BRI Super League: Tekuk PSIM, Arema FC Akhiri Musim Berat dengan Bernyanyi Bareng Aremania

Tekuk PSIM, Singo Edan Akhiri Musim Berat dengan Selebrasi dengan Aremania (22/6/2026)

BolaCom | Iwan SetiawanDiterbitkan 22 Mei 2026, 19:35 WIB
Gelandang Arema FC, Matheus Blade, dihentikan pemain bertahan PSIM Yogyakarta dalam laga pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Jumat (22/5/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema FC menutup BRI Super League 2025/2026 dengan kemenangan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026). Tim berjuluk Singo Edan ini menekuk PSIM Yogyakarta 3-1.

Tiga pemain asing Arema bergantian membobol gawang PSIM yang dikawal Cahya Supriadi, yakni Jeol Vinicius, Dalberto Luan, dan Valdeci Moreira. Laskar Mataram mencetak gol hiburan lewat strikernya, Corfe Antony.

Advertisement

Hasil ini membuat Arema finis di urutan 9 dengan 48 poin. Dibandingkan musim lalu, ada sedikit peningkatan.

Musim lalu Singo Edan ada di urutan 10 dengan 47 poin. Setelah pertandingan, pelatih Arema, Marcos Santos mengaku puas dengan kinerja anak buahnya, meskipun target utama musim ini adalah finis di lima besar.

“Musim ini terasa sulit, karena ada banyak persoalan yang kami hadapi. Pemain cedera, hingga satu asisten pelatih kami meninggal. Berat sekali. Tapi, pemain bisa kerja keras sampai akhir musim. Terimakasih untuk semua,” kata Marcos.

 


Dapat Energi Ekstra

Selebrasi pemain Arema FC saat merayakan gol Joel Vinicius yang membawa Singo Edan unggul atas PSIM Yogyakarta dalam laga pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Jumat (22/5/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Meski tidak mencapai target, kemenangan di laga terakhir membuat Stadion Kanjuruhan terasa hidup lagi. Sekitar enam ribu penonton yang datang merayakan kemenangan dengan bernyanyi bersama pemain setelah pertandingan.

“Kami senang, Aremania kembali. Kami berikan tiga poin ini untuk suporter. Mereka jauh-jauh datang ke stadion untuk memberi dukungan,” lanjut pelatih asal Brasil itu.

Bagi Arema, kehadiran enam ribu penonton sudah tergolong banyak. Rata-rata penonton Arema musim ini berkisar dua ribu.

Kiper Arema, Adi Satryo mengaku ikut semangat dengan kehadiran suporter yang lebih banyak dari biasanya. Dia merasa dapat energi ekstra saat mendengar nyanyian Aremania.

“Terima kasih untuk suporter. Berkat dukungan kalian semua, kami merasa punya energi ekstra,” kata Adi.

 

 


Dua Pemain Bernyanyi di Depan Suporter

Setelah pertandingan, ada pemandangan menarik. Dua pemain Arema ditarik maju ke depan suporter untuk memimpin Aremania bernyanyi. Mereka adalah Achmad Maulana dan Julian Guevara. Dua pemain ini dinilai punya kedekatan dengan suporter.

“Saya agak deg-degan karena bukan orang Malang,” celetuk Achmad saat diminta salah satu Aremania untuk bernyanyi bersama. Sedangkan Julian yang mulai fasih berbahaya Indonesia tidak ragu untuk ikut bernyanyi.

Aremania yang ada di tribune menikmati pemandangan itu. Sekitar 30 menit setelah pertandingan mereka tidak meninggalkan stadion untuk menyapa para pemain.

Pemain juga mengelilingi area lapangan untuk menyapa suporter. Mereka sepertinya tidak ingin buru-buru masuk ruang ganti. Ini jadi momen spesial karena sebagian pemain tidak akan berbaju Arema lagi musim depan.

 

Berita Terkait