Hasil Sidang Paspor Dean James Diputuskan Pekan Depan, Liga Belanda Bisa Kacau jika Permintaan NAC Breda Dikabulkan

Sidang perkara banding yang diajukan klub NAC Breda perihal kasus paspor Dean James telah digelar pada Selasa (28/4/2026).

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 29 April 2026, 05:15 WIB
Pemain Go Ahead Eagles, Dean James, merayakan kemenangan atas Panathinaikos pada laga Liga Europa di Stadion Olimpiade Athena, Jumat (3/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Bola.com, Jakarta - Sidang perkara banding yang diajukan klub NAC Breda perihal kasus paspor Dean James telah digelar di pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026). Pengacara dari NAC Breda maupun KNVB telah menyampaikan argumen masing-masing.

Putusan dalam proses ringkas terkait masalah paspor akan diumumkan kurang dari seminggu lagi. Setelah argumen yang disampaikan oleh NAC Breda dan KNVB di pengadilan di Utrecht, hakim mengumumkan akan dirilis Senin (4/5/2026) pekan depan.

Advertisement

Dalam persidangan, kubu NAC Breda tetap ingin agar pertandingan antara Go Ahead Eagles dan NAC Breda (15 Maret 2026) diulang. Mereka memiliki bukti bahwa Dean James, bek Go Ahead Eagles, dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk bermain.

Namun demikian, dewan kompetisi KNVB tidak menganggap itu sebagai alasan yang cukup untuk memerintahkan pengulangan. NAC tidak setuju dengan keputusan ini. Kemudian hakim membutuhkan lebih banyak waktu untuk memutuskan.


Tegakkan Aturan

Bek Go Ahead Eagles di Eredivisie 2024/2025, Dean James, berminat untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk membela Timnas Indonesia. (Bola.com/Dok.Instagram Dean James).

Dalam pemberitaan ESPN Nederland, di pengadilan hari ini, kedua pihak tidak sepakat mengenai cakupan kasus tersebut. NAC berpendapat bahwa hal itu hanya menyangkut satu pertandingan, yaitu kekalahan 0-6 melawan Go Ahead Eagles.

Pengacara NAC, Tim Willems, berpendapat bahwa dewan liga tidak mengikuti peraturan mereka sendiri. Willems berpendapat bahwa dewan liga seharusnya mengabulkan permintaan tersebut.

"Jika pertandingan masih berpengaruh dalam persaingan di kompetisi, maka harus diulang sesuai peraturan. Jika interpretasi KNVB diikuti, yaitu bahwa keputusan untuk mengulang pertandingan hanya dapat dibuat setelah dinyatakan tidak sah, maka ketentuan tersebut menjadi tidak berarti. Pengulangan harus selalu dilakukan jika pertandingan masih berpengaruh," kata Willems.

"Kasus ini bukan tentang sentimen, tetapi tentang aturan sederhana. Menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat. Go Ahead telah menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat," lanjutnya.


Efek Bola Salju

Aksi bek Timnas Indonesia, Dean James saat memperkuat Go Ahead Eagles menjamu VfB Stuttgart dalam lanjutan Liga Europa 2025/2026, (28/11/2025). (AFP/Vincent Jannink)

Sementara KNVB memiliki pandangan berbeda. Asosiasi sepak bola Belanda tersebut khawatir akan terjadi 'efek bola salju' jika pertandingan harus diulang. Klub lain mungkin akan mencoba hal yang sama.

Menurut KNVB, tidak pasti apakah VriendenLoterij Eredivisie (kasta tertinggi sepak bola Belanda) dapat diselesaikan dalam kasus tersebut, karena jadwal yang terlalu padat.

Pengacara dari KNVB, Michiel van Dijk menyatakan bahwa setidaknya sebelas pemain dari VriendenLoterij Eredivisie (kasta tertinggi sepak bola Belanda) telah berurusan dengan masalah paspor. Menurutnya, mereka telah bermain dalam setidaknya 133 pertandingan. Skenario terburuk bagi KNVB adalah klub-klub akan berpendapat bahwa semua pertandingan tersebut harus diulang jika NAC dinyatakan tidak bersalah.

Menurut peraturan, klub harus menyampaikan kekhawatiran dalam waktu delapan hari jika ada keraguan tentang kelayakan pemain. Hanya NAC Breda dan TOP Oss yang telah melakukannya. Kemudian TOP Oss telah menerima keputusn KNVB bahwa bahwa pertandingan mereka melawan Willem II tidak akan diulang.

 


Ketidaktahuan atau keengganan?

Hakim lalu mengajukan pertanyaan kritis tentang hal ini. Ia merujuk pada sebuah artikel di Voetbal International yang menyatakan bahwa pemain yang secara sukarela memilih untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia, misalnya, secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda mereka.

Bagaimanapun, NAC percaya bahwa klub dan pemain seharusnya mengetahui hal ini. "Mereka bukan amatir, tetapi pihak profesional," kata pengacara NAC Breda, Tim Willems.

Dari sumber yang sama, dinyatakan bahwa KNVB memang mengetahui masalah paspor tersebut. NAC mengklaim telah menghubungi asosiasi sepak bola melalui telepon tak lama sebelum masalah tersebut terungkap. Pada saat itu, KNVB diduga mengatakan bahwa mereka menyadari masalah tersebut dan bahwa hal itu ada dalam agenda.

Sumber: ESPN Nederland

Berita Terkait