Persija Jadi Klub Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak Kedua di BRI Super League, Kenapa Pemain Susah Jaga Emosi?

Di BRI Super League 2025/2026, Persija Jakarta identik dengan kartu merah. Sudah delapan kali pemain tim berjuluk Macan Kemayoran itu diusir wasit dari lapangan.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 07 April 2026, 16:15 WIB
Wasit Ko Hyung-jin memberikan kartu merah kepada pemain Persija Jakarta, Bruno Tubarao setelah melanggar pemain Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (11/01/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Di BRI Super League 2025/2026, Persija Jakarta identik dengan kartu merah. Sudah delapan kali pemain tim berjulukan Macan Kemayoran itu diusir wasit dari lapangan.

Persija menjadi klub dengan pengoleksi kartu merah terbanyak kedua hingga pekan ke-26. Armada Mauricio Souza itu hanya kalah satu perolehan dari Arema FC.

Advertisement

Delapan kartu merah yang diterima Persija berasal dari Jordi Amat dua kali, Bruno Tubarao, Fabio Calonego, Aditya Warman, Allano Lima, Rio Fahmi, dan Figo Dennis.

Terbaru, Jordi Amat mendapatkan dua kartu kuning yang berakhir kartu merah ketika Persija dikalahkan Bhayangkara FC 2-3 dalam pekan ke-26 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, pada Minggu (5/4/2026).

 


Allano Lima Peraih Kartu Kuning Terbanyak

Allano Lima cetak gol di laga Persija Jakarta vs Bhayangkara FC. (X Persija)

Saat Jordi Amat harus mandi lebih cepat, Persija sedang bermain imbang 1-1 dengan Bhayangkara FC. Tim ibu kota sempat unggul 2-1 sebelum tuan rumah comeback menjadi 3-2.

Manajemen Persija sudah berulang kali mengingatkan para pemainnya untuk menjaga emosi di lapangan karena kerap berujung dampak negatif kepada permainan dan hasil Macan Kemayoran.

Pemain Persija juga mendominasi kartu kuning. Allano Lima menjadi pemain terbanyak dengan menerima 12 kartu kuning. Jordi Amat dengan sepuluh kartu kuning sebagai pengoleksi ketiga tertinggi.


Memengaruhi Pencapaian Persija

Keadaan ini jelas menggambarkan bahwa para pemain Persija kerap bermain keras dan cenderung frustrasi di lapangan sehingga bisa dengan mudahnya mendapatkan kartu.

Emosi Rizky Ridho dkk. yang tidak stabil juga memengaruhi pencapaian Persija di musim ini, yang tertinggal makin jauh dengan persaingan gelar juara dari Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.

Persija kini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 52 poin dari 26 pertandingan. Macan Kemayoran terpaut enam angka dari Persib di sisa delapan laga.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait