Luis Enrique Latih Real Madrid Musim Depan? Kayaknya Enggak Dulu deh

Keberhasilan Luis Enrique membawa Paris Saint-Germain ke final UEFA Champions League kembali mengangkat statusnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 08 Mei 2026, 07:15 WIB
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, bereaksi pada akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League antara PSG dan Chelsea di Parc des Princes, Paris, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. (Julien De Rosa/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keberhasilan Luis Enrique membawa Paris Saint-Germain ke final UEFA Champions League kembali mengangkat statusnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Setelah memastikan tiket final usai menyingkirkan Bayern Munich di Allianz Arena, Enrique kini berpeluang mencetak sejarah baru di kompetisi elite Eropa tersebut.

Jika PSG mampu mengalahkan Arsenal di final Budapest pada 30 Mei mendatang, Enrique akan menjadi pelatih kedua yang sukses menjuarai Liga Champions secara beruntun. Sebelumnya, pencapaian itu hanya mampu dilakukan oleh Zinedine Zidane bersama Real Madrid pada periode 2016 hingga 2018.

Advertisement

Situasi itu memunculkan pertanyaan menarik di Spanyol. Di tengah krisis yang sedang dialami Real Madrid dan kemungkinan pergantian pelatih musim panas nanti, nama Luis Enrique justru hampir tidak pernah dikaitkan secara serius dengan Santiago Bernabeu. Padahal, Enrique adalah pelatih asal Spanyol dan pernah membela Real Madrid sebagai pemain pada periode 1991 sampai 1995.

Namun, hubungan rumit Enrique dengan Real Madrid membuat kemungkinan reuni tersebut dianggap nyaris mustahil. Masa lalunya bersama Barcelona menjadi alasan utama mengapa kedua pihak diyakini sulit bersatu kembali.

 


Luis Enrique Dianggap Tak Mungkin Latih Real Madrid

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (kanan) dan pemainnya, Ousmane Dembele, berselebrasi pada leg kedua semifinal Liga Champions melawan Bayern Munchen di Allianz Arena, Munich, Kamis (7/4/2026) dini hari WIB. (AFP/Odd Andersen)

Mantan bek Barcelona yang juga eks rekan setim Enrique, Abelardo Fernandez, ikut membahas isu tersebut saat tampil dalam siaran Movistar+ usai semifinal Liga Champions.

“Saya tidak ingin Luis Enrique pergi ke Real Madrid karena dia yang terbaik. Tapi itu akan luar biasa. Itu bakal jadi bom besar,” ujar Abelardo.

Komentar itu langsung ditanggapi mantan striker Real Madrid, Fernando Morientes. Menurut Morientes, hubungan masa lalu Enrique dengan Barcelona membuat peluang itu hampir mustahil terjadi.

“Saya tidak melihat itu akan terjadi dari kedua sisi. Florentino Perez tidak akan melihat Luis Enrique karena masa lalunya, dan Luis Enrique juga rasanya jauh lebih tidak tertarik kepada Real Madrid,” kata Morientes.

Saat ini, Enrique sendiri masih terikat kontrak bersama PSG hingga 2027. Namun, hubungan dingin dengan Madrid memang sudah berlangsung sangat lama.

 


Dari Madrid ke Barcelona, Hubungan Memburuk

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, memberi instruksi kepada Neymar dan Sergio Busquets saat melawan Malaga dalam lanjutan La Liga di Camp Nou, Barcelona, Sabtu (19/11/2016). (AFP/Lluis Gene)

Luis Enrique sebenarnya pernah menjadi bagian penting Real Madrid. Setelah tampil impresif bersama Sporting Gijon, ia direkrut Los Blancos dan tampil lebih dari 200 kali untuk klub ibu kota Spanyol tersebut.

Meski sempat memenangkan gelar La Liga pada 1995, Enrique mengaku tidak pernah benar-benar merasa dicintai suporter Madrid.

“Saya jarang sekali merasa dihargai oleh para pendukung Real Madrid,” ucap Enrique dalam sebuah kesempatan.

Situasi makin panas ketika Enrique memutuskan pindah ke Barcelona secara gratis pada musim panas 1996. Keputusan itu langsung memicu kontroversi besar karena rivalitas sengit kedua klub.

“Saya memang selalu penggemar Barca. Awalnya penggemar Sporting, lalu Barca. Setelah meninggalkan Madrid dan resmi bergabung, saya menelepon saudara saya yang memang fanatik Barca sejak kecil dan berkata, ‘Sekarang kita benar-benar akan menikmati semuanya’,” ujar Enrique.

Di Barcelona, Enrique justru berkembang menjadi ikon klub. Ia bahkan beberapa kali mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam laga El Clasico dan terkenal dengan selebrasi emosionalnya di depan publik Santiago Bernabeu.

“Bagi pemain Barca, selalu menyenangkan ketika dicemooh di Santiago Bernabeu,” katanya.

Hubungan itu semakin memburuk ketika Enrique sukses membawa Barcelona meraih treble pada 2015 sebagai pelatih. Belakangan, ia juga sempat dituding anti-Madrid saat menangani Timnas Spanyol karena hanya membawa sedikit pemain Real Madrid ke 2022 FIFA World Cup.

Bahkan saat ditanya soal kemungkinan melatih Real Madrid suatu hari nanti, Enrique menjawab dengan nada bercanda namun tegas.

“Saya rasa belum pernah ada orang dalam sejarah yang menjadi pemain dan pelatih untuk Barca dan Madrid. Saya sebenarnya bisa memecahkan rekor itu. Tapi saya tidak akan melakukannya,” ujar Enrique.


Persaingan di Liga Spanyol

Berita Terkait