Usai Kalahkan Arsenal, Man City Kini Favorit Utama Juara Liga Inggris Musim Ini?

Atmosfer Etihad Stadium seakan meledak saat peluit panjang dibunyikan. Gol penentu dari sang predator, Erling Haaland, tidak hanya memastikan kemenangan dramatis 2-1 Manchester City atas Arsenal, tetapi juga mengirimkan pesan peringatan keras ke seluruh penjuru Inggris: Sang juara bertahan belum habis!

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 20 April 2026, 08:22 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memeluk pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setelah laga final Carabao Cup di Stadion Wembley, Minggu (22/3/2026). (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Atmosfer Etihad Stadium seakan meledak saat peluit panjang dibunyikan. Gol penentu dari sang predator, Erling Haaland, tidak hanya memastikan kemenangan dramatis 2-1 Manchester City atas Arsenal, tetapi juga mengirimkan pesan peringatan keras ke seluruh penjuru Inggris: Sang juara bertahan belum habis!

Kemenangan monumental pada Minggu (19/04/2026) malam waktu setempat itu dirasa menjadi titik balik krusial. Meski pasukan Mikel Arteta masih duduk di puncak klasemen, keunggulan sembilan poin yang sempat mereka genggam kini menguap, menyisakan selisih tipis tiga poin hanya dalam kurun waktu sepekan.

Advertisement

Kondisi kini berbalik menguntungkan The Citizens. Dengan tabungan satu pertandingan lebih banyak, skuat asuhan Pep Guardiola berpeluang besar mengudeta posisi Arsenal jika mampu menjinakkan Burnley di Turf Moor pada tengah pekan ini. 

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa Man City adalah spesialis "panas" di akhir musim. Pep Guardiola, meski tetap merendah, menyadari momentum ini. Dia menyebut Arsenal masih tetap jadi favorit untuk memenangkan Premier League musim ini. 

"Kami masih punya harapan. Tapi faktanya, kalender kami sangat padat dan kami bukan pemimpin klasemen. Sejauh ini, Arsenal adalah tim terbaik di Inggris, tapi kami memperpanjang peluang untuk bertarung hingga akhir," ujar Guardiola merendah.

 

 

 

 

 


Statistik Horor bagi Meriam London

Pemain Manchester City, Erling Haaland, berebut bola dengan pemain Arsenal, Martin Odegaard, dalam pertandingan Liga Inggris di Etihad, Inggris, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Data tidak berbohong. Manchester City tercatat hanya kalah sekali dalam 20 pertandingan liga terakhir. Sebaliknya, Arsenal mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dengan hanya memetik satu kemenangan dari enam laga terakhir di seluruh kompetisi.

Bulan April pun seolah menjadi "kutukan" bagi Arteta dan "berkah" bagi Pep. Lihat saja perbandingan poin per game (PPG) keduanya di bulan ini:

Musim ini, Arsenal telah menguasai puncak klasemen selama 206 hari, sementara City hanya merasakannya selama enam hari di awal musim.

Ironisnya, sejak Arteta melatih Arsenal pada 2019, The Gunners secara total telah memimpin klasemen selama 537 hari—lebih lama dari City (453 hari). Namun, dalam periode tersebut, City berhasil menyabet empat gelar juara.

 


Arteta Tetap Optimistis

Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Mikel Arteta sendiri tetap optimistis meski terpukul oleh hasil di Etihad.

"Kami memiliki keyakinan penuh bisa melakukannya. Gelar itu masih ada dalam genggaman kami untuk direbut. Game on, karena ini adalah Premier League yang baru," tegasnya.

Apakah City akan kembali menunjukkan mentalitas juara mereka, ataukah Arsenal mampu memutus tren negatif dan bertahan di puncak hingga akhir? Satu yang pasti, perburuan gelar musim ini resmi memasuki fase paling mendebarkan!


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait