Aturan Baru Piala Dunia 2026: Dilarang Tutup Mulut saat Bicara Berpotensi Picu Hujan Kartu Merah

Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah aturan baru yang berpotensi mengubah perilaku pemain di lapangan.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 17 Mei 2026, 11:45 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah aturan baru yang berpotensi mengubah perilaku pemain di lapangan. Salah satu aturan yang paling menyita perhatian adalah larangan bagi pemain menutupi mulut saat berbicara dengan lawan atau wasit.

Aturan baru dari FIFA tersebut memungkinkan wasit langsung memberikan kartu merah kepada pemain yang kedapatan menutupi mulut ketika terlibat konfrontasi di lapangan.

Advertisement

Mantan wasit FIFA sekaligus analis FOX Sports, Christina Unkel, menilai aturan itu bisa memunculkan konsekuensi yang tidak diinginkan selama turnamen berlangsung.

Menurut Unkel, kebiasaan pemain menutupi mulut saat berbicara sudah terlalu melekat dalam sepak bola modern. Banyak pemain melakukannya agar ucapan mereka tidak terbaca kamera atau lip reader.

“Pemain sudah sangat terbiasa melakukan itu. Saya rasa akan ada banyak perdebatan soal seberapa ketat wasit menerapkan aturan tersebut,” ujar Unkel.


Kasus Vinicius

Penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior, menunjukkan angka 15 selama pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 10 Mei 2026. (Josep LAGO / AFP)

Aturan ini disebut muncul setelah kasus pemain Gianluca Prestianni yang mendapat hukuman enam pertandingan akibat dugaan komentar rasis kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior.

Selain larangan menutupi mulut, FIFA juga memperkenalkan aturan baru lain di Piala Dunia 2026. Pemain maupun pelatih kini bisa langsung mendapat kartu merah jika meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.

Peraturan tersebut dibuat setelah insiden kontroversial ketika tim nasional Senegal national football team sempat melakukan walk out selama 14 menit saat menghadapi Morocco national football team di final Piala Afrika.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim dan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.


Upaya FIFA

Dalam Sidang Terbaru IFAB yang digelar Sabtu lalu, disepakati bahwa aturan tersebut akan difinalisasi sebagai regulasi baru sebelum Piala Dunia 2026.

Aturan itu pun secara tidak resmi mulai disebut sebagai "Undang-Undang Vinicius (Vinicius law)".

Langkah ini dipandang sebagai bukti keseriusan FIFA dalam memperkuat upaya melawan rasisme di sepak bola.

Kebijakan tersebut juga diperkirakan akan disambut positif oleh Real Madrid, yang terus memberikan dukungan kepada Vinicius di tengah proses penyelidikan UEFA terhadap Prestianni serta insiden tak menyenangkan yang terjadi di Estadio da Luz, 12 hari lalu.

 

Sumber: FOX

Berita Terkait