Bola.com, Jakarta - Penyerang veteran Barcelona, Robert Lewandowski, mengaku akan selalu membawa Barcelona di hatinya setelah menjalani laga kandang terakhir bersama klub asal Catalunya tersebut.
Momen emosional itu terjadi saat Barcelona menutup musim kandang mereka dengan kemenangan 3-1 atas Real Betis pada lanjutan Liga Spanyol 2025/2026, Minggu (18/5/2026) malam waktu setempat.
Dua gol Raphinha dan satu gol Joao Cancelo memastikan kemenangan Barcelona di pertandingan tersebut. Hasil itu sekaligus membuat tim asuhan Hansi Flick mencatat sejarah sebagai tim pertama yang menyapu bersih seluruh laga kandang dalam satu musim La Liga berformat 38 pertandingan.
Namun, sorotan utama justru tertuju kepada Lewandowski. Striker asal Polandia itu tampak menahan air mata ketika ditarik keluar pada menit ke-85. Bahkan setelah duduk di bangku cadangan, ia beberapa kali kembali berdiri dan melambaikan tangan kepada para suporter yang memberikan penghormatan panjang di Stadion Camp Nou.
Kepergian Lewandowski menandai akhir perjalanan penting sang striker bersama Barcelona sejak datang dari Bayern Munich pada 2022. Saat itu, Barcelona tengah berada dalam masa transisi usai kehilangan Lionel Messi dan sempat puasa gelar Liga Spanyol selama tiga musim.
Selama empat musim di Barcelona, Lewandowski berhasil membantu Blaugrana meraih tiga gelar La Liga, satu Copa del Rey, serta tiga trofi Supercopa de Espana.
Secara statistik, kontribusinya juga luar biasa. Dari total 192 pertandingan bersama Barcelona, Lewandowski sukses mencetak 199 gol dengan rata-rata satu gol setiap 118 menit.
Dari jumlah tersebut, 82 gol lahir di La Liga, 23 gol di Liga Champions, tujuh gol di Copa del Rey, enam gol di Supercopa de Espana, serta satu gol di Liga Europa.
Lewandowski: Saya Akan Selalu Membawa Barcelona di Hati
Dalam pidato perpisahannya seusai laga, Lewandowski mengaku sangat emosional meninggalkan stadion yang selama empat tahun terakhir menjadi rumah keduanya.
“Bagi saya, ini hari yang sangat emosional dan sangat sulit,” ujar Lewandowski.
“Saat datang ke Barcelona, saya tahu klub ini luar biasa. Tetapi berkat cinta dari kalian semua, semuanya menjadi begitu spesial.”
“Sejak hari pertama saya merasa seperti berada di rumah sendiri. Saya tidak akan pernah melupakan ketika kalian menyanyikan nama saya. Terima kasih untuk rekan-rekan setim, para pelatih, dan seluruh staf.”
“Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain untuk klub ini. Kami mengalami banyak momen hebat selama empat tahun terakhir dan saya sangat bangga atas semua yang telah kami capai bersama.”
“Saya meninggalkan stadion ini, tetapi saya akan selalu membawa Barcelona di hati saya. Terima kasih banyak untuk seluruh fans. Sekali Barca, tetap Barca,” lanjutnya.
Pada pertandingan tersebut, Lewandowski juga mendapat kehormatan mengenakan ban kapten. Meski gagal mencetak gol, para pemain Barcelona tetap berusaha membantu sang striker mendapatkan momen spesial di laga perpisahannya.
Raphinha Ungkap Alasan Lewandowski Jadi Kapten
Raphinha mengungkapkan bahwa keputusan memberikan ban kapten kepada Lewandowski diambil oleh kelompok pemimpin tim sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Saya, Ronald, dan Pedri membicarakannya pagi tadi. Itu hal paling kecil yang bisa kami lakukan untuknya. Merupakan sebuah kehormatan bisa menikmati momen ini bersamanya,” kata Raphinha.
“Sejak datang ke sini, dia sudah memberikan kontribusi luar biasa. Saya pikir penghormatan ini memang layak dia dapatkan.”
“Kami tentu ingin dia mencetak gol, tetapi yang paling penting adalah rasa kasih sayang yang kami miliki untuknya. Saya bersyukur bisa satu ruang ganti dengannya,” lanjut winger asal Brasil tersebut.
Meski sudah menjalani laga kandang terakhir, Lewandowski masih berpeluang memainkan satu pertandingan pamungkas bersama Barcelona saat menghadapi Valencia pada pekan terakhir La Liga musim ini.