PB Akuatik Indonesia Temui Gubernur Koster, Bahas Persiapan Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Renang Internasional

Bali akan menjadi tuan rumah dua kejuaraan renang perairan terbuka internasional yang akan digelar pada Juni 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 20 Mei 2026, 14:55 WIB
Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat bersama PB AI Provinsi Bali melakukan kunjungan dan audiensi resmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (20/5/2026). (Merdeka.com)

Bola.com, Jakarta - Bali akan menjadi tuan rumah dua kejuaraan renang perairan terbuka internasional yang akan digelar pada Juni 2026. Ajang tersebut sekaligus diharapkan menjadi momentum penguatan sport tourism di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata.

Sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan event tersebut, Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat bersama PB AI Provinsi Bali melakukan kunjungan dan audiensi resmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (20/5/2026).

Advertisement

Pertemuan tersebut membahas persiapan Bali sebagai tuan rumah dua kejuaraan renang perairan terbuka internasional tersebut. 

Dua event tersebut akan berlangsung yakni A•stream Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026. Kedua ajang internasional itu dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Juni 2026 di Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Ketua Harian PB AI, Harlin E Rahardjo, mengatakan Gubernur Bali memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

"Beliau (Gubernur Koster) sangat mendukung kejuaraan ini, dan juga berpesan bahwa event ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan sport tourism di Bali," kata Harlin.

 


Diikuti Lebih dari 17 Negara

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat bersama PB AI Provinsi Bali melakukan kunjungan dan audiensi resmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (20/5/2026). (Merdeka.com)

Harlin menyebut kejuaraan ini diperkirakan diikuti peserta dari lebih dari 17 negara dengan total peserta mencapai 300 hingga 400 atlet.

Jumlah pengunjung diprediksi jauh lebih besar karena turut dihadiri ofisial serta keluarga peserta yang datang ke Bali.

"Apalagi peserta dari kejuaraan ini mencapai lebih dari 17 negara. Jadi ada sekitar 300-400 orang yang akan ikut belum lagi ofisial dan juga keluarganya," imbuhnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi internasional menjadi peluang besar bagi Bali untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada dunia.

 

 


Kesenian Bali dan UMKM akan Dilibatkan

Selain pertandingan olahraga, panitia juga akan menghadirkan berbagai kesenian khas Bali selama penyelenggaraan acara. Tidak hanya itu, pelaku UMKM lokal akan dilibatkan untuk memamerkan dan menjual produk-produk khas Pulau Dewata.

"Jadi nanti selain dari event olahraga ada juga disuguhkan kesenian-kesenian khas Bali. Kemudian juga nanti kita harapkan mereka bisa berbelanja oleh-oleh khas Bali," jelasnya.

Ketua PB AI Provinsi Bali, Komang Takuaki Banuartha, menambahkan pihaknya juga menyiapkan sejumlah destinasi wisata yang dapat dikunjungi para peserta selama berada di Bali.

"Jadi kita akan mengarahkan mereka juga selain berlomba tapi juga menikmati makanan, menikmati keindahan alam dan keindahan wisata, tempat-tempat wisata. Dan juga tidak lupa mereka bisa beli oleh-oleh di Bali. Mudah-mudahan dengan dukungan bapak Gubernur ini bisa sukses eventnya dan lancar semuanya," ungkapnya.

 


Jadi Kehormatan bagi Indonesia

Komang menjelaskan kejuaraan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang berpindah-pindah negara. Tahun ini, Indonesia dipercaya oleh Asian Akuatik untuk menjadi penyelenggara. Menurutnya, penunjukan Bali sebagai tuan rumah menjadi kehormatan tersendiri sekaligus menunjukkan daya tarik Pulau Dewata di mata dunia internasional.

"Ini memang suatu kehormatan dan ini salah satu yang terbesar dari kepesertaan karena mungkin dari daya tarik Bali ini," ujarnya.

Ia menambahkan peserta tidak hanya berasal dari negara-negara Asia, tetapi juga dari Australia hingga warga asing yang tinggal di Bali.

"Nanti akan ada dari Australia kali. Jadi yang dekat Australia ada, terus ada orang-orang asing yang sedang tinggal di Bali juga akan ikut. Jadi akan banyak, terutama negara-negara tetangga itu banyak yang ikut," jelasnya.

 


Kejuaraan Asian Open Water Kembali ke Bali Setelah 2008

Komang menyebut penyelenggaraan Asian Open Water Swimming Championships di Bali kali ini menjadi yang kedua setelah terakhir digelar pada 2008 silam.

"Kalau kejuaraan Asian ini mungkin yang kedua karena yang pertama 2008 udah lama sekali. Kalau Asia Tenggara kita pernah bikin dua tahun lalu tapi lebih kecil, kalau ini lebih besar," ujarnya.

Ia berharap event internasional tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian daerah secara keseluruhan.

"Harapannya semoga event ini bisa memberikan dampak kepada masyarakat Bali. Tidak hanya tadi di dalam bidang olahraga tapi juga di dalam bidang pariwisata, UMKM dan bisa menggerakkan ekonomi Bali juga. Dan mudah-mudahan memberikan kesan positif terhadap Indonesia, khususnya Bali kepada para peserta ini yang juga wisatawan," ujarnya. 

Berita Terkait