Bola.com, Jakarta - Petarung kelas berat UFC, Shamil Gaziev, membagikan detail mengenai proses weight cut serta perkembangan kariernya menjelang laga melawan Brando Pericic di Perth, 2 Mei 2026.
Gaziev dikenal memiliki postur besar khas petarung kelas berat. Ia mengungkapkan bahwa berat badannya bisa mencapai angka yang cukup tinggi saat tidak dalam masa latihan.
Meski demikian, proses penurunan berat badan tidak menjadi kendala besar baginya. Ia justru merasa proses tersebut berjalan relatif mudah.
Selain itu, pengalaman berlatih bersama petarung elite turut berperan dalam membentuk kualitasnya saat ini.
Weight Cut Bukan Masalah Besar
Gaziev menjelaskan bahwa angka 140 kg yang sering disebut merupakan kondisi maksimal saat ia tidak berlatih.
“Saya rasa ada sedikit kesalahpahaman soal berat badan saya, karena itu adalah angka maksimal. Saat tidak dalam camp dan tanpa latihan, berat saya bisa mencapai 140 kg,” ujarnya.
Saat memasuki training camp, berat badannya sudah turun secara alami.
“Tapi ketika mulai camp dan latihan, berat saya biasanya sekitar 130 kg. Dari berat itu, sangat mudah bagi saya untuk menurunkan berat badan. Tidak terlalu sulit, sangat mudah,” jelasnya.
Pengaruh Besar dari Lingkaran Khabib
Gaziev pernah berlatih bersama Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev, dua nama besar dari Dagestan.
Pengalaman tersebut memberikan dampak besar dalam perkembangan teknik dan mentalnya.
“Kami berlatih bersama pada waktu yang sama dan memiliki pelatih yang sama. Saya mendapatkan pelajaran besar dari ayah Khabib, pelatih kami yang telah meninggal, Abdulmanap,” ungkapnya.
“Itu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” lanjut Gaziev.
Latihan di KHK MMA Tingkatkan Level Permainan
Lingkungan latihan di KHK MMA juga menjadi faktor penting dalam perkembangan Gaziev. Ia bahkan sempat berlatih bersama petarung kelas berat top dunia.
“Saya mendapatkan banyak pengalaman karena saya jadi memahami level petarung di UFC. Dia adalah petarung top saat itu, dan masih top sampai sekarang,” ujarnya, merujuk pada pengalamannya berlatih dengan Ciryl Gane.
Pengalaman tersebut membantunya memahami kemampuan diri sendiri.
“Setelah berlatih dengannya, saya jadi mengerti kekuatan saya dan peluang saya untuk bersaing di level tertinggi kelas berat UFC,” jelasnya.
Fondasi dari Karier Amatir
Sebelum menjadi profesional, Gaziev telah mengumpulkan berbagai prestasi di level amatir. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam kariernya.
“Itu menunjukkan kepada dunia bahwa saya adalah seorang petarung dan saya bisa meraih sesuatu dalam hidup ini,” katanya.
Ia juga menyebut dukungan dari berbagai pihak yang membantunya berkembang.
“Dorongan pertama datang dari Bahrain, yang kedua dari AMF. Saya juga ingin berterima kasih kepada IMMAF karena mereka yang pertama memperkenalkan saya ke dunia MMA,” lanjutnya.
“Bertanding di kejuaraan IMMAF dan meraih medali adalah pengalaman yang sangat besar. Tim saya, Bahrain KHK, juga punya peran penting dalam hal ini,” pungkas Gaziev.