Bola.com, Jakarta - Perburuan gelar juara Premier League 2025/2026 memasuki fase panas. Superkomputer Opta bahkan memprediksi skenario dramatis, Arsenal perlahan kehilangan stabilitas dan terancam dikudeta Manchester City.
The Gunners dan The Citizens memetik hasil berbeda pada pekan ke-32 Premier League. Arsenal yang menjamu Bournemouth di Stadion Emirates, Sabtu (11/04/2026) malam WIB, menelan kekalahan 1-2.
Sementara itu, Manchester City yang melawat ke kandang Chelsea, Stamford Bridge, Minggu (12/04/2026) malam WIB, memetik kemenangan meyakinkan. Tampil dominan, City berhasil melumat The Blues dengan skor 3-0.
Hasil tersebut membuat jarak antara Arsenal dan Manchester City di klasemen sementara Premier League menjadi hanya enam poin. The Gunners di urutan teratas dengan nilai 70, sedangkan The Citizens di peringkat kedua dengan 64 poin.
Lebih mengkhawatirkan bagi Arsenal, Man City masih memiliki satu laga tunda dan akan menjamu langsung tim asuhan Mikel Arteta tersebut di Stadion Etihad, 19 April mendatang. Andai City menyapu bersih kemenangan dua laga tersebut, selisih enam poin bakal lenyap dalam sekejap.
Arsenal Masih Dijagokan
Meski performanya menurun, Arsenal masih ditempatkan superkomputer Opta sebagai kandidat terkuat juara Premier League musim ini. The Gunners diprediksi mengakhiri musim dengan sekitar 82 poin.
Peluang mereka menjuarai liga mencapai 87,36 persen, meski angka itu turun drastis dari 97 persen sebelum jeda internasional. Penurunan tersebut tak lepas dari meningkatnya peluang Manchester City yang kini berada di angka 12,74 persen.
Namun, Opta tetap memperkirakan pasukan Pep Guardiola hanya finis di posisi kedua dengan sekitar 76 poin. Sebuah hasil yang mungkin terasa kurang bagi tim yang terbiasa mendominasi dalam beberapa tahun terakhir.
Perebutan Tiket Liga Champions Memanas
Di luar perburuan gelar, persaingan menuju zona Liga Champions juga tak kalah menarik.
Manchester United menunjukkan kebangkitan di bawah Michael Carrick. Mereka diprediksi finis di posisi ketiga dengan sekitar 66 poin, cukup untuk kembali ke kompetisi elite antarklub Eropa.
Aston Villa menyusul di belakang. Tim asuhan Unai Emery itu memang keluar dari persaingan gelar, tetapi memiliki peluang 94,4 persen untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Urutan kelima atau jatah terakhir Liga Champions, diprediksi menjadi milik Liverpool. Meski performa mereka menurun dibanding musim lalu ketika menjadi juara, The Reds masih lebih konsisten dibanding Chelsea yang tengah limbung.
Zona Degradasi: Spurs di Ujung Tanduk
Di papan bawah, tekanan besar menghantui Tottenham Hotspur. Kekalahan 0-1 dari Sunderland, akhir pekan kemarin membuat posisi mereka semakin rawan.
Hanya meraih tiga poin dari 12 laga terakhir membuat Spurs kini memiliki peluang degradasi sebesar 46,06 persen. Kedatangan Roberto De Zerbi pun belum mampu membalikkan keadaan.
West Ham United justru menunjukkan tren positif. Hasil impresif dalam dua bulan terakhir, termasuk kemenangan telak atas Wolverhampton, membuat tim asuhan Nuno Espirito Santo tersebut diprediksi selamat dengan sekitar 38 poin.
Sementara itu, Leeds United dan Nottingham Forest relatif aman, meski tetap harus waspada setelah serangkaian hasil kurang konsisten.
Adapun dua tim dipastikan hampir tak tertolong, yakni Burnley dan Wolverhampton. Keduanya diprediksi 100 persen terdegradasi ke Championship musim depan.
Sumber: Fotmob