Jelang Final Liga Champions, Luis Enrique Puji Arsenal Setinggi Langit: Tim Paling Mengerikan Tanpa Bola

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, melontarkan pujian tinggi kepada Arsenal menjelang pertemuan kedua klub di final Liga Champions 2025/2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 21 Mei 2026, 18:45 WIB
Pelatih asal Spanyol, Luis Enrique,dikabarkan sudah ingin tinggalkan PSG gara-gara rumor dan tekanan kepada Kylian Mbappe. Dia mulai merasa tak nyaman melatih di klub asal Paris itu (AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, melontarkan pujian tinggi kepada Arsenal menjelang pertemuan kedua klub di final Liga Champions 2025/2026, Sabtu (23/5/2026) pukul 23.00 WIB. Menurutnya, The Gunners mampu menghadirkan ancaman nyata bagi klubnya. 

Luis Enrique mengatakan Arsenal sepenuhnya pantas menjadi juara Premier League setelah menunggu selama 22 tahun. Mereka mengunci gelar Liga Inggris setelah rival mereka, Manchester City, ditahan 1-1 oleh Bournemouth.

Advertisement

Para pemain Arsenal merayakan dengan gegap gempita gelar yang sangat ditunggu-tunggu itu. Declan Rice, Bukayo Saka, Eberechi Eze, dan Jurrien Timber terlihat berada di Emirates Stadium hingga dini hari setelah ribuan suporter Arsenal memadati jalanan sekitar stadion untuk berpesta sepanjang malam.

Arsenal akan kembali fokus menghadapi laga terakhir Premier League melawan Crystal Palace pada Minggu (24/5/2026). Setelah pertandingan itu, Tim Meriam London akan menerima trofi juara sebelum mengalihkan perhatian ke final Liga Champions di Budapest pada 30 Mei.

 


Ancaman Arsenal

Gelandang Arsenal, Declan Rice, berbicara kepada rekan-rekan setimnya dalam pertandingan leg kedua perempat final UEFA Champions League antara Arsenal dan Sporting CP di Emirates Stadium, London utara, pada 15 April 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Luis Enrique sangat memahami ancaman yang akan dibawa Arsenal. Akan tetapi, ia tetap yakin skuadnya mampu menandingi mereka saat PSG berusaha mempertahankan gelar Liga Champions.

“Saya pikir mereka pantas memenangkan liga. Mereka menjalani musim yang luar biasa,” kata Luis Enrique dalam konferensi pers, seperti dikutip ESPN, Kamis (21/5/2026). 

“Kami sudah pernah menghadapi Arsenal ini (di semifinal musim lalu), jadi kami tahu apa yang mampu mereka lakukan. Tanpa bola, mereka adalah tim terbaik di dunia, dan dengan bola mereka bisa mencetak banyak gol. Itu kombinasi yang luar biasa bagi mereka." 

“Masuk akal jika kami menghadapi mereka di final. Kami bisa menantikan final yang benar-benar hebat," imbuh Enrique. 

 


Enrique Ungkap Kekuatan Arsenal

Luis Enrique masih yakin dengan peluang Roma ke Liga Champions (c) AFP

Setelah Arsenal tiga musim beruntun finis sebagai runner-up Premier League, Luis Enrique menilai keberhasilan The Gunners kali ini merupakan buah dari determinasi Arteta.

“Ketika melihat statistik Arsenal, Anda bisa melihat bahwa Mikel Arteta adalah sosok pemimpin sebagai pelatih yang menanamkan mentalitas juara ke dalam tim,” ujar Luis Enrique.

“Mereka terus berkembang selama beberapa musim terakhir; mereka mencintai penguasaan bola, tetapi tanpa bola mereka adalah tim terbaik di Eropa."

“Mereka memenangkan Premier League dan mencapai final Liga Champions tahun ini setelah mencapai semifinal musim lalu. Mereka pantas berada di sana, dan Arteta menanamkan semangat kompetitif kepada para pemainnya," sambung dia. 

 


Fokus pada Diri Sendiri

Gelandang Portugal Paris Saint-Germain bernomor punggung 17, Vitinha, dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan tim mereka di akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

PSG menyingkirkan Bayern Munchen pada semifinal dengan agregat 6-5 setelah duel sembilan gol yang dramatis pada leg pertama.

Luis Enrique ingin para pemainnya kembali fokus menampilkan performa terbaik saat menghadapi Arsenal.

“Hal terpenting bagi kami adalah lebih fokus pada diri sendiri dan tidak terlalu memikirkan lawan. Itulah yang akan terus kami lakukan,” katanya.

“Kita berbicara tentang kompetisi klub terbaik di Eropa, jadi tentu ada unsur adaptasi karena standarnya sangat tinggi."

“Bayern, misalnya, adalah tim yang sangat suka menguasai bola, jadi kami harus beradaptasi. Namun saya pikir kami juga berhasil meningkatkan level permainan kami dan bangga bisa kembali ke final," imbuh dia. 

PSG masih memantau kondisi penyerang Ousmane Dembele yang mengalami masalah betis, sementara Achraf Hakimi berharap bisa kembali berlatih setelah cedera paha.   

Sumber: ESPN

Berita Terkait