Morgan Rogers Jadi Rebutan Raksasa Eropa, MU hingga PSG Siap Sikut Aston Villa di Bursa Transfer

Bintang muda Morgan Rogers kini menjadi salah satu nama paling panas menjelang bursa transfer musim panas. Penyerang milik Aston Villa itu masuk radar sejumlah klub elite Eropa setelah tampil konsisten dalam dua musim terakhir.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 11 April 2026, 12:45 WIB
Morgan Rogers merayakan golnya ke gawang Manchester United, Minggu (21/12/2025) (Jacob King/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Bintang muda Morgan Rogers kini menjadi salah satu nama paling panas menjelang bursa transfer musim panas. Penyerang milik Aston Villa itu masuk radar sejumlah klub elite Eropa setelah tampil konsisten dalam dua musim terakhir.

Minat datang dari berbagai arah. Manchester United, Arsenal, Chelsea, hingga Paris Saint-Germain dilaporkan sama-sama memantau situasi pemain berusia 23 tahun tersebut.

Advertisement

Meski baru menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2031, Villa diprediksi tetap akan mendapat tekanan besar untuk mempertahankan Rogers. Performa impresifnya di bawah arahan Unai Emery membuat nilainya melambung tinggi.

Villa sendiri sebenarnya berada dalam posisi kuat. Selain kontrak panjang Rogers, klub juga tengah berada di jalur positif dengan menempati posisi empat besar Premier League dan berpeluang tampil di Liga Champions musim depan.

 


Statistik Mentereng dan Daya Tarik di Bursa Transfer

Gelandang Aston Villa, Morgan Rogers, disambut rekan-rekannya setelah mencetak gol ke gawang Celtic dalam laga matchday 8 Liga Champions 2024/2025 di Villa Park, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. Morgan Rogers mencetak hattrick dalam kemenangan 4-1 yang diraih Aston Villa dalam laga ini. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Ketertarikan klub-klub besar bukan tanpa alasan. Sejak didatangkan dari Middlesbrough pada 2024 dengan nilai transfer hingga 16 juta poundsterling, Rogers berkembang pesat.

Ia telah mencatatkan 27 gol dan 21 assist dari 115 penampilan bersama Villa. Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan, terutama bagi pemain yang sebelumnya sempat menimba ilmu di akademi Manchester City.

Arsenal disebut tengah mencari winger kiri baru, dengan Rogers masuk dalam daftar bersama Anthony Gordon dan Kvicha Kvaratskhelia. Sementara itu, Manchester United juga mengincar sektor serupa dan telah lebih dulu memantau Yan Diomande serta Iliman Ndiaye.

Chelsea dan PSG pun tidak ingin ketinggalan. Kedua klub tersebut dikenal agresif dalam memburu talenta terbaik, dan Rogers dinilai cocok untuk memperkuat lini serang mereka.

 


Peran Fleksibel Jadi Senjata Utama di Era Unai Emery

Man Utd vs Aston Villa: Morgan Rogers merayakan golnya ke gawang Manchester United, Minggu (21/12/2025) (Jacob King/PA via AP)

Namun, daya tarik utama Rogers bukan sekadar statistik. Ia dikenal sebagai pemain dengan gaya bermain fleksibel, tidak terpaku pada satu posisi sayap.

Dalam sistem yang diterapkan Emery, Rogers lebih sering berger bebas di belakang striker, memanfaatkan ruang untuk menciptakan peluang. Kebebasan ini membuatnya mampu memaksimalkan kreativitas dan insting menyerangnya.

Kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, teknik, dan presisi menjadikannya salah satu talenta paling menarik di Premier League saat ini. Namun di sisi lain, gaya bermainnya juga membuatnya kurang cocok jika ditempatkan dalam sistem yang terlalu kaku.

 


Potensi Transfer Fantastis dan Jejak Grealish

Morgan Rogers dari Aston Villa bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Aston Villa dan Everton di Birmingham, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Situasi ini mengingatkan pada momen ketika Villa melepas Jack Grealish ke Manchester City dengan nilai transfer yang sangat besar. Rogers kini berada di jalur serupa sebagai aset berharga klub.

Dengan kontrak panjang dan performa konsisten, Villa memiliki posisi tawar yang kuat. Jika benar dilepas, Rogers berpotensi menjadi salah satu transfer termahal di bursa musim panas.

Menariknya, performa Rogers bersama timnas Inggris belum sepenuhnya mencerminkan potensinya. Ia baru mencetak satu gol dari 13 penampilan, sebagian karena peran yang lebih terbatas dalam sistem yang diterapkan Thomas Tuchel.

Hal ini semakin menegaskan bahwa Rogers adalah tipe pemain yang berkembang pesat ketika diberi kebebasan. Jika mendapatkan ruang dan kepercayaan, ia bisa menjadi salah satu talenta paling berbahaya di sepak bola Eropa saat ini.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait