Desak Made Rita Menggila di China, Panjat Tebing Indonesia Sabet Emas dan Tambah Lima Tiket Asian Games 2026

Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan taringnya di level Asia. Pada hari kedua World Climbing Asian Championship 2026 di Meishan, China, Kamis, Merah Putih sukses menambah koleksi prestasi sekaligus membuka jalan lebar menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 10 April 2026, 16:45 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi berpose di depan fotografer saat pelatihan nasional (Pelatnas) panjat tebing untuk Olimpiade 2024 di area parkir Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Selasa (05/03/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan taringnya di level Asia. Pada hari kedua World Climbing Asian Championship 2026 di Meishan, China, Kamis, Merah Putih sukses menambah koleksi prestasi sekaligus membuka jalan lebar menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Tak hanya soal medali, performa para atlet Indonesia juga berdampak besar terhadap perolehan tiket ke pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Dalam satu hari, Indonesia berhasil mengamankan lima tiket tambahan dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

Advertisement

Hasil ini menjadi bukti bahwa regenerasi dan konsistensi performa atlet panjat tebing Indonesia tetap terjaga. Nama-nama andalan tampil solid, sementara beberapa atlet lain mampu mencuri perhatian lewat penampilan kompetitif.

Dari nomor speed hingga boulder, kontribusi para atlet begitu merata. Pencapaian ini sekaligus menambah optimisme Indonesia untuk tampil lebih kompetitif di Asian Games 2026 mendatang.

 


Desak Made Rita Tak Terbendung, Emas Jadi Milik Indonesia

Reaksi atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi usai mengalahkan Deng Lijuan dari China pada final speed putri Asian Games 2022 di Hangzhou, China, Selasa (3/10/2023). (ADEK BERRY / AFP)

Penampilan gemilang ditunjukkan Desak Made Rita Kusuma Dewi yang menjadi bintang utama kemenangan Indonesia. Ia sukses merebut medali emas nomor speed putri setelah tampil dominan sepanjang babak.

Pada partai final, Desak tampil tenang dan tajam saat menghadapi wakil tuan rumah, Zhou Yafei. Ia mencatatkan waktu 6,07 detik, unggul cukup jauh dari Zhou yang membukukan 6,47 detik. Catatan waktu tersebut sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet speed terbaik di Asia saat ini.

Selain meraih medali emas, kemenangan ini juga membawa dampak penting bagi perjalanan Desak ke depan. Ia otomatis mengamankan satu tiket untuk tampil di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Sementara itu, kontribusi medali juga datang dari sektor putra. Veddriq Leonardo berhasil menyumbangkan medali perunggu setelah memenangi small final melawan atlet China, Ling Yongzhi, yang mengalami fall. Veddriq mencatatkan waktu 5,15 detik dalam laga tersebut.

Meski hanya finis di posisi ketiga, hasil tersebut tetap memastikan Veddriq lolos kualifikasi Asian Games 2026, mempertegas konsistensinya sebagai andalan Indonesia di nomor speed.

 


Tambahan Tiket dari Berbagai Nomor, Indonesia Kian Percaya Diri

Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi bersiap memulai lomba menghadapi wakil Prancis, Capucine Viglione pada babak kualifikasi cabor panjat tebing nomor speed putri Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Paris, Senin (5/8/2024). (Dok. NOC Indonesia)

Selain dua peraih medali, Indonesia juga mendapat tambahan tiket dari sejumlah atlet lain yang tampil impresif. Di nomor speed putra, Aditya Tri Syahria berhasil mengamankan tempat setelah finis di posisi keenam.

Aditya sempat menunjukkan performa menjanjikan di perempat final dengan catatan waktu 5,37 detik saat menghadapi Veddriq Leonardo yang mencatatkan 5,01 detik. Meski kalah, penampilannya cukup untuk mengamankan tiket ke Asian Games.

Dari sektor putri, Berthdigna Devi Surya Kusuma juga memastikan diri lolos setelah menempati peringkat kelima. Ia mencatatkan waktu 6,73 detik di perempat final saat berhadapan dengan Desak Made yang membukukan 6,48 detik.

Tambahan tiket juga datang dari nomor boulder putra melalui Raviandi Ramadhan. Ia tampil konsisten sejak kualifikasi hingga semifinal. Raviandi menempati peringkat ke-22 pada babak kualifikasi dengan nilai 69,4 poin, lalu meningkat ke posisi ke-11 pada semifinal dengan 49,9 poin, cukup untuk mengamankan tiket.

Raviandi kini menyusul rekan-rekannya yang lebih dahulu memastikan tempat di Asian Games dari kejuaraan sebelumnya, yakni Putra Tri Ramadani di nomor lead putra, Sukma Lintang Cahyani di lead putri, serta Ravianto Ramadhan di boulder putra.

Dengan tambahan hasil di Meishan, Indonesia kini telah mengoleksi total delapan tiket Asian Games 2026. Komposisinya terdiri dari dua atlet speed putra, dua speed putri, dua boulder putra, serta masing-masing satu atlet lead putra dan lead putri.

Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2026 masih akan berlanjut dengan nomor lead putra dan putri dalam beberapa hari ke depan. Artinya, peluang Indonesia untuk menambah jumlah wakil di Asian Games masih terbuka lebar.

Berita Terkait