Curhat Pio Esposito: Hancur usai Gagal Penalti di Laga Krusial Timnas Italia, Sudah Lama Dibantu Psikolog

Pio Esposito Terpukul Usai Gagal Penalti, Ungkap Cara Bangkit: Dibantu Psikolog hingga Belajar Bahasa Inggris

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 April 2026, 07:15 WIB
Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Bola.com, Jakarta - Bintang muda Inter Milan, Francesco Pio Esposito, akhirnya buka suara soal momen pahit yang ia alami bersama Timnas Italia.

Ia mengaku merasa sangat terpukul setelah gagal mengeksekusi penalti dalam final play-off Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina, akhir Maret lalu.

Advertisement

Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, pemain berusia 20 tahun itu untuk pertama kalinya membahas kegagalan yang berujung pada tersingkirnya Italia.

Esposito menjadi penendang pertama dalam adu penalti, tetapi sepakannya justru melambung di atas mistar gawang.

"Saya kesulitan langsung mencerna kekecewaan itu. Saya hanya menatap satu titik dan tidak mengerti apa yang terjadi. Saya merasa hancur," ungkapnya.

Ia mengaku, pikiran pertamanya setelah kegagalan itu adalah rasa bersalah terhadap banyak pihak.

"Pikiran pertama saya adalah saya telah mengecewakan rekan setim, orang-orang di rumah, teman, dan keluarga. Saya akan mengambil penalti lagi, saya akan mencetak gol dan juga akan gagal. Hari itu, saya yakin akan mengambil tanggung jawab sebagai penendang pertama. Saya merasa percaya diri, tapi kemudian semuanya berjalan buruk," katanya.


Sisi Positif

Sebelumnya, selama 120 menit waktu pertandingan, kedua timnas bermain imbang 1-1. Tampak dalam foto, ekspresi pemain Timnas Italia, Pio Esposito, setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti selama pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Meski gagal, Esposito tetap melihat perjuangan tim secara positif.

"Saya melihat sebuah tim yang memberikan segalanya, sebagian besar bermain dengan 10 orang, dan tetap menciptakan beberapa peluang," lanjutnya.

Esposito, yang merupakan jebolan akademi Inter, sedang menjalani musim perdananya di Liga Italia dengan catatan sembilan gol dan enam assist dari 41 penampilan di semua kompetisi.

Ia juga kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya di tim muda Inter, Cristian Chivu, dalam proses pengembangan kariernya.


Benahi Aspek Mental

Pio Esposito (Italia) dikepung pemain Norwegia dalam laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 di San Siro, 17 November 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Menariknya, Esposito mengungkapkan bahwa ia kini juga serius membenahi aspek mental.

"Sudah beberapa bulan ini saya bekerja dengan seorang psikolog olahraga," ujarnya.

"Saya terbuka, dan dia memberi saya saran-saran praktis. Dia sangat membantu saya, dan saya menikmati proses mendalami hal itu."

Selain itu, ia mengubah kebiasaan di luar lapangan untuk menjaga keseimbangan diri.

“Setelah pertandingan, saya tidak bisa tidur sama sekali karena adrenalin. Saya menghabiskan waktu dengan orang-orang yang saya pedulikan, saya tidak bermain PlayStation, dan sekarang saya mulai mengikuti kursus bahasa Inggris. Saya ingin meningkatkannya," imbuhnya.


Inter Melaju

Pemain Inter Milan, Francesco Pio Esposito (tengah), berebut bola dengan pemain Bodo/Glimt Odin Bjortuft (kanan) pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Di sisi lain, Inter baru saja meraih kemenangan meyakinkan 5-2 atas AS Roma (5-2-2026). Hasil itu membuat mereka memimpin klasemen Liga Italia dengan keunggulan tujuh poin atas Napoli.

Namun, kabar kurang baik datang dari kapten sekaligus top scorer tim, Lautaro Martinez, yang kembali mengalami cedera otot dan diperkirakan absen selama dua pekan.

"Kami membutuhkan penampilan meyakinkan seperti itu, bukan hanya kemenangan. Ada optimisme, dan kami benar-benar percaya," kata Esposito.

"Lautaro adalah pemain yang sangat komplet, tapi yang paling membuat Anda terkesan adalah gairah dan rasa laparnya. Bahkan dalam latihan, ia bermain seolah-olah itu adalah final Piala Dunia," katanya lagi.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait