9 Laga Tanpa Kemenangan, Pelatih PSBS Kritik Mental dan Identitas Tim: Imbas Gaji Belum Beres?

PSBS Biak masih terpuruk di BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 07 April 2026, 15:00 WIB
Pelatih PSS Sleman, Marian Mihail, memimpin latihan tim asuhannya. (Bola.com/Dok PSS Sleman)

Bola.com, Jakarta - PSBS Biak masih terpuruk di BRI Super League 2025/2026. Badai Pasifik kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 1-6 dari Bali United dalam pekan ke-26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (6/4/2026) malam WIB.

Hasil minor ini membuat PSBS tetap terbenam di dasar klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 26 pertandingan. Situasi makin pelik karena mereka juga tidak pernah menang dalam sembilan laga beruntun.

Advertisement

Pelatih PSBS, Marian Mihail, tak menampik timnya sedang dalam kondisi yang jauh dari ideal. Meski begitu, juru taktik asal Rumania itu masih melihat secercah harapan untuk keluar dari zona degradasi.

"Secara matematis kami masih punya peluang, kami harus berjuang sampai akhir. Tapi setelah pertandingan ini, ya sebelum laga ini saya lebih optimistis. Saya tahu ini adalah kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim," ujar Mihail.

"Kami memulai laga dengan baik, mencetak gol, tapi gagal mempertahankan skor. Lalu, di babak kedua ketika Anda langsung kebobolan karena kurang konsentrasi, semuanya berubah," sambungnya.

 


Krisis Mental dan Identitas Tim

PSBS Biak menelan kekalahan 1-6 dari Bali United pada laga pekan ke-26 BRI Super League musim ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB. (dok. PSBS Biak)

Pelatih berusia 67 tahun itu juga secara terbuka mengkritik mental dan identitas tim yang dinilai belum terbentuk dengan baik. Hal ini terlihat saat Sandro Embalo dkk. berada dalam tekanan.

"Saya sudah dua bulan di sini dan sangat mengenal suasana tim. Ini adalah tim yang tidak memiliki identitas. Jadi ketika keadaan berjalan baik, semuanya oke," kata mantan pelatih PSS Sleman itu.

"Tapi saat keadaan menjadi sangat sulit, para pemain yang tidak bermain dengan hati akan menyerah. Hasilnya seperti hari ini. Kurangnya motivasi, pengorbanan, dan sikap abai ini sangat mengkhawatirkan bagi saya. Itulah mengapa saya katakan, sebuah tim sepak bola harus memiliki identitas."

"Mereka harus bermain terutama di saat-saat sulit, baik masalah internal maupun eksternal di lapangan. Mereka harus bermain dengan dedikasi dan kekuatan untuk meraih hasil bagus. Hal itu tidak terjadi pada tim kami. Tidak ada pengganti untuk kurangnya motivasi dan ambisi. Di level ini semua kesalahan akan dibayar mahal," lanjutnya.

 


Akibat Tunggakan Gaji?

PSBS Biak menelan kekalahan 1-6 dari Bali United pada laga pekan ke-26 BRI Super League musim ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB. (dok. PSBS Biak)

Pernyataan Mihail soal kurangnya motivasi dan pengorbanan seolah sejalan dengan situasi internal tim. Tunggakan gaji terus berulang diduga jadi salah satu faktor yang menggerus semangat juang para pemain di lapangan.

Selain aspek mental, Mihail menilai kelemahan utama PSBS terletak pada lini pertahanan yang terlalu mudah ditembus lawan. Badai Pasifik tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak, yakni 59 gol.

"Masalah utama tim kami adalah pertahanan. Kami belum berhasil meski punya kiper level atas seperti Kadu, dan bek seperti Pablo, Sandro, bahkan George yang sudah kembali, tapi ini soal permainan bertahan tim secara keseluruhan," paparnya.

"Saya bilang ke pemain bahkan dengan enam orang pun, tim yang bagus harus bisa menahan serangan delapan atau sembilan pemain lawan, tapi tadi tidak begitu. Ini situasi yang aneh bahwa dalam dua bulan kami belum bisa menyelesaikan masalah pertahanan," imbuh dia.

 


Minim Latihan

PSBS Biak - Ilustrasi Logo PSBS Biak (Bola.com/Adreanus Titus)

Masalah ini semakin kompleks karena minimnya waktu latihan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut jelas membuat evaluasi dan pembenahan yang dilakukan tak berjalan maksimal.

"Transisi dan penyerangan Anda bisa lihat, kami rata-rata mencetak satu gol tiap laga, tapi kami kebobolan lebih dari dua gol tiap laga. Kami ingin memperbaiki ini bulan ini, tapi karena beberapa masalah internal kami gagal menjalankan sesi latihan yang direncanakan," terangnya.

"Kami punya waktu hampir sebulan tapi saya rasa kami hanya berlatih 10 hari atau kurang. Sekali lagi saya katakan, sepak bola adalah tentang persiapan, ambisi, dan upaya setiap hari agar bisa bermain di pertandingan resmi dengan kekuatan penuh," tutup Mihail.


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait