Puja-Puji Media Italia untuk Kinerja Jay Idzes di Musim Perdana Bersama Sassuolo: Pemain Kunci, Layak Dipertahankan!

Jay Idzes bisa dicap sebagai satu di antara rekrutan sukses Sassuolo musim ini. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia tersebut masuk sebagai pemain pilar di setiap pekannya, menjelang laga terakhir Serie A musim 2025/2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 23 Mei 2026, 16:15 WIB
Pemain Sassuolo, Jay Idzes (kanan) berebut bola dengan pemain Inter Milan, Ange-Yoan Bonny dalam laga lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Mapei Stadium, Minggu (08/02/2026) waktu setempat. (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Jay Idzes bisa dicap sebagai satu di antara rekrutan sukses Sassuolo musim ini. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia tersebut masuk sebagai pemain pilar di setiap pekannya, menjelang laga terakhir Serie A musim 2025/2026.

Serie A musim ini sudah memainkan 37 pertandingan, dan akan ditutup akhir minggu ini. Sassuolo dijadwalkan bertandang ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini, Minggu (24/5/2026) malam.

Advertisement

Laga tang tak akan ada pengaruhnya lagi untuk I Neroverdi. Berstatus tim promosi, Sassuolo mampu bersaing dengan mengunci peringkat ke-11 klasemen akhir, sekaligus tetap berada di Serie A musim depan.

Khusus untuk Jay Idzes, ia sudah menjadi pemain langganan dan andalan di jantung pertahanan timnya. Dari 37 pertandingan yang sudah ditempuh Sassuolo, ia hanya absen tiga pertandingan.

 

 

 


Pemain Kunci

Christian Pulisic (kiri) berduel dengan Jay Idzes di laga AC Milan vs Sassuolo di pekan ke-15 Serie A 2025/2026 di San Siro, Minggu (14/12/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Adaptasi Jay Idzes bisa dibilang sukses sebagai pemain anyar di Sassuolo. Sejak digaet dari Venezia pada musim panas tahun lalu, Jay Idzes langsung melejit dan tak butuh waktu lama untuk menjadi pemain andalan Sassuolo.

Absen pada pekan pertama, kemudian ia selalu bermain bahkan menjadi starter di 34 pertandingan dan semuanya selalu menjadi starter.

Dalam data yang dihimpun dari Fotmob, Jay Idzes selama musim ini telah membukukan 3.009 menit bermain dan memiliki rating rata-rata 6,70 per pertandingan.

"Bukan kebetulan bahwa klub berupaya untuk mengamankannya untuk masa depan. Idzes telah membuktikan dirinya lebih dari sekadar pemain inti, ia adalah figur kunci, pemimpin yang pendiam, dan salah satu bek terbaik dalam permainan bertahan Sassuolo," tulis laman Sassuolo News edisi Kamis (21/5/2026).

 

 


Statistik Bang Jay Musim Ini

Sassuolo menelan dua kekalahan beruntun di Serie A, masing-masing dari Torino (1-2) di pekan ke-36 dan Lecce (2-3) di pekan ke-37. Dalam dua pertandingan tersebut, Sassuolo tidak diperkuat Jay Idzes.

Bek berusia 25 tahun itu sudah menepi sejak pertandingan Sassuolo versus AC Milan pada pekan ke-35. Kala itu I Neroverdi menang meyakinkan 2-0, namun Jay Idzes tak dapat melanjutkan permainan sejak menit ke-40 karena masalah tumit.

Selama diperkuat Jay Idzes, Sassuolo meraih 14 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 13 kekalahan. Pencapaian cukup baik bagi tim berstatus promosi. Paling tidak Sassuolo masih tetap stay untuk kembali meramaikan kerasnya persaingan di Serie A musim depan.

Dari seluruh penampilannya musim ini, gawang Sassuolo memang jebol 42 kali. Namun atas kontribusi dari Jay Idzes, Sassuolo mencatat delapan pertandingan tak kebobolan alias clean sheet. Tapi ketika Sassuolo tak diperkuatnya dalam tiga laga musim ini, semua berujung kekalahan dan kebobolan enam gol.

 


Rapuh Tanpa Jay

Jay Idzes, Sassuolo, menerima penghargaan Man of The Match pada laga melawan Fiorentina. (Dok. X @SassuoloUS)

Tren negatif yang dialami Sassuolo dalam dua pertandingan terakhir ada pengaruh dari absennya Jay Idzes. Hal itu diungkapkan oleh media lokal Italia, Sassuolo News dalam ulasannya.

"Jay Idzes bukan hanya salah satu bek tengah andalan Sassuolo. Secara statistik, Idzes menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di seluruh skuad Neroverdi. Ketika pemain Indonesia ini berada di lapangan, Sassuolo kebobolan rata-rata 1,23 gol per pertandingan, dengan total 42 gol dalam 34 pertandingan," ulasan Sassuolo News.

"Tanpa dirinya, rata-rata kebobolan meningkat drastis menjadi 2,33 gol per pertandingan (7 gol kebobolan hanya dalam 3 pertandingan, 5 gol dalam dua pertandingan terakhir melawan Torino dan Lecce, dan 2 gol pada pertandingan pembuka melawan Napoli)," tandas media lokal yang berbasis di Emilia-Romagna tersebut.

Sumber: Sassuolo News


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait