Bola.com, Jakarta - PSSI secara resmi memberangkatkan 19 pemain Timnas Indonesia Putri U-17 ke Prancis pada Minggu, 3 Mei 2026. Mereka akan mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) intensif selama satu minggu di pusat sepak bola terkenal di dunia, Clairefontaine.
Program pemusatan latihan tersebut merupakan hasil kerjasama yang kuat antara PSSI dan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF).
Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memberikan pengalaman sepak bola di tingkat elite serta kurikulum pelatihan modern yang ditujukan bagi para pemain muda Indonesia.
Di Clairefontaine, para pemain Timnas Indonesia Putri U-17 akan menjalani berbagai sesi latihan teknis. Selain itu, mereka juga akan melakukan uji tanding dan mengamati sistem pengembangan pemain muda yang telah berhasil mencetak banyak bintang di kancah dunia.
Kesempatan Langka
Pelatih Timnas Indonesia Putri U-17, Timo Scheunemann, menjelaskan pengalaman menjalani pemusatan latihan di Prancis tidaklah mudah diperoleh. Ia menilai kesempatan ini merupakan suatu momen yang sangat berharga. Oleh karena itu,
Timo berharap agar para pemainnya tidak menyia-nyiakan peluang yang ada. Mereka harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Kesempatan berlatih di Clairefontaine adalah momentum langka. Kami ingin para pemain menyerap sebanyak mungkin ilmu, kedisiplinan, dan mentalitas profesional dari lingkungan sepak bola terbaik dunia,” ungkap Timo Scheunemann.
Perbaiki Kualitas
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada FFF karena telah memberikan kesempatan kepada Timnas Putri Indonesia U-17 untuk menjalani pelatihan di Prancis. Dia menegaskan ini merupakan langkah awal dari sebuah rencana besar untuk mentransformasi sepak bola putri di Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Perancis atas keterbukaan, dukungan, serta kesempatan yang diberikan kepada para pemain muda Indonesia untuk belajar langsung di lingkungan sepak bola kelas dunia," ujar Erick.
"Pengiriman pemain ke luar negeri bukan sekadar program jangka pendek, tetapi merupakan komitmen kami untuk menaikkan standar kualitas fisik, taktik, dan mental pemain Timnas agar mampu bersaing di level global," sambungnya.