Hak Siar Piala Dunia 2026 di China Akhirnya Laku, tapi Murah, FIFA Gagal Capai Target

FIFA dipaksa turun harga demi mengamankan pasar China untuk Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Mei 2026, 15:30 WIB
Logo Piala Dunia 2026. (FIFA)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya mencapai kesepakatan hak siar Piala Dunia 2026 di China hanya 27 hari sebelum laga pembuka turnamen dimulai. Namun, nilai kontraknya jauh di bawah angka yang sebelumnya diharapkan badan sepak bola dunia tersebut.

Dalam pernyataan resmi pada Jumat waktu setempat, FIFA mengumumkan kerja sama dengan China Media Group untuk hak siar empat edisi Piala Dunia hingga 2031. Kesepakatan itu mencakup dua Piala Dunia putra dan dua Piala Dunia putri.

Advertisement

Termasuk di dalamnya Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni mendatang.

Piala Dunia 2026 memakai format baru dengan 48 tim dan total 104 pertandingan, meski China gagal lolos ke putaran final.

Media milik pemerintah China melaporkan nilai hak siar Piala Dunia 2026 berada di angka 60 juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun).

Jumlah itu jauh lebih rendah dibanding target awal FIFA. Dalam beberapa pekan terakhir, media China menyebut FIFA sempat meminta nilai hingga 300 juta dolar AS sebelum akhirnya menurunkan tuntutan mereka mendekati tenggat waktu kesepakatan.


Komentar FIFA

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, tiba untuk pertandingan Grup A Piala Dunia Antarklub 2025 antara Al-Ahly Mesir dan Inter Miami AS di stadion Hard Rock di Miami pada 14 Juni 2025. (ROBERTO SCHMIDT / AFP)

Akan tetapi, sampai saat ini, FIFA juga belum mengumumkan kesepakatan hak siar untuk wilayah India.

"Sangat menyenangkan karena kami akhirnya mencapai kesepakatan dengan CMG," kata Mattias Grafstrom, Sekretaris Jenderal FIFA, dalam pernyataan resmi FIFA.

Grafstrom berada di China pekan ini dan juga melakukan pertemuan dengan pejabat Federasi Sepak Bola China (CFA).

Posisi tawar FIFA di pasar China memang dinilai tidak sekuat biasanya. Satu di antara penyebabnya adalah perbedaan waktu yang mencapai 15 jam antara Beijing dan 16 kota tuan rumah di Amerika Utara.


Sumber Investasi Besar

Topi dan barang dagangan lainnya untuk Piala Dunia 2026 dipajang di sebuah toko di Pasar Perdagangan Internasional Yiwu di Yiwu, provinsi Zhejiang, China timur, pada 17 September 2025. Kekhawatiran tarif merugikan pesanan barang dagangan Piala Dunia di pabrik rajutan Shang Yabing di China, di mana rak-rak syal menampilkan logo tim nasional dari Irlandia hingga Tanzania. Produsen di pusat ekspor China, Yiwu, biasanya sudah dibanjiri pesanan Piala Dunia menjelang turnamen sepak bola musim panas mendatang, yang kali ini diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. (Jade GAO/AFP)

Meski begitu, perusahaan-perusahaan China tetap menjadi satu di antara sumber investasi besar untuk Piala Dunia 2026 yang diproyeksikan menghasilkan lebih dari 11 miliar dolar AS bagi FIFA.

Perusahaan teknologi Lenovo kini menjadi satu dari delapan sponsor utama FIFA. Sementara itu, perusahaan susu Mengniu dan produsen elektronik Hisense menandatangani kerja sama di level sponsor kedua.

Sebelumnya, konglomerasi China Wanda juga pernah memiliki kontrak jangka panjang dengan FIFA sejak 2016. Namun, kerja sama tersebut berakhir dua tahun lalu.


Ambisi China Melambat

Ekspresi kecewa pemain China setelah kalah dari Australia pada laga lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Adelaide Oval, Adelaide, Australia, Kamis (10/10/2024). (AP Photo/James Elsby)

Nilai hak siar untuk Piala Dunia 2030 tidak diumumkan. Padahal, China sempat dipandang sebagai calon kuat tuan rumah sebelum ambisi mereka melambat akibat pandemi COVID-19.

Piala Dunia 2030 nantinya sebagian besar digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Selain itu, masing-masing satu pertandingan dijadwalkan berlangsung di Argentina, Paraguay, dan Uruguay sebagai penghormatan kepada tuan rumah pertama Piala Dunia 1930.

Untuk sepak bola putri, Piala Dunia 2027 akan berlangsung di Brasil. Sementara Piala Dunia Putri 2031 rencananya digelar terutama di Amerika Serikat bersama Meksiko, Kosta Rika, dan Jamaika.

Keputusan tuan rumah Piala Dunia Putri 2031 tersebut masih menunggu pengesahan resmi dari federasi anggota FIFA pada November mendatang.

 

Sumber: AP News

Berita Terkait