Herdman Bikin Timnas Indonesia Lebih Cair, Eks Bek Primavera Yakin Skuad Garuda Makin Solid

Kehadiran John Herdman di kursi pelatih Timnas Indonesia mulai menunjukkan dampak positif. Atmosfer yang cepat cair antara pelatih dan pemain dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi agenda besar ke depan.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 13 April 2026, 07:45 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat mendampingi skuadnya pada pertandingan melawan St. Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series di SUGBK, Jakarta, Jumat (27-3-2026). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Kehadiran John Herdman di kursi pelatih Timnas Indonesia mulai menunjukkan dampak positif. Atmosfer yang cepat cair antara pelatih dan pemain dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi agenda besar ke depan.

Debut Herdman dalam ajang FIFA Series memang belum berakhir manis. Skuad Garuda harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Bulgaria di partai final. Namun, secara performa, tim dinilai menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

Advertisement

Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, Herdman mampu menyatukan pemain yang berkarier di Eropa dengan pemain dari kompetisi domestik. Hasilnya, permainan tim terlihat lebih padu dan kompetitif.

Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti. Timnas Indonesia akan menghadapi FIFA Matchday pada awal Juni, sebelum melanjutkan perjuangan di Piala AFF yang berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.

 


Fondasi Tim Mulai Terbentuk

Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman saat laga semifinal FIFA Series 2026 melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mantan bek Timnas Indonesia, Supriyono Prima, menilai kehadiran Herdman membawa dampak signifikan terhadap pembentukan tim yang solid.

“Atmosfernya bagus, dan cara yang dilakukan pelatih menurut saya bisa membuat tim ini menjadi solid. Pernyataan beliau tentang keberagaman sebagai kekuatan itu sangat tepat,” ujarnya.

Menurut Supriyono, kombinasi pemain dari berbagai latar belakang justru menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia. Hal ini sudah mulai terlihat dalam dua laga FIFA Series sebelumnya.

“Pemain yang berkarier di Eropa dan Liga Super sama-sama punya potensi. Itu sudah terlihat di FIFA Series kemarin. Walaupun kalah di final, kombinasi permainan mereka sangat baik dan impresif,” lanjutnya.

 


Persiapan Lebih Panjang Jadi Keuntungan

Prediksi starting XI Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Supriyono juga menyoroti keberhasilan Herdman dalam menerapkan strategi hanya dalam waktu singkat. Ia menilai hal tersebut menjadi indikasi kuat bahwa tim memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

“Game plan yang disiapkan hanya tiga sampai empat hari bisa berjalan dengan baik. Sekarang ada waktu tiga bulan dan kemungkinan akan ada pemusatan latihan, tentu hasilnya bisa lebih maksimal,” katanya.

Pada FIFA Series lalu, Herdman bahkan memanggil hingga 41 pemain untuk melihat potensi yang dimiliki secara menyeluruh. Dengan waktu persiapan lebih panjang, proses seleksi dan pematangan tim diyakini akan semakin optimal.

 


Peluang untuk Pemain yang Belum Tampil

Lebih lanjut, Supriyono meyakini bahwa Herdman sudah memiliki kerangka tim utama. Namun, peluang tetap terbuka bagi pemain yang belum mendapat kesempatan tampil sebelumnya.

Nama-nama seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, hingga Ezra Walian disebut masih berpeluang kembali masuk dalam skema tim.

“Pelatih pasti sudah punya kerangka tim. Pemain yang belum tampil mungkin karena faktor kebugaran. Game plan yang dijalankan membutuhkan stamina tinggi, sirkulasi bola cepat, dan timing yang tepat,” jelasnya.

Dengan waktu persiapan yang lebih panjang dan materi pemain yang melimpah, Timnas Indonesia kini dihadapkan pada peluang besar untuk tampil lebih kompetitif. Konsistensi dan pematangan strategi akan menjadi kunci bagi Skuad Garuda dalam menghadapi FIFA Matchday dan Piala AFF mendatang.

Berita Terkait