Satu di antara duel yang paling menyita perhatian adalah perebutan gelar di kelas lightweight antara Ronald Mastrana Siahaan melawan Windri Patilima. Pertarungan ini diprediksi berlangsung panas mengingat keduanya sama-sama memiliki rekor impresif di dunia MMA Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Dari total 12 laga yang dijadwalkan, lima di antaranya masuk dalam partai utama yang disiarkan secara eksklusif melalui layanan pay-per-view. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Selain menyajikan pertarungan dua raja, One Pride MMA Fight Night 89 juga menjadi panggung perdana dihadirkannya "Hystrike", format pertarungan revolusioner yang dirancang khusus untuk para petarung yang mengandalkan teknik berdiri. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Format ini menyajikan pertarungan berdiri murni, tanpa melibatkan pertarungan di bawah (ground fight) atau kuncian (submission), menawarkan alternatif menarik dalam ekosistem olahraga tarung. Salah satu duel Hystrike yang tersaji adalah pertarungan antara influencer Pinter Berantem melawan Preman Pensiun. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)