Cesc Fabregas Tak Tertarik Latih Timnas Italia, Pilih Tetap di Como: Terlalu Banyak Waktu Luang

Cesc Fabregas sempat dikaitkan sebagai kandidat pelatih Timnas Italia. Namun, ia dengan tegas menolak kesempatan tersebut.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 15 April 2026, 16:30 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Bola.com, Como - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, sedang menjadi sorotan karena mampu membangun skuad yang sangat kompetitif di Serie A, sekaligus mengembangkan pemain muda. 

Como sedang bercokol di peringkat kelima klasemen Liga Italia, hanya defisit dua poin dari Juventus di posisi keempat.  Meskipun bukan pelatih dengan pengalaman panjang, Fabregas sedang berkembang pesat di Serie A dengan membawa Como 1907 menjadi salah satu tim paling menarik di liga.

Advertisement

Tanpa merekrut bintang kelas dunia, Como bisa tampil kompetitif. Berkat dampak besarnya, pelatih asal Spanyol itu sempat dikaitkan sebagai kandidat pelatih Timnas Italia. Namun, ia dengan tegas menolak kesempatan tersebut.

“Saya rasa menjadi pelatih Timnas (Italia), untuk saat ini bagi saya akan sedikit… saya tidak ingin bilang membosankan, tapi ada cukup banyak waktu luang di antara jeda internasional," kata Fabregas, seperti dikutip dari Tribuna, Rabu (15/4/2026). 

"Saya juga memahami kritik yang ada, apalagi karena dalam beberapa situasi Italia gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali. Itu mungkin memberi pengaruh besar,” kata Fabregas.

 


Pelatih Muda Menjanjikan

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Di usia 38 tahun, Fabregas sudah dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan. Ia tidak hanya menerapkan gaya bermain menarik, tetapi juga aktif mempromosikan talenta muda.

Saat ini Italia yang membutuhkan regenerasi. Fabregas sempat muncul sebagai opsi kuat karena memahami sepak bola Italia dengan baik.

Kehadirannya bisa menjadi dorongan besar bagi pemain muda seperti Francesco Camarda dan bahkan membantu meyakinkan Nicolo Tresoldi, yang saat ini membela tim muda Jerman.

Namun, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dikabarkan masih memprioritaskan nama-nama seperti Massimiliano Allegri, Roberto Mancini, dan Antonio Conte.

Meski merupakan pelatih kelas dunia, mereka cenderung lebih mengandalkan pemain berpengalaman dibandingkan pemain muda. Akibatnya, Italia bisa kesulitan melakukan regenerasi, sesuatu yang sangat dibutuhkan setelah gagal lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut.

 

 


Bahagia di Como

Pelatih Como Cesc Fabregas. (Josep LAGO / AFP)

Fabregas tampaknya akan tetap bertahan di Como 1907, yang kini mulai bersaing untuk tiket kompetisi Eropa. Ia juga merupakan pemegang saham klub, sehingga memiliki keterikatan kuat dengan proyek tersebut.

Di tengah ketidakpastian masa depan Mikel Arteta, Arsenal sempat dikabarkan mengincarnya sebagai calon pengganti. Namun, pelatih berusia 38 tahun itu mengaku sangat bahagia di Italia.

“Sejujurnya saya melihat itu sulit. Saya ulangi, dalam sepak bola Anda tidak pernah tahu. Saya sangat bahagia di Como, saya berharap tetap di Como. Saya sangat terikat dengan proyek ini, dengan kota ini, dan semua yang sedang kami bangun. Jadi saya sangat tenang, saya sangat bahagia,” ujar Fabregas.

Sumber: Tribuna

Berita Terkait