Kenangan Legenda Singapura Lionel Lewis saat Main di SUGBK pada Leg 1 Final Piala AFF 2004: Atmosfer yang Benar-Benar Gila

Singapura sejauh ini telah mengoleksi empat gelar juara Piala AFF.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 10 April 2026, 14:15 WIB
Selebrasi kiper Timnas Singapura, Lionel Lewis usai menjuarai Piala AFF 2004. (Dok. ASEAN United FC)

Bola.com, Jakarta - Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ketika Timnas Indonesia sudah lama melegenda. Mantan kiper Timnas Singapura, Lionel Lewis mendapatkan kesempatan merasakan kegilaan itu.

Lionel Lewis tampil membela Timnas Singapura saat menjajal Timnas Indonesia dalam laga leg pertama final Piala AFF 2005. Pertandingan itu digelar di SUGBK Jakarta pada 8 Januari 2005. 

Advertisement

Menurut Lionel Lewis, susasana sekitar SUGBK saat itu sangat luar biasa. Lewis memperkirakan ada lebih dari 80 ribu penonton yang hadir saat itu. 

“Ada 80.000 atau 90.000 penggemar di sana. Itu gila. Bisa bermain di Senayan sangat indah. Saya belum pernah mengalaminya sebelumnya," ungkap Lionel Lewis via ASEAN United FC.


Susah Keluar Hotel

Kiper Timnas Singapura Lionel Lewis (kanan) berusaha menangkap bola sepakan striker Timnas Indonesia Ilham Jaya Kesuma (tengah). Sementara bek The Lions, Baihakki Khaizan (kiri) hanya bisa menatap dalam laga leg pertama Ffinal Piala AFF 2004 di Jakarta, 8 Januari 2005. (AFP/Adek Berry)

Lionel Lewis menyebut suasana di sekitar SUGBK saat itu sudah sangat padat pada pukul 3 sore. Padahal, sepak mula pertandingan baru akan dilakukan pada pukul 7 malam.

Antusiasme luar biasa masyarakat Indonesia bahkan membuat Lionel Lewis dan para pemain Timnas Singapura yang lain mengalami banyak kesulitan. Bahkan, untuk sekadar keluar dari lobi hotel.

“Pada pukul 3 sore stadion sudah penuh sesak. Anda tidak bisa keluar dari hotel, bahkan ke lobi untuk membeli makanan ringan. Tidak mungkin. Begitu Anda berada di sana, suasananya luar biasa. Mereka tak pernah berhenti bernyanyi," kenang Lewis.


Tekanan Luar Biasa

Kiper Singapura, Lionel Lewis (atas - kedua dari kiri), pernah menjadi pemain terbaik Piala AFF pada 2004. (AFP/Adek Berry)

Suasana saat pertandingan menurut Lionel Lewis lebih mengerikan. Seisi Stadion Utama Gelora Bung Karno memberikan tekanan yang luar biasa kepada Timnas Singapura.

Menurut Lionel Lewis, suporter seperti tidak mengenal kata lelah. Mereka terus bernyanyi dan tentu saja menyoraki para pemain Timnas Singapura di sepanjang laga.

“Saat itu saya belum terlalu tua, saya masih cukup muda. Suasana penonton sangat luar biasa karena mereka semua menentang tim kami," ujar Lewis.

"Mereka bernyanyi untuk mencemooh kami. Setiap pemain kami membawa bola, mereka akan mencemooh dan membuat suasana bising," lanjutnya.


Tetap Juara

Tak heran, jika banyak pengunjung dari Lippo Mall Puri tertarik untuk berfoto bersama dengan trofi Piala AFF 2022. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Meskipun mendapatkan tekanan yang luar biasa dari suporter, Timnas Singapura tetap meraih kemenangan 3-1 atas Timnas Indonesia.

Daniel Bennett, Khairul Amri dan Agu Casmir menjadi pencetak gol sang Singa saat itu. Sementara satu-satunya gol Garuda dicetak oleh Mahyadi Panggabedan.

Modal kemenangan 3-1 di SUGBK membuat Timnas Singapura menjalani final leg kedua dengan nyaman. Mereka kembali menang 2-1 di kandang sendiri atas Timnas Indonesia sepekan kemudian untuk menggondol trofi Piala AFF 2004.

“Tetapi bagi saya, setiap kali saya berada di lapangan, saya benar-benar fokus dan saya tahu apa yang harus dilakukan. Apa pun di luar lapangan tidak memengaruhi saya, karena saya bisa mengendalikan diri. Satu-satunya hal yang tidak bisa saya kendalikan adalah faktor eksternal; lapangan, lampu sorot, para penggemar," tegas Lionel Lewis.

Berita Terkait