Timnas Indonesia U-17 Tak Boleh Pandang Sebelah Mata Malaysia, Bung Ropan: Ini Bisa Dibilang Partai Final buat Kita

Timnas Indonesia U-17 diperingatkan untuk tidak meremehkan Malaysia di laga kedua Grup A Piala AFF U-17 2026.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 April 2026, 19:00 WIB
Selebrasi bek Timnas Indonesia U-17, Putu Ekayana usai membobol gawang Timor Leste dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) malam. (Dok. Timnas Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Usai mengalahkan Timnas Timor Leste U-17, kini Timnas Indonesia U-17 bersiap menghadapi Timnas Malaysia U-17.

Duel lanjutan Grup A Piala AFF U-17 2026 akan mentas di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Kamis (16-4-2026) pukul 19.30 WIB.

Advertisement

Di atas kertas, Tim Garuda Muda lebih dijagokan. Selain kemenangan 4-0 pada laga pertama dan berstatus tuan rumah, Malaysia pada laga pertama dibantai Timnas Vietnam U-17 dengan skor telak empat gol tanpa balas.

Meski begitu, Malaysia tetap dianggap lawan yang berat. Bukan tak mungkin Malaysia akan menjadikan Indonesia sebagai pelampiasan sekaligus untuk menjaga asa ke fase selanjutnya.

Menurut pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, Putu Ekayana dkk. sejatinya belum tampil dengan performa yang diharapkan.

 


Bukan Jaminan

Selebrasi bek Timnas Indonesia U-17, Putu Ekayana usai membobol gawang Timnas Timor Leste U-17 dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). (Dok. AFF)

Kemenangan atas Timor Leste tak jaminan bagi Indonesia untuk menang mudah dari Malaysia.

"Saya pikir itu belum permainan terbaik. Masih banyak peluang yang terbuang dan mestinya akan lebih banyak gol yang terjadi. Empat itu semua terjadi di babak pertama," kata Ronny Pangemanan via kanal YouTube "Bung Ropan".

"Mestinya ada gol lagi di babak kedua. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto akan menghadapi pertandingan berikutnya melawan Malaysia. Malaysia di pertandingan pertama juga kalah 0-4 dari Vietnam," imbuh Ropan, panggilan akrab Ronny Pangemanan.

Ropan kembali mengingatkan, seperti yang dikatakan Kurniawan Dwi Yulianto sebelumnya, pemain-pemain Indonesia jangan terlalu euforia. Masih ada Vietnam dan duel kontra Malaysia tak boleh dipandang sebelah mata.

"Vietnam menjadi tim terkuat memang di grup ini dan menjadi lawan yang seru jika ketemu dengan Indonesia," ujar Ropan.

"Kurniawan harus tetap berhati-hati. Kemenangan kemarin dia bilang, jangan terlalu bereuforia karena itu Timor Leste. Sekarang harus fokus menghadapi Malaysia. Malaysia tetap dianggap tim yang kuat. Tidak boleh memandang remeh."

 


Malaysia Belajar

Aksi pemain Timnas Indonesia U-17, Alfredo Nararya Nugroho saat menghadapi Timor Leste dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (13/4/2026). (Dok. AFF)

Ropan menegaskan, kekalahan dari Vietnam tentu membuat Malaysia belajar dari kesalahan dan tak ingin kembali mengalami nasib serupa kala bersua tuan rumah.

"Meski pun kemarin mereka kalah, tetapi ini tetap pertandingan penting karena berbahaya kalau lawan Malaysia kita sampai kalah. Karena pada pertandingan terakhir Malaysia akan bertemu dengan Timor Leste," tutur Ropan.

"Sementara kita pada pertandingan terakhir akan melawan Vietnam. Nah, itu dia. Maka, pertandingan menghadapi Malaysia, kita harus menang. Dengan kemenangan tentunya akan kita akan melaju ke babak selanjutnya," ulasnya.

"Performa pemain-pemain kita tetap harus ditingkatkan untuk menghadapi Malaysia karena Malaysia itu ada di atas Timor Leste. Kurniawan sebagai pelatih pastinya tahu itu," tambahnya.

"Makanya dia berhati-hati dan mewaspadai Malaysia karena ini bisa dibilang pertandingan final buat kita, meski pun masih ada satu pertandingan lagi melawan Vietnam. Tapi, kuncinya di Malaysia," ucap Ropan.

Berita Terkait