Catatan Sebelas Tahun Bola.com: Perjalanan Penuh Cinta, Cemburu, dan Pertaruhan Keyakinan yang Membuahkan Hasil

Kolom Darojatun di hari ulang tahun Bola.com yang ke-11, 28 April 2026.

BolaCom | DarojatunDiterbitkan 28 April 2026, 11:20 WIB
Kolom Darojatun Bola.com, Excellent Eleven. (Dok. Bola.com)

Bola.com, Gondangdia - Sebuah buku kecil karangan dokter dan filsuf modern keturunan India, Deepak Chopra, kerap saya baca ulang saat senggang di akhir pekan.

Kitab berjudul "Creating Affluence" tersebut saya cari-cari dengan mengubek sejumlah toko buku di London saat penugasan liputan tahun 2004, tapi akhirnya malah saya temukan lima tahun kemudian di Gramedia Grand Indonesia di Jakarta.   

Advertisement

Deepak di awal buku mengisahkan tentang kehadiran dua dewi dalam hati setiap manusia, yang bernama Sarasvati dan Lakshmi.

Konon di zaman India kuno, seorang spiritualis menyarankan agar bila manusia sejahtera dalam hal kekayaan duniawi, ia harus memusatkan pikirannya untuk mendekati Sarasvati yang adalah dewi ilmu pengetahuan. 

Hal ini aneh karena faktanya Lakshmi-lah dewi kemakmuran, tapi kita disuruh lebih mencintai Sarasvati. Rupanya setiap kali kita berpikir mengenai Sarasvati maka Lakshmi menjadi cemburu dan ingin kembali meraih cinta kita dengan memberi kita kelimpahan harta duniawi.

Menarik, tapi pada prolog buku tersebut juga dikisahkan tentang pentingnya kita mengutamakan harga surgawi di atas pengetahuan dan uang. 

Ya, keimanan jauh lebih penting karena ia hadir menguatkan diri saat jalan di depan gelap. Harapan, keimanan dan kasih menjadi kredo banyak agama untuk mengarungi hidup dan kecintaan pada profesi adalah salah satu bentuk kasih itu sendiri.

Modal virtual berupa cinta pekerjaan jualah yang membuat para editor, penulis, dan kreator karya visual di Bola.com bisa terus menghasilkan karya terbaiknya selama sebelas tahun.

Ketika dilahirkan dari rahim Grup Emtek di lantai 8 SCTV Tower pada 2015, situs berita olahraga Bola.com sudah menetapkan hati untuk menaruh fokus pemberitaannya pada berita sepak bola lokal Indonesia selain cabang lain, seperti bulutangkis, balap, bola voli, bola basket, bela diri, dan lain-lain.

Selain karena idealisme untuk mendorong olahraga lokal untuk meraih prestasi kelas dunia, pilihan ini diambil agar menjadi faktor unik yang membuat Bola.com unggul dalam kompetisi memenangi hati pembaca.


Bermodal Kemandirian Sumber Berita

Bola.com, Excellent Eleven, HUT Bola.com ke-11 tahun, 28 April 2026. (Dok. Bola.com)

Ya, saat itu situs-situs sports nomor satu di Nusantara lebih banyak menulis ulang berita sepak bola dari Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia semata tanpa menaruh porsi besar soal sepak bola domestik dan Timnas Indonesia.

Cara ini mudah dan efektif, tapi tidak khas sehingga resep keberhasilan ini bisa dikerjakan siapa saja.    

Sebaliknya, Bola.com butuh banyak penulis dan kontributor di sejumlah kantong massa sepak bola Indonesia di pelbagai provinsi agar bisa menghasilkan tulisan yang otentik dan tidak asal copy-paste dari sumber berita asing.

Tantangan pertama justru datang lantaran PSSI dan administratur liga saat itu sedang dilarang menggulirkan kompetisi oleh FIFA sebagai buntut dari dualisme liga Indonesia sejak 2012.

Dengan bahan tulisan yang minim dan melulu diwarnai saling sengkarut kisah dari internal PSSI versus otoritas  FIFA, saya bahkan sempat diminta mengkaji ulang oleh Manajemen Grup Emtek soal strategi Bola.com ke depan.

Akan tetapi, saya bersama para leader editorial tetap teguh dalam pendirian berbasis kecintaan pada olahraga Indonesia ini karena kompetisi media akan bersifat jangka panjang.

Walhasil, setahun kemudian dan hingga kini sebelas tahun berlalu, Bola.com menjadi situs berita olahraga yang tidak pernah keluar dari posisi tiga besar ranking similar web.

Dalam mayoritas waktu itu Bola.com, yang sekarang diawaki kurang dari 20 penggawa editorial teks dan multimedia, serta jaringan luas kontributor di berbagai provinsi, kerap menduduki posisi nomor wahid.

 


Sifat Dasar Media adalah Jawaban

Bola.com, Excellent Eleven, HUT Bola.com ke-11 tahun, 28 April 2026. (Dok. Bola.com)

Kami mencintai Sarasvati itu sudah jelas, tapi anehnya kenapa Lakshmi yang cemburu tak kunjung merapat? Sebelum bisnis media menjadi sulit lantaran tumbuh kembang dahsyat media sosial sebagai "homeless media" yang tidak punya induk berbentuk media mainstream (radio, koran, majalah, televisi, hingga media online), situs berita olahraga itu sudah sulit mendapatkan iklan. Apalagi sekarang?

Akan tetapi, saya percaya bahwa seperti halnya kecerdasan buatan tidak bisa berdiri sendiri dalam menghasilkan konten, prinsip bahwa pengetahuan di atas harta duniawi, dan harta sorgawi dapat diraih karena keimanan, dunia pers di dunia akan tetap menjadi nyawa kehidupan.

Sifat dasarnya sebagai penyalur berita, penguji klaim kebenaran, dan sebagai batu asah untuk menajamkan kebijakan, akan membuat media terus hidup sejalan dengan naik-turunnya peradaban. 

Saat ini Bola.com masih menjadi media arus utama saat Indonesia kandas dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2026, bukan tidak mungkin saat 2030 Garuda Merah Putih berpeluang lebih besar untuk lolos ke putaran final Piala Dunia, kami sudah berubah menjadi homeless media.

Apa pun bentuknya, yang jelas kecintaan para awak Bola.com pada profesi akan membuahkan kebaikan bagi bangsa Indonesia.

Bola.com bersama Sarasvati terus menjalin kasih selama 11 tahun dan saya yakin Lakshmi terus memandang dengan penuh cemburu di kejauhan, dinamika keduanya akan menentukan ke mana langkah kami ke depan.

Jayalah dunia olahraga Tanah Air, majulah negeri dan bangsaku Indonesia. Excellent Eleven Bola.com!

 

Darojatun

VP Content Operations & Editor in Chief

Merdeka.com, Bola.com & Bola.net

Berita Terkait