Luis Figo Kritik Real Madrid: Musim Tanpa Gelar Jadi Bukti Kegagalan

Legenda Real Madrid, Luis Figo, tidak menutup-nutupi kekecewaannya terhadap performa mantan klubnya musim ini.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 22 April 2026, 08:45 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

Bola.com, Jakarta - Legenda Real Madrid, Luis Figo, tidak menutup-nutupi kekecewaannya terhadap performa mantan klubnya musim ini. Menurutnya, apa pun alasannya, musim tanpa gelar bagi Los Blancos tetap harus dianggap sebagai kegagalan.

Real Madrid dikabarkan akan menutup musim tanpa satu pun trofi, bahkan berpotensi mengulang catatan negatif tersebut untuk musim kedua secara beruntun. Situasi ini jelas menjadi sorotan tajam, mengingat standar tinggi yang selalu melekat pada klub raksasa Spanyol tersebut.

Advertisement

Dalam wawancaranya bersama media Spanyol, Figo menyampaikan penilaian yang cukup lugas. Ia menegaskan bahwa bagi klub sebesar Real Madrid, hasil akhir adalah segalanya. Ketika tidak ada gelar yang diraih, maka musim tersebut otomatis dinilai buruk.

“Realitanya ini adalah musim yang buruk,” ujar Figo.

“Untuk Madrid, jika Anda tidak menang, maka itu selalu menjadi musim yang negatif. Ketika Anda tidak meraih trofi, itu berarti ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik.”


Pergantian Pelatih

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan perintah dari pinggir lapangan saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Pernyataan tersebut mencerminkan budaya kompetitif yang sudah lama tertanam di tubuh Real Madrid. Klub ini dikenal tidak hanya menargetkan kemenangan, tetapi juga dominasi di berbagai kompetisi, baik domestik maupun Eropa.

Salah satu faktor yang turut disorot Figo adalah perubahan pelatih di tengah musim. Keputusan manajemen untuk mengganti Xabi Alonso dengan Alvaro Arbeloa setelah hanya beberapa bulan dinilai sebagai momen krusial yang memengaruhi stabilitas tim.

Meski demikian, Figo tidak sepenuhnya menyalahkan Arbeloa. Ia menilai pelatih anyar tersebut belum mendapatkan waktu yang cukup untuk menunjukkan kapasitasnya. Adaptasi dalam klub sebesar Real Madrid bukanlah hal mudah, apalagi di tengah tekanan tinggi dan ekspektasi besar.

“Saya rasa dia belum memiliki cukup waktu. Bahkan kita belum sempat benar-benar menganalisis masa kerjanya sejauh ini. Situasinya sangat rumit,” tambah Figo.


Evaluasi Besar

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengucapkan selamat kepada penyerang Prancis Kylian Mbappe (kiri) atas penghargaan Sepatu Emas Eropa 2024-25 yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak tahun ini dalam sebuah upacara di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 31 Oktober 2024. (Oscar DEL POZO/AFP)

Pergantian pelatih di tengah musim memang kerap menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, hal itu bisa menjadi solusi instan untuk mengubah arah tim. Namun di sisi lain, perubahan mendadak juga berisiko mengganggu keseimbangan taktik dan mental pemain.

Selain faktor pelatih, inkonsistensi performa juga menjadi masalah utama Real Madrid musim ini. Tim kesulitan menjaga stabilitas permainan di berbagai kompetisi, yang pada akhirnya berdampak pada kegagalan mereka bersaing hingga akhir dalam perebutan gelar.

Tekanan juga datang dari para rival, baik di LaLiga maupun kompetisi Eropa. Klub-klub lain menunjukkan perkembangan signifikan, sementara Real Madrid justru tampak kehilangan ritme terbaiknya di momen-momen penting.

Bagi Figo, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen klub. Ia menilai bahwa perubahan dan perbaikan harus segera dilakukan jika Real Madrid ingin kembali ke jalur juara dalam waktu dekat.

Sumber: Marca

Berita Terkait