Bola.com, Jakarta - Perubahan besar akan terjadi di Liga Champions setelah lebih dari dua dekade. Nike akan menggantikan Adidas sebagai penyedia bola resmi pertandingan setelah memasuki tahap negosiasi eksklusif dengan UEFA.
Sejak 2001, Adidas memegang kontrak bola resmi Liga Champions dan memperkenalkan desain ikonik "Finale" dengan motif bintang yang menyerupai logo kompetisi. Desain tersebut terus digunakan di setiap edisi hingga kini dan telah menjadi simbol khas turnamen.
Pada Januari lalu, UEFA bahkan memberikan penghormatan terhadap desain tersebut dengan meluncurkan bola edisi khusus peringatan 25 tahun.
Dalam pernyataannya, UEFA menyebut bola berbintang Adidas telah melampaui fungsi sebagai alat pertandingan.
"Sejak pertama kali diperkenalkan, bola bintang Adidas telah melampaui perannya sebagai bola pertandingan dan menjadi simbol semangat serta identitas Liga Champions UEFA," tulis UEFA.
"Setiap edisi menangkap esensi kompetisi, dari kota tuan rumah hingga para pemain yang akhirnya mengangkat trofi, menjadi penanda sejarah sepak bola yang terus tercipta."
Nike Siap Ambil Alih
Nike sebenarnya bukan "pemain" baru. Mereka pernah menjadi pemasok bola resmi UEFA pada periode 1997 hingga 2001 sebelum digantikan Adidas.
Mereka sekarang tampaknya telah memenangkan kembali hak tersebut setelah memasuki periode negosiasi eksklusif dengan UEFA.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menjelaskan:
"UC3, perusahaan patungan antara UEFA dan Klub Sepak Bola Eropa yang mengelola hak komersial kompetisi antarklub UEFA, telah menyepakati untuk memasuki periode negosiasi eksklusif dengan Nike sebagai penyedia bola resmi untuk seluruh kompetisi klub pria UEFA pada 2027 hingga 2031."
"Keputusan ini mengikuti proses tender yang sangat kompetitif yang diluncurkan pada Maret 2026 oleh UC3 dan agensinya, Relevent Football Partners. Tidak ada komentar lebih lanjut yang akan diberikan untuk sementara waktu," lanjut UEFA.
Era Bola Ikonik Segera Berakhir
Menurut The Guardian, Nike mengungguli Adidas dan Puma dengan menawarkan nilai kontrak hampir dua kali lipat dari kesepakatan saat ini, yakni sekitar 45 juta dolar Amerika Serikat per tahun.
Tak hanya Liga Champions, Nike juga akan menjadi pemasok bola untuk Liga Europa dan Conference League mulai 2027.
Adidas masih akan menjadi pemasok bola untuk satu musim Liga Champions terakhir sebelum kontraknya berakhir. Menariknya, hak atas desain bola berbintang diyakini tetap dimiliki Adidas.
Hal ini berarti, bola ikonik tersebut kemungkinan akan digunakan untuk terakhir kalinya pada partai final musim depan di Estadio Metropolitano, Madrid.
Persaingan Juara Memanas
Sementara itu, Liga Champions musim 2026 memasuki fase krusial dengan leg kedua perempat final akan digelar pekan depan.
Menurut data Opta, Arsenal menjadi favorit juara dengan peluang 36 persen setelah menang 1-0 atas Sporting CP pada leg pertama.
Bayern Munchen berada di posisi berikutnya dengan peluang 29 persen usai unggul 2-1 atas Real Madrid.
Juara bertahan Paris Saint-Germain memiliki peluang 19 persen setelah mengalahkan Liverpool 2-0.
Sementara itu, Atletico Madrid (9 persen), Barcelona (4 persen), Real Madrid (3 persen), Liverpool (2 persen), dan Sporting CP (1 persen) berada di luar unggulan utama.
Sumber: Give Me Sport