Mengupas Misi Timnas Indonesia di FIFA Matchday Periode Juni: Dongkrak Ranking atau Bangun Chemistry Tim?

Timnas Indonesia dipastikan tak bisa mengundang salah satu dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 pada laga FIFA Matchday periode 1-9 Juni mendatang.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 09 April 2026, 14:30 WIB
Para pemain Timnas Indonesia berfoto bersama sebagai runner up setelah laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di tadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia dipastikan tak bisa mengundang salah satu dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 pada laga FIFA Matchday periode 1-9 Juni mendatang.

Karena waktunya sangat berdekatan dengan sepak mula pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada, yang dimulai 11 Juni tahun ini.

Advertisement

Pilihan calon lawan Timnas Indonesia paling realistis akan jatuh pada negara-negara yang tak lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun keputusan siapa yang akan dihadapi Jay Idzes dkk. nanti tergantung hasil kesepakatan antara PSSI dan John Herdman.

Pada agenda FIFA Matchday kedua tahun ini, tiap negara anggota mendapatkan jatah dua pertandingan. Ada dua opsi misi bagi Timnas Indonesia.

 

 

 

 


2 Opsi Misi Timnas Indonesia

Pertama, apakah target pada pertandingan Internasional nanti untuk mengangkat peringkat di daftar rangking FIFA atau kedua bertujuan mematangkan chemistry antarpemain agar mereka bisa menjalankan filosofi bermain yang diinginkan John Herdman.

Pasalnya, awak Timnas Indonesia masih dalam proses adaptasi dengan gaya permainan pelatih asal Inggris yang baru resmi jadi nakhoda sejak 6 Januari lalu itu.

"Jika tujuannya ingin meningkatkan rangking, maka calon lawan harus peringkatnya di atas Timnas Indonesia. Jika untuk memantapkan kerjasama tim, menurut saya lebih baik mencari negara yang urutan ada di bawah. Karena tambahan poin tentu berbeda jika melawan tim yang di atas atau di bawah," kata Gusnul Yakin.

Menurut mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini PSSI juga bisa mengkombinasikan dengan mengundang dua tim dengan peringkat di atas dan di bawah sekaligus sebagai lawan Timnas Indonesia.

"Ya, seperti FIFA Series kemarin. Ada Bulgaria yang di atas, dan Saint Kitts and Nevis yang rangkingnya di bawah kita. Saya lihat di FIFA Series lalu Timnas Indonesia main bagus, tapi belum rapih. Nah FIFA Matchday nanti untuk merapikannya," jelasnya.


Usul Lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Berikutnya

Timnas Indonesia versus Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Untuk laga kombinasi, pengamat sepak bola senior asal Malang ini menyebut China dan Singapura bisa jadi pilihan. "Saya kira China dan Singapura cocok. China di atas, Singapura di bawah kita. Keduanya akan tampil di Piala Asia 2027, jadi bisa sebagai ajang pemanasan. Prestasi Singapura juga sangat bagus di Kualifikasi Piala Asia lalu," ucapnya.

Dua negara ini jadi pilihan realistis, jika konflik di Timur Tengah masih membara hingga bulan Juni mendatang. Alternatif lainnya, Timnas Indonesia bisa menghadapi negara wilayah Asia Timur atau Asia Tengah seperti Korut atau Kirgistan.

"Kalau perang di Timur Tengah belum reda, lebih baik cari lawan dari luar kawasan itu. Selain China dan Singapura, negara seperti Korut dan Kirgistan boleh dicoba. Rangking mereka di atas kita. Dua negara ini juga berada di pot yang sama, jadi Timnas Indonesia tak ketemu mereka di putaran final Piala Asia 2027 nanti," ujarnya. 

Berita Terkait