6 Kiper dengan Clean Sheet Terbanyak pada Musim 2025/2026: David Raya Bikin Arsenal Berpeluang Ukir Double Winner

Berikut enam penjaga gawang dengan catatan nirbobol terbanyak sepanjang musim 2025/2026 versi Planet Football.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 13 Mei 2026, 11:30 WIB
Kiper Arsenal, David Raya, bereaksi setelah pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Bola.com, Jakarta - Musim 2025/2026 menjadi panggung sempurna bagi para penjaga gawang elite Eropa. Di tengah derasnya hujan gol dan ketatnya persaingan di level tertinggi, sederet kiper justru tampil bak tembok kukuh yang sulit ditembus.

Dari Serie A hingga Premier League, para penjaga gawang ini memainkan peran besar dalam perjalanan klub masing-masing. Namun, satu nama paling mencuri perhatian tentu saja David Raya.

Advertisement

Kiper asal Spanyol itu menjelma sosok krusial di balik laju impresif Arsenal musim ini. Tak hanya membawa The Gunners memimpin perburuan gelar juara Premier League, Raya juga sukses mengantar klub London Utara melangkah hingga final Liga Champions.

Pasukan Mikel Arteta tersebut kini berada di ambang sejarah dengan menorehkan double winner. Arsenal hanya tinggal selangkah lagi mengakhiri puasa gelar liga sejak musim 2003/2004, sekaligus memburu trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Di balik semua itu, kontribusi Raya begitu terasa. Penampilannya konsisten, refleksnya tajam, dan ketenangannya membuat lini belakang Arsenal terlihat sangat solid.

Tak heran jika namanya kini masuk jajaran kiper dengan clean sheet terbanyak di Eropa musim ini. Berikut enam penjaga gawang dengan catatan nirbobol terbanyak sepanjang musim 2025/2026 versi Planet Football.

 

 

 

 

 


6. Michele Di Gregorio – 14 Clean Sheet

Kiper Juventus, Michele Di Gregorio, melakukan penyelamatan atas tembakan pemain Real Madrid, Federico Valverde, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub di Miami Gardens, Florida, Rabu (2/7/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Michele Di Gregorio menjadi salah satu alasan mengapa Juventus tetap kompetitif di Serie A musim ini.

Kiper berusia 28 tahun itu sudah membukukan 14 clean sheet dan hanya kebobolan 23 gol dari 29 pertandingan liga.

Menariknya, performa Juventus sempat menurun saat Di Gregorio kehilangan tempat utama pada Maret lalu. Ketika Mattia Perin tampil menggantikannya, Si Nyonya Tua hanya meraih dua clean sheet dalam tujuh pertandingan.

Begitu kembali dipercaya, Di Gregorio langsung menunjukkan kualitasnya sebagai tembok utama Juventus.


5. Yann Sommer – 15 Clean Sheet

Hasil ini membuat Inter Milan naik ke peringkat pertama klasemen sementara Serie A Italia 2025/2026 dengan 39 poin dari 17 pertandingan, unggul satu poin dari AC Milan di posisi kedua. Tampak dalam foto, bek Inter Milan asal Brasil, Carlos Augusto (ketiga kiri) bersama kiper Inter Milan asal Swiss, Yann Sommer (tengah), dan gelandang Inter Milan asal Polandia, Piotr Zielinski (kanan) menyapa para penggemar di akhir pertandingan pekan ke-17 Serie A Italia melawan Bologna di Stadion San Siro, Milan, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Yann Sommer kembali membuktikan kualitasnya bersama Inter Milan.

Meski pertahanan Inter musim ini tak setangguh era klasik Italia, Sommer tetap mampu menjaga konsistensi di bawah mistar.

Nerazzurri memang tampil sangat ofensif dengan torehan gol luar biasa sepanjang musim, tetapi lini belakang mereka beberapa kali terlihat rapuh saat menghadapi tim-tim besar.

Namun, di tengah situasi tersebut, Sommer masih mampu mencatatkan 15 clean sheet dan menjadi salah satu fondasi penting keberhasilan Inter meraih Scudetto ke-21.


4. Joan Garcia – 15 Clean Sheet

Kiper Barcelona asal Spanyol #01, Joan Garcia, bertepuk tangan sebelum pertandingan Joan Gamper Trophy ke-60 antara FC Barcelona dan Como 1907 di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, pada 10 Agustus 2025. (Josep LAGO/AFP)

Keputusan Barcelona mendatangkan Joan Garcia dari rival sekota, Espanyol, mulai terlihat sebagai langkah jenius.

Di tengah menurunnya performa Marc-Andre ter Stegen, Garcia tampil luar biasa bersama Blaugrana.

Kiper muda Spanyol itu beberapa kali menjadi penyelamat Barcelona lewat refleks cepat dan penyelamatan krusial, terutama ketika garis pertahanan tinggi racikan Hansi Flick mudah ditembus lawan.

Jika mampu menjaga performanya, Garcia diyakini bakal masuk jajaran kiper elite dunia dalam beberapa tahun mendatang.


3. Mile Svilar – 16 Clean Sheet

Kiper AS Roma, Mile Svilar. (MIGUEL RIOPA / AFP)

Mile Svilar diam-diam menjalani musim yang sangat impresif bersama AS Roma.

Di tengah proses adaptasi Roma dengan gaya permainan baru, Svilar menjadi sosok yang menjaga stabilitas tim.

Catatan 16 clean sheet membuat namanya mulai dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa. Bahkan, Inter Milan disebut tertarik menjadikannya penerus Yann Sommer di masa depan.

Usianya yang masih relatif muda membuat Svilar menjadi salah satu aset paling menarik di Serie A saat ini.


2. Jean Butez – 18 Clean Sheet

Penjaga gawang Como, Jean Butez (1), merayakan kemenangan bersama rekan setimnya usai laga perempat final Piala Italia melawan Napoli, Selasa, 10 Februari 2026, di Napoli, Italia. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Nama Jean Butez mungkin belum terlalu populer dibanding kiper elite lain di Eropa, tetapi statistiknya musim ini berbicara banyak.

Bersama Como, Butez sukses mencatatkan 18 clean sheet, jumlah terbanyak di lima liga top Eropa sejauh ini.

Kiper asal Prancis itu memang tak selalu tampil spektakuler. Namun, konsistensi dan organisasi pertahanan Como racikan Cesc Fabregas membuatnya tampil sangat efektif.

 


1. David Raya – 18 Clean Sheet

Apalagi, gol kedua Wolves terjadi pada menit injury time babak kedua yang berawal dari blunder David Raya. (AFP/Paul Ellis)

Tak berlebihan jika menyebut David Raya sebagai salah satu kiper terbaik dunia musim ini.

Bersama Arsenal, Raya sukses merebut Golden Glove Premier League untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia mengikuti jejak legenda seperti Pepe Reina dan Joe Hart.

Pada awal musim, kokohnya sistem pertahanan Arsenal membuat Raya sering terlihat “menganggur”. Namun, saat performa The Gunners sempat menurun dalam beberapa pekan terakhir, kualitas asli Raya benar-benar terlihat.

Penyelamatan demi penyelamatan penting sukses ia lakukan untuk menjaga Arsenal tetap berada di jalur juara.

Jika Arsenal akhirnya mengangkat trofi Premier League dan Liga Champions musim ini, nama David Raya jelas pantas ditempatkan di barisan terdepan para pahlawan The Gunners.

Berita Terkait