Akademi Merah Putih Malut United-SL Benfica: Akulturasi dan Filosofi Sepak Bola Maluku dan Portugal untuk Talenta Muda

Akademi Merah Putih lahir dari inisiatif pemilik klub untuk mengangkat kehidupan anak yatim piatu dan keluarga tidak mampu melalui sepak bola. Peresmian dilakukan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 20 Mei 2026, 17:15 WIB
 Akademi Merah Putih Malut United-SL Benfica.

Bola.com, Jakarta - Hubungan dagang Ternate dengan Portugis sudah terjalin sejak abad ke-15, meski sempat retak karena intrik politik. Kini, Portugal melalui SL Benfica kembali merajut kerja sama dengan klub asal Maluku Utara, Malut United, kali ini di dunia sepak bola.

Kedua pihak resmi menandatangani kerja sama teknis selama lima tahun untuk mendirikan Akademi Merah Putih. Akademi ini fokus pada pengembangan pesepakbola usia dini, khususnya anak berusia 7-9 tahun, dengan kurikulum dan metodologi dari Benfica.

Advertisement

Malut United yang berdiri pada 2023 mengusung filosofi membuka kesempatan, membangun harapan, dan berbagi kebahagiaan. Filosofi tersebut selaras dengan semangat sosial yang dibawa Benfica dalam kerja sama ini.

Akademi Merah Putih lahir dari inisiatif pemilik klub untuk mengangkat kehidupan anak yatim piatu dan keluarga tidak mampu melalui sepak bola. Peresmian dilakukan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

 


Kerja Sama Berlaku Lima Tahun

Malut United FC resmi melangkah ke babak baru pengembangan sepak bola Indonesia bagian timur. Klub asal Maluku Utara itu mengumumkan kerja sama dengan raksasa Portugal, SL Benfica, untuk membangun Akademi Merah Putih, sebuah program pembinaan pemain muda yang diproyeksikan mencetak talenta kelas internasional. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Kerja sama awal antara Malut United dan SL Benfica berdurasi lima tahun. Akademi Merah Putih akan fokus membangun talenta anak usia 7-9 tahun dengan kurikulum dan metodologi dari SL Benfica.

"Kerja sama awal antara Malut United dan SL Benfica berdurasi 5 tahun. Akademi Merah Putih akan fokus membangun talenta anak usia 7-9 tahun dengan kurikulum dan metodologi dari SL Benfica yang merupakan salah satu klub dengan pengembangan usia muda terbaik di dunia," kata Dirk Soplanit, Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera.

Selain pengembangan teknis, Akademi Merah Putih juga menekankan pembangunan karakter dan aspek agama. Klub meyakini iman dan sepak bola harus berjalan beriringan untuk membawa peserta meraih kehidupan lebih baik.

Benfica sebagai pemilik salah satu akademi terbaik dunia juga memiliki filosofi serupa yang menggabungkan pengembangan talenta dengan nilai kemanusiaan.

"Benfica memiliki akademi terbaik di dunia. Sehingga kami juga bertanggung jawab untuk memberikan akses metodologi pengembangan usia dini terbaik kepada komunitas. Penting untuk membimbing para peserta sebagai manusia dan calon pesepak bola yang baik," ujar Lourenco Ferreira, Benfica International Business Manager.

 


Filosofi Benfica: Mentalitas Pemenang dan Permainan Menyerang

Perwakilan Benfica akan membawa filosofi klub yang sudah teruji di Benfica Campus. Fokus utama meliputi mentalitas pemenang, ketangguhan, permainan menyerang, dan mencetak banyak gol.

"Benfica selalu fokus pada mentalitas pemenang, ketangguhan, bermain menyerang, dan mencetak banyak gol. Filosofi inilah yang akan berusaha kami berikan dalam kerja sama dengan Malut United," tutur Davide Manuel, Benfica International Technical Coordinator.

Davide menambahkan bahwa karakteristik pemain muda Benfica adalah kemampuan teknis tinggi yang diasah melalui passing, dribbling, dan shooting dalam permainan berintensitas tinggi.

Potensi Besar dari Kemiripan Gaya Bermain

Dirk Soplanit melihat adanya kesamaan antara gaya sepak bola Maluku dan Portugal, yaitu cepat, agresif, dan mengandalkan skill individu.

"Gaya bermain sepak bola Maluku dan Portugal ada kemiripan. Main cepat, agresif dengan mengandalkan skill tinggi. Style ini akan kami kembangkan bersama di Akademi Merah Putih," tutur Dirk Soplanit.

Kerja sama ini diharapkan menjadi warisan jangka panjang bagi sepak bola Indonesia, khususnya di wilayah Timur, dengan menghasilkan talenta berkualitas yang dibangun dari usia dini secara berkelanjutan.

Berita Terkait