Aprilia Akui Diuntungkan Penurunan Performa Marc Marquez di MotoGP 2026

Aprilia mendapat keuntungan dari kesulitan Marc Marquez di MotoGP 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Mei 2026, 05:30 WIB
Marc Marquez saat menjadi tercepat pada hari pertama tes pramusim MotoGP Sepang 2026 hari Selasa (03/02/2026). (X/Ducati)

Bola.com, Jakarta - CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengakui timnya mendapat keuntungan dari performa Marc Marquez yang belum berada di level terbaik pada MotoGP 2026.

Meski begitu, ia menegaskan Aprilia memang layak bersaing di barisan depan.

Advertisement

Pabrikan asal Italia tersebut memimpin klasemen di tiga kategori kejuaraan dunia setelah empat seri awal musim ini, sebuah start yang menegaskan konsistensi mereka sejak awal kompetisi.

Pembalap utama Aprilia, Marco Bezzecchi, tampil dominan pada tiga seri pembuka. Ia bahkan mencatat rekor jumlah lap terdepan terbanyak dalam periode tersebut.

Namun, tren kemenangan itu terhenti di MotoGP Spanyol. Pada balapan di Jerez, Bezzecchi harus mengakui keunggulan pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez.

Kendati gagal menang, posisi runner-up tetap memberi keuntungan penting. Bezzecchi kini memimpin klasemen dengan selisih 11 poin menjelang MotoGP Prancis, pekan depan.


Aprilia Memang Diuntungkan

Pembalap Aprilia Racing asal Italia, Marco Bezzecchi, selama sesi latihan MotoGP Grand Prix Brasil di sirkuit internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 20 Maret 2026.(EVARISTO SA / AFP)

Berbicara kepada Sky Italia, Rivola menyoroti performa solid timnya, terutama setelah empat motor Aprilia finis di enam besar di Jerez.

"Tidak perlu membuat pernyataan berlebihan. Jelas penting bisa menempatkan empat motor di enam besar di Jerez; itu sinyal yang sangat bagus," ujar Rivola.

Ia kemudian menyinggung faktor eksternal yang ikut membantu situasi timnya musim ini.

"Kami juga diuntungkan oleh fakta bahwa Marc Marquez jelas belum dalam performa terbaiknya; kami juga melakukan pekerjaan yang sangat baik sepanjang musim dingin," tuturnya.

Rivola menekankan bahwa kekuatan Aprilia bukan semata karena rival melemah, melainkan hasil kerja teknis yang matang.

"Kami punya dua pembalap yang sangat kuat, dan saya harus mengatakan tim Trackhouse berkembang dengan sangat baik," lanjutnya.


Keyakinan Aprilia

Duo Aprilia: Jorge Martin dan Marco Bezzecchi diyakini bakal bersaing jadi juara dunia MotoGP 2026. (X/Aprilia)

Rivola juga menilai posisi start Bezzecchi menjadi faktor penting dalam hasil balapan.

"Bezzecchi punya keuntungan karena memulai dari posisi lebih depan dibanding yang lain, jadi dia diuntungkan dalam balapan," jelasnya.

Rivola menutup dengan keyakinan terhadap arah pengembangan tim.

"Kami ada di sana, kami benar-benar ada. Musim ini sangat panjang, tapi kami yakin pekerjaan yang kami lakukan menuju arah yang benar," imbuhnya.


Ducati Terus Berbenah

Marc Marquez terjatuh di MotoGP Mandalika 2025, Minggu (5-10-2025). (Dok. motogp.com)

Di sisi lain, Marc Marquez belum sekalipun naik podium pada balapan utama hari Minggu musim ini, meski sudah meraih dua kemenangan sprint, termasuk kemenangan dramatis di Jerez setelah sempat terjatuh pada sesi Sabtu.

Pembalap tim pabrikan Ducati itu masih berjuang memulihkan kondisi setelah cedera bahu serius yang dialaminya di Mandalika, Indonesia, Oktober tahun lalu.

Meski demikian, Marquez menunjukkan optimisme. Setelah tes pasca-balapan di Jerez, ia merasa Ducati mulai menemukan solusi untuk meningkatkan daya saing motor GP26.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait