Pelatih Persija Tidak Setuju dengan Kritik Keras terhadap Shayne Pattynama: Dia Baru Pulih dari Cedera

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tidak setuju dengan kritik keras yang ditujukan terhadap Shayne Pattynama.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 10 April 2026, 18:52 WIB
Shayne Pattynama (tengah) tampak santai dalam menjalani sesi latihan Persija Jakarta yang diadakan di Persija Training Ground, Depok, pada Senin (2/2/2026) sore WIB. (Bola.com/Nur Iman Ali)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tidak setuju dengan kritik keras yang ditujukan terhadap pemainnya, Shayne Pattynama. Dia menilai bek naturalisasi itu punya kualitas yang mumpuni.

Souza mengungkapkan pembelaannya kepada Shayne dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Jumat (10/4/2026) sebelum Persija kontra Persebaya Surabaya.

Advertisement

Souza menganggap bahwa faktor yang membuat Shayne masih minim kesempatan sejak bergabung dengan Persija adalah karena Dony Tri Pamungkas sedang menunjukkan penampilan yang memukau.

Shayne memang baru tampil enam kali setelah pindah ke Persija dari klub Thailand, Buriram United, di pertengahan musim ini dengan total 48 menit.


Pelapis Dony Tri Pamungkas

Selebrasi Arlyansyah Abdulmanan (kiri) bersama Dony Tri Pamungkas (kanan) usai berhasil mencetak gol ke gawang Persijap Jepara pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2026) sore WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Shayne kerap menjadi pelapis Dony Tri di pos fullback maupun wingback kiri Persija. Dia bermain sebagai pemain utama sebanyak 17 kali dari 19 pertandingannya pada musim ini.

"Saya tidak sependapat dengan kritik terhadap Shayne. Ia memiliki potensi besar, tetapi saat ini Dony sedang berada dalam performa yang sangat konsisten," ujar Souza.

Sebelum menerima tawaran tim ibu kota, Shayne juga sempat mengalami cedera yang cukup parah sehingga memaksanya absen selama kurang lebih tiga bulan.

"Shayne memang memiliki menit bermain yang lebih sedikit dan baru pulih dari cedera. Namun, ketika dimainkan, ia memberikan kontribusi positif dan tetap memiliki masa depan yang baik untuk tim maupun Timnas Indonesia," ucapnya.


Kritikan ke Shayne Pattynama

Shayne Pattynama gabung Persija Jakarta. (Dokumentasi Persija)

Sebelumnya, pengamat sepak bola, Binder Singh, melempar kritikan cenderung tendesius kepada Shayne yang disebutnya "tidak bisa bermain sama sekali" setelah Persija kalah 2-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-26 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, pada 5 April 2026.

Shayne baru masuk pada menit ke-77 untuk menggantikan Dony Tri Pamungkas, dan ia dianggap bertanggung jawab atas gol kemenangan Bhayangkara FC yang dicetak Moussa Sidibe pada menit ke-90+5.

Binder mempertanyakan kualitas Shayne mengingat ia adalah pemain diaspora yang secara level seharusnya lebih baik daripada pemain lokal.


Greg Nwokolo Geram

Margono direkrut pada bursa transfer Januari dengan membawa pengalaman dari Eropa. Ia pernah memperkuat Panathinaikos B di Yunani dan Dukagjini di Kosovo. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kritik keras dari Binder kepada Shayne mengundang kegeraman mantan penyerang Persija dan Timnas Indonesia, Greg Nwokolo.

"Tipe pengamat seperti ini adalah alasan mengapa suporter Indonesia tidak pernah benar-benar memahami sepak bola, karena mereka setiap hari mengikuti dan mendengarkan orang seperti Anda," tulis Greg dalam stories Instagramnya, @greg11n, Kamis (9/4/2026).

"Sungguh memalukan bahwa seorang komentator atau pembawa acara olahraga mengatakan hal seperti ini tentang seorang pemain di media."

"Hal itu menunjukkan betapa bodohnya Anda dan nol pengetahuan Anda tentang sepak bola, Anda seharusnya tidak menjadi pengamat. Maaf untuk mengatakannya, tetapi Anda adalah aib bagi sepak bola Indonesia!" tutur Greg.

Berita Terkait