 poin.
Peluang Kendal Tornado yang berada di posisi keempat dengan 41 poin dan Persela Lamongan yang berada di posisi kelima dengan 36 poin juga tidak bisa ditutup begitu saja.
Mengenai Pegadaian Championship 2025/2026
Pegadaian Championship 2025/2026 memiliki format yang unik, yakni triple round-robin. Format itu memungkinkan semua kontestan memainkan 27 laga pada babak pendahuluan.
Dua penghuni punak klasemen akhir dari dua grup Pegadaian Championship 2025/2026 otomatis promosi ke BRI Super League 2026/2026.
Sementara penghuni kedua dari masing-masing grup akan bertarung dalam satu laga final playoff promosi.
Juru kunci dari masing-masing grup otomatis terjun ke Liga Nusantara 2026/2027. Sementara tim penghuni posisi kesembilan dari Grup 1 dan Grup 2 akan diadu untuk memperebutkan satu tiket bertahan di Pegadaian Championship.