Adu Gemerlap Skuat Asing Persita dan Arema di BRI Super League: Value Tinggi Lawan Para Preman

Peran pemain asing di klub BRI Super League sangat krusial.

BolaCom | Iwan SetiawanDiterbitkan 10 April 2026, 07:00 WIB
BRI Super League, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Malang - Peran pemain asing di klub BRI Super League sangat krusial.

Regulasi bisa menurunkan 7 pemain asing sebagai starter dimaksimalkan sebagian besar klub. Setiap laga jadi medan tempur bagi para pemain asing. Seperti saat Persita Tangerang menjamu Arema FC di pekan 27 di Banten International Stadium, Jumat (10/4/2026).

Advertisement

Dua tim tercatat mendaftarkan 11 pemain asing saat ini. Persita jadi tim yang cukup konsisten memanfaatkan kinerja pemain asingnya. Mereka kini ada di posisi 7 dengan 41 poin. Posisi yang lebih baik ketimbang Arema. Maklum, Arema sering kehilangan pemain asingnya karena cedera dan akumulasi kartu.

Kali ini, Bola.com lebih dulu memandingkan dari sisi market value pemain asing. Total, Persita punya nilai pasar pemain asing 43,01 Miliar Rupiah. Bek timnas Kirgizstan, Tamirlan Kozubaev punya nilai pasar paling tinggi, yakni Rp7,82 miluar.

Selain itu masih ada tiga pemain asing dengan market value di atas Rp5 miliar, yakni Rayco Rodriguez (Spanyol), Igor Rodrigues (Portugal) dan Pablo Ganet (Spanyol). Justru gelandang sarat pengalaman di Super League, Eber Bessa punya nilai pasar terendah untuk pemain asing Persita. Yakni 1,71 Miliar Rupiah.

Sedangkan Arema punya pemain asing dengan total nilai pasar hanya 30,84 Miliar Rupiah. Dalberto Luan jadi pemain dengan market value tertinggi, yakni Rp5,21 miliar Sedangkan pemain seperti Gustavo Franca, Gabriel Silva dan lainnya bernilai dibawah Rp5 miliar. Bahkan ada dua pemain asing yang market valuenya dibawah Rp1 miliar, yakni kiper Lucas Frigeri dan bek Walisson Maia.


Persita Tangguh di Pertahanan

Ini merupakan sikap respek Javlon untuk mantan klubnya, Borneo FC. Seperti diketahui, pemain yang kini berposisi sebagai gelandang bertahan tersebut pernah membela Pesut Etam dari musim 2019/2020 hingga pertengahan musim 2022/2023. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Meski ada di urutan 7, Persita jadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di BRI Super League. Mereka kebobolan 25 gol. Sama dengan Persija Jakarta yang ada di urutan 4. Mereka hanya kalah dari Persib Bandung yang baru kemasukan 14 gol.

Kuatnya pertahanan Persita tak lepas dari peran duet asing Javlon Guseynov dan Tamirlan Kozubaev. Mereka sering membuat striker lawan frustasi. Tak hanya itu, kiper Igor Rodrigues juga punya save tinggi. Kiper asal Portugal itu membuat 78 save. Dia masuk di urutan kelima dalam kategori kiper save terbanyak di BRI Super League.

Komposisi pemain belakang itu memberikan ketenangan tersendiri ketika Persita berlaga. Musim ini, hanya sekali Persita kalah dengan skor telak, yakni 0-4 saat laga pertama melawa Persija Jakarta. Setelah itu, rata-rata tim berjulukan Pendekar Cisadane itu hanya kalah dengan skor tipis satu gol.

Faktor lain yang membuat Persita solid di belakang karena tak banyak perubahan komposisinya dalam tiga musim terakhir. Javlon Guseynov sudah bergabung di musim 2022/2023. Sedangkan Kozubaev pernah membela Persita musim 2020. tapi untuk sang kiper Igor, baru gabung di awal musim ini.


Preman Milik Singo Edan

Pemain Arema FC, Dalberto menguasai bola saat menghadapi Borneo FC pada laga final Piala Presiden 2024 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/8/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Arema punya kekuatan yang berbeda. Tim berjuluk Singo Edan ini punya barisan predator kotak penalti, yakni Dalberto Luan yang jadi pemain tersubur kedua di BRI Super League. Penyerang asal Brasil itu menyumbangkan 14 gol musim ini. Itu membuatnya jadi pemain asing Arema yang paling moncer musim ini. Selain itu, masih ada Joel Vinicius yang jadi andalan di depan. Dia sudah mencetak 11 gol.

Dua penyerang ini dapat dukungan dari para gelandang dengan naluri menyerang yang baik, seperti Gustavo Franca, Gabriel Silva dan Valdeci Moreira. Sebuah komposisi pemain asing yang sangat kuat untuk bermain menyerang.

Tapi sayangnya pemain asing Arema punya hal negatif. Mereka membuat Arema jadi tim dengan perolehan kartu merah tertinggi saat ini. Yakni 9 kartu merah. Julain Guevara dan Matheus Blade masing-masing mengoleksi dua kartu merah.

Sisanya didapat Betinho, Pablo Oliveira dan Dalberto. Jadi, mayoritas kartu merah Arema dibuat oleh 'preman' asingnya. Ini yang jadi nilai negatif mereka. Padahal, jika tampil dengan skuat lengkap, Arema patut diperhitungkan musim ini.   

Berita Terkait