Diky Soemarno Pamit dari Ketua The Jakmania, Laga Persija Vs Semen Padang Jadi Perpisahan Setelah Memimpin 6 Tahun

Ketua The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, menyampaikan salam perpisahan setelah enam tahun memimpin organisasi suporter Persija Jakarta tersebut.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 17 Mei 2026, 18:45 WIB
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, saat bermain FIFA 20 di Kantor KLY, Gondangdia, Kamis (25/6/2020). Acara bertajuk BOLA Esports Challenge ini mempertemukan pemain Persija dengan The Jakmania pada pertandingan FIFA 20. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ketua The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, menyampaikan salam perpisahan setelah enam tahun memimpin organisasi suporter Persija Jakarta tersebut. Momen perpisahan itu disampaikan menjelang pekan terakhir BRI Super League 2025/2026.

Laga Persija kontra Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada 24 Mei 2026 akan menjadi partai terakhir Diky sebagai orang nomor satu di The Jakmania.

Advertisement

Diky telah memimpin The Jakmania selama enam tahun dan dalam dua periode atau menjadi batas maksimal sesuai peraturan organisasi. Kepengurusan pertama pada 2020-2023 dan era kedua pada 2023-2026.

Diky mengungkapkan bahwa ia datang enam tahun lalu dengan satu tujuan sederhana, menjaga The Jakmania sebaik mungkin. Dia menyebut organisasi tersebut bukan sekadar kelompok suporter, tetapi rumah yang membesarkan dirinya.

"Enam tahun lalu saya datang dengan satu keyakinan sederhana. Bahwa saya ingin menjaga rumah ini sekuat yang saya bisa. Rumah bernama The Jakmania," tulis Diky dalam akun media sosial The Jakmania, @InfokomJakmania, Minggu (17/5/2026).

"Rumah yang membesarkan saya, membentuk saya, dan membuat saya percaya bahwa cinta kepada Persija bukan sekadar soal sepak bola, tapi soal harga diri, loyalitas, dan kehidupan," jelasnya.


2 Periode

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, saat bermain FIFA 20 di Kantor KLY, Gondangdia, Kamis (25/6/2020). Acara bertajuk BOLA Esports Challenge ini mempertemukan pemain Persija dengan The Jakmania pada pertandingan FIFA 20. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selama dua periode kepemimpinannya, Diky menyebut banyak tantangan berhasil dilewati bersama seluruh anggota The Jakmania. Satu di antara momen paling sulit yang dihadapi adalah menjaga organisasi tetap berjalan setelah pandemi Covid-19.

Dia juga menyinggung sejumlah perubahan yang dilakukan selama menjabat Ketua The Jakmania. Diky mengaku berusaha membuat organisasi menjadi lebih tertata dengan sistem yang lebih jelas.

"Pada 23 Mei 2026 adalah pertandingan di mana perjalanan itu sampai di ujungnya. Dua periode sudah saya jalani," tutur Diky.

"Banyak hal berhasil kita lewati bersama. Kita menjaga Jakmania tetap hidup di masa-masa sulit setelah pandemi."

"Kita membuat organisasi ini lebih tertata dengan sistem keanggotaan dan identitas yang lebih jelas. Kita menjaga tribun tetap ada ketika banyak orang meragukan," ucap pria yang populer dengan nama Diky Soemarno itu.


Ungkapan Diky Soemarno

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, saat bermain FIFA 20 di Kantor KLY, Gondangdia, Kamis (25/6/2020). Acara bertajuk BOLA Esports Challenge ini mempertemukan pemain Persija dengan The Jakmania pada pertandingan FIFA 20. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain melakukan pembenahan internal, Diky mengatakan The Jakmania juga membuka lebih banyak kerja sama dengan berbagai pihak. Menurutnya, langkah itu dilakukan agar nama organisasi makin dihormati sebagai kelompok suporter besar di Indonesia.

"Kita memperluas kolaborasi, membuka banyak pintu yang dulu tertutup, menjaga hubungan dengan banyak pihak, dan berusaha membuat nama Jakmania semakin dihormati sebagai kelompok suporter besar di Indonesia," tuturnya.

Namun, Diky mengakui ada satu target besar yang belum berhasil diwujudkan selama memimpin The Jakmania. Dia merasa gagal membawa Persija kembali menjadi juara Liga Indonesia.

Menurut Diky, pencapaian di luar lapangan tidak akan pernah terasa lengkap tanpa gelar juara untuk Persija. Karena itu, ia meminta maaf kepada seluruh The Jakmania atas kegagalan tersebut.

"Tapi saya tahu, semua itu tetap tidak akan pernah terasa cukup karena ada satu hal yang belum berhasil saya berikan, yaitu membawa Persija juara," papar Diky.

"Dan untuk itu, saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh Jakmania. Karena saya tahu, sebesar apa pun usaha yang sudah dilakukan, sebagus apa pun perbaikan yang terjadi, sebaik apa pun pandangan orang lain kepada kita, pada akhirnya yang paling diingat dalam sepak bola adalah piala."

"Saya gagal membawa Persija kembali menjadi juara liga di masa kepemimpinan saya. Dan itu akan selalu menjadi luka sekaligus penyesalan yang saya bawa," terangnya.


6 Tahun Sebagai Ketua The Jakmania

Diky juga menyadari selama enam tahun memimpin pasti ada keputusan dan perkataan yang mengecewakan banyak pihak. Namun, ia memastikan seluruh amanah itu dijalankan dengan rasa cinta kepada Persija dan The Jakmania.

"Saya juga sadar selama enam tahun ini pasti banyak keputusan saya yang mengecewakan, banyak ucapan saya yang menyakiti, dan banyak harapan yang belum bisa saya wujudkan," ujar Diky.

"Saya bukan ketua yang sempurna. Saya sering salah, sering gagal, dan mungkin belum bisa menjadi pemimpin yang menyenangkan untuk semua pihak.”

"Tapi percayalah, tidak pernah sekalipun saya menjalankan amanah ini tanpa rasa cinta kepada Persija dan Jakmania," ucapnya.


Minta Maaf atas Kegagalan

Diky menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota The Jakmania yang terus mendukung selama dirinya menjabat. Dia berharap organisasi tersebut tetap berkembang dan menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pencinta Persija.

"Terima kasih untuk semua yang pernah berdiri bersama saya. Seluruh Pengurus Inti, Pengurus Wilayah, Pengurus Pusat, mantan pengurus, dan seluruh Jakmania yang mendukung, mengkritik, memarahi, bahkan yang membenci saya," terang Diky.

"Karena semuanya membuat saya belajar bahwa memimpin organisasi sebesar Jakmania bukan soal menjadi orang paling disukai, tapi soal tetap bertahan menjaga rumah ini di tengah begitu banyak tekanan dan perbedaan."

"Semoga Jakmania bisa menjadi organisasi yang lebih baik, lebih dewasa, lebih kuat, dan bisa menjadi rumah yang menyenangkan untuk semua orang yang mencintai Persija."

"Karena pada akhirnya, nama ketua umum akan datang dan pergi. Tapi Jakmania harus tetap hidup, tetap besar, dan tetap berdiri untuk Persija. Sekali lagi, saya minta maaf untuk semua kegagalan saya. Terus jaga The Jakmania dan Persija," kata Diky mengakhiri.

Berita Terkait