Alan Shearer Sebut Biang Kerok Krisis Chelsea Ada di Jajaran Manajemen

Legenda sepak bola Inggris Alan Shearer, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Chelsea yang dinilai semakin memburuk.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 April 2026, 17:45 WIB
Prestasi pertama Enzo Maresca sebagai pelatih adalah mempersembahkan gelar juara Conference League 2024/2025 untuk The Blues. (AFP/John Macdougall)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Inggris Alan Shearer, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Chelsea yang dinilai semakin memburuk.

Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang menimpa klub London tersebut bukan semata kesalahan di lapangan, melainkan berasal dari keputusan dan arah kebijakan para petinggi klub.

Advertisement

Situasi Chelsea memang sedang tidak stabil, terlebih setelah pemecatan pelatih Liam Rosenior. Pergantian manajer yang terus terjadi justru memperlihatkan bahwa klub belum memiliki fondasi yang kuat dalam membangun tim jangka panjang.

Dalam pernyataannya kepada Betfair, Shearer menekankan bahwa masalah utama Chelsea berasal dari atas.

“Segala sesuatu pada akhirnya mengalir ke lapangan dari apa yang terjadi di atas dalam sepak bola," katanya.

“Semua berasal dari para petinggi, dan itulah yang terjadi di Chelsea. Para pemain mendapatkan bayaran yang sangat besar, dan Anda bisa melihat mereka tidak setuju dengan apa yang terjadi di klub, meskipun mereka juga merupakan bagian besar dari situasi ini. Mereka baik-baik saja saat menandatangani kontrak tujuh tahun.”


Performa Pemain

Setelah gol pembuka dari pemain asal Jepang tersebut, The Blues langsung kehilangan kendali dan akhirnya kalah tiga gol tanpa balas. (AFP/Glyn Kirk)

Tak hanya menyoroti manajemen, Shearer juga mengkritik keras performa para pemain. Menurutnya, para pemain Chelsea tampil jauh di bawah standar yang seharusnya. Ia bahkan mencontohkan laga melawan Brighton & Hove Albion sebagai bukti buruknya performa tim.

“Saya menonton mereka melawan Brighton, dan mereka benar-benar kacau. Manajer mencoba melakukan sesuatu yang berbeda dengan sistem baru saat jeda babak pertama, tetapi mereka sama buruknya, bahkan lebih buruk, di babak kedua. Itu menunjukkan apa yang dipikirkan para pemain tentang situasi saat ini,” ujar Shearer.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung besarnya pengeluaran Chelsea di bursa transfer yang tidak sebanding dengan hasil di lapangan.

“Sungguh menggelikan berapa banyak uang yang telah dihabiskan Chelsea dan mereka masih belum memiliki pemain dengan kualitas top,” tegasnya.


Solusi Bangkit

Cole Palmer (kanan) gagal mencetak gol saat Chelsea menelan kekalahan 0-1 dari Manchester United pada laga pekan ke-33 Premier League di Stamford Bridge, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Hanya empat bulan menjadi pelatih Chelsea menggantikan Enzo Maresca, Liam Rosenior juga mengalami nasib serupa: Dipecat.

Menurut Shearer, masa depan Chelsea kini sangat bergantung pada mentalitas dan kemauan klub untuk berubah. Ia mempertanyakan apakah ada keyakinan di dalam tim untuk memperbaiki keadaan, mengingat pendekatan yang digunakan saat ini jelas tidak membuahkan hasil.

“Itu semua tergantung pada bagaimana keyakinan mereka ke depan menjelang akhir musim. Apakah mereka siap untuk berubah? Jelas model ini tidak berhasil, dan mereka harus menyadarinya,” tutup Shearer.


Pemecatan Manajer

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Inggris, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Di tangan Liam Rosenior, Chelsea tak jua membaik. Hingga pekan ke-34 Premier League, The Blues terpatri di posisi kedelapan klasemen sementara Premier League 2025/2026 dengan torehan 48 poin.

Mengingat Premier League sudah memasuki pekan-pekan terakhir, bisa dipastikan Chelsea kembali gagal memenangkan perburuan gelar kasta teratas Inggris. Kans untuk ke Liga Champions musim depan juga jadi tanda tanya.

Lima kekalahan beruntun membuat manajemen Chelsea memilih memakzulkan Liam Rosenior, meski tidak sedikit yang menyayangkan mengingat kompetisi sebentar lagi usai. Terakhir, Enzo Fernandez dkk. dipermalukan Brighton tiga gol tanpa balas.

Posisi yang dinggalkan Liam Rosenior untuk sementara diemban oleh Calum McFarlane.

Berita Terkait