Deni Arif dan Deni Daffa, 2 Orang Indonesia Pertama Punya Kesempatan Berlatih di UFC Performance Institute di Shanghai: Dapat Banyak Ilmu

Deni Arif dan Deni Daffa menjadi dua orang Indonesia pertama yang mendapat kesempatan berlatih di UFC Performance Institute di Shanghai melalui jalur beasiswa.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 21 Mei 2026, 21:45 WIB
Deni Arif Fadhillah dan Deni Daffa Arrafi. (Istimewa)

Bola.com, Jakarta - Deni Arif dan Deni Daffa menjadi dua orang Indonesia pertama yang mendapat kesempatan berlatih di UFC Performance Institute di Shanghai melalui jalur beasiswa.

Selama berada di UFC PI, keduanya menjalani program latihan intensif yang mencakup penguatan fisik atau strength and conditioning di bawah arahan para pelatih elite.

Advertisement

Berbincang dengan media melalui Zoom hari Kamis (21/05/2026), Deni Arif dan Deni Daffa buka-bukaan soal pengalaman berharga selama mengikuti UFC PI. 

Mengenai program yang didapat selama ini UFC PI, Deni Arif menyebut tidak terlalu kewalahan untuk menjalaninya. Namun ia mengakui mendapat program teknik yang lebih spesifik. 

"Jadi kita mengenal dasarnya, ternyata bisa dikulik lebih dalam lagi. Jadi kita dapat pengetahuan-pengetahuan baru di sini, ilmu kita pun bertambah. Tidak cuma di dasar-dasar saja," kata Deni Arif yang mendapat julukan Harimau Sumatera. 

"Cuma kalau untuk keteteran, di awal-awal dia kasih tahu teknik, kita baru dapat pembelajaran baru, teknik baru, mungkin kita pelajari dulu. Tapi lama-lama tidak terlalu sulit bisa mengikutinya," tambahnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Deni Arif Semakin Siap

Deni Arif Fadhillah dan Deni Daffa Arrafi. (Istimewa)

Jadi dua orang Indonesia pertama yang mendapat beasiswa di UFC PI, Deni Arif menceritakan prosesnya. "Kebetulan kami lolos ke sini, karena penampilan kami kemarin di bulan November tahun lalu." 

"Jadi kami diadu, fighter Indonesia dengan fighter Cina. Kebetulan kami dua orang yang menang dari Indonesia. Dan mereka lihat, UFC PI-nya lihat, dan ditarik kami ikut beasiswa di UFC PI ini," lanjut petinju dengan rekor profesional: 6-2-0 ini. 

Setelah kemenangan atas Jin Cheng di One Pride MMA 88, target berikutnya dari Deni Arif adalah sabuk juara One Pride. Apakah program di UFC PI ini mempersiapkan diri untuk misi itu? 

"Sebenarnya kalau untuk sabuk, latihan di manapun saya siap sekarang. Diadu dengan siapapun untuk perebutan sabuk, untuk saat ini saya siap.

"Cuma dengan kita latihan di UFC PI, tentunya ada hal-hal baru yang kita dapat. Mulai dari segala macam ilmu, pengetahuan, teknik, dan lain-lain."

"Jadi saya rasa kemungkinan akan ada Deni Arief yang berbeda versi yang lain dari sebelumnya. Dengan pola permainan yang ditambah-tambah lagi," tambahnya.

 

 

 


Kakak-Adik

Karena berstatus kakak-adik, selama latihan di UFC PI, membuat Deni Arif dan Deni Daffa semakin sering menghabiskan waktu bersama-sama. 

"Kebetulan juga kami satu kelas, sama-sama main nanti di 70kg. Jadi pasangan pun di sini kebanyakan berduanya," ungkap Deni Arif. 

"Untuk teknik-teknik yang baru, jadi kita saling belajar, saling mengingatkan juga, terus istirahat, satu apartemen juga, jadi saling membantu."

"Seperti kakak adik pada umumnya. Hampir sama, soalnya kita satu kondisi juga, kalau saya lebih ke tumbuh sama-sama, berproses sama-sama, menjadi lebih baik sama-sama, menjadi lebih kuat sama-sama, dan lebih sukses sama-sama," tambahnya.