Tiket Piala Dunia 2026 Tak Masuk Akal, Ada yang Dijual hingga Rp170 Miliar

Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak gila-gilaan di pasar resale, dari ratusan ribu menjad ratusan miliar rupiah.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 April 2026, 16:15 WIB
Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lonjakan harga tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menuai kritik keras dari suporter dan pengamat sejak penyelenggara mulai membuka informasi biaya untuk menonton langsung di stadion.

Sorotan paling tajam mengarah pada laga-laga yang digelar di Amerika Serikat, terutama untuk partai final yang disebut-sebut mengalami kenaikan harga sangat ekstrem.

Advertisement

Seiring makin dekatnya turnamen, antusiasme suporter dari berbagai negara, termasuk Inggris dan Skotlandia, terus meningkat.

Kedua tim dijadwalkan ambil bagian di ajang tersebut, dan para penggemar, terutama dari Skotlandia, sudah merencanakan perjalanan mereka, mengingat terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia terjadi pada 1998.

Namun, rencana itu justru dihadapkan pada kenyataan pahit. Biaya perjalanan melonjak.

 


Harga di Pasar Resale

Seorang wanita berjalan melewati jam hitung mundur Piala Dunia 2026 di Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko pada 10 September 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Suporter mengeluhkan harga tiket kereta pulang-pergi dari Stasiun Boston Selatan menuju Foxboro yang diperkirakan mencapai 80 dolar AS, empat kali lipat dari tarif normal.

Di stadion tersebut, Skotlandia dijadwalkan menghadapi Haiti pada 14 Juni sebelum kembali lima hari kemudian melawan Maroko. Sementara itu, Inggris akan bertemu Ghana pada 23 Juni di lokasi yang sama.

Masalah tak berhenti di situ. Bagi suporter yang belum mengantongi tiket, harga di pasar resale justru jauh lebih mencengangkan.

Media Inggris, GB News, melaporkan satu tiket pertandingan Skotlandia melawan Brasil di Miami sempat muncul di platform sekunder dengan harga mencapai 44 ribu paun, padahal harga aslinya hanya 273 paun.

 


Harga Mencengangkan

Tahap kedua dan ketiga penjualan tiket Piala Dunia 2026 juga akan mengikuti sistem undian yang dijadwalkan pada 27-31 Oktober dan setelah pengundian akhir pada 5 Desember 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Untuk partai final, kursi kategori satu dilaporkan dilepas dengan harga awal 10 ribu dolar AS (sekitar Rp170 juta). Namun, di situs jual ulang, tiket serupa bahkan terlihat ditawarkan hingga 62 ribu paun (Rp1,4 miliar).

Lebih ekstrem lagi, muncul laporan adanya tiket pertandingan fase grup Uruguay yang dipasang dengan harga mendekati 1 juta dolar AS (Rp17 miliar), angka yang dinilai banyak pihak sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Kemarahan suporter Skotlandia makin memuncak setelah Daily Record mengungkap adanya tiket laga Skotlandia di Grup C melawan Brasil, yang dipasarkan hingga 8,6 juta paun (Rp19,6 miliar) di pasar sekunder.

 


Gelombang Kritik

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Di sisi lain, hingga Selasa waktu setempat, lebih dari 6.000 tiket untuk enam pertandingan fase grup yang melibatkan Inggris dan Skotlandia tersedia di platform resale resmi milik FIFA.

Harga-harga tersebut sepenuhnya ditentukan oleh penjual individu, bukan oleh badan sepak bola dunia tersebut.

Meski demikian, gelombang kritik tetap bermunculan. Banyak pengamat dan suporter menyoroti sistem jual ulang ini, terlebih setelah muncul informasi bahwa FIFA berpotensi meraup komisi sebesar 15 persen dari setiap transaksi.

Kelompok-kelompok suporter dari berbagai negara peserta, termasuk Inggris dan Skotlandia, pun menyuarakan kekhawatiran serius.

Mereka menilai lonjakan harga ini berpotensi memberatkan penggemar biasa yang ingin mendukung tim kesayangan mereka secara langsung di Piala Dunia 2026.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait