Chelsea Terancam Rugi Rp1 Triliun jika Gagal Lolos Liga Europa

Chelsea wajib mengamankan tiket ke Liga Europa musim depan demi menjaga stabilitas finansial klub.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 23 Mei 2026, 21:15 WIB
Para pemain Chelsea berkumpul sebelum pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Brentford di Stamford Bridge di London pada 17 Januari 2026. (Henry NICHOLLS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Chelsea wajib mengamankan tiket ke Liga Europa musim depan demi menjaga stabilitas finansial klub. Mantan winger The Blues, Pat Nevin, menilai bermain di UEFA Conference League saja tidak cukup bagi klub sebesar The Blues.

Chelsea akan menjalani laga terakhir Premier League musim ini menghadapi Sunderland di Stadium of Light pada Minggu mendatang. Pertandingan tersebut menjadi penentuan nasib mereka untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Advertisement

Berkat kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur, peluang Chelsea untuk tampil di Eropa masih terbuka. Namun, mereka sudah dipastikan gagal lolos ke Liga Champions karena posisi keenam yang ditempati Bournemouth unggul empat poin dan tak mungkin terkejar.

Saat ini Chelsea berada di posisi kedelapan klasemen Premier League. Posisi tersebut hanya cukup membawa mereka ke UEFA Conference League, kompetisi kasta ketiga Eropa yang musim lalu berhasil mereka juarai.


Minimal Liga Europa!

Pemain Arsenal, Jurrien Timber (kiri) berusaha melepaskan tembakan dibayangi pemain Chelsea, Marc Cucurella dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Minggu (30/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Menurut Pat Nevin, Chelsea minimal harus tampil di Liga Europa karena perbedaan pemasukan finansial yang sangat besar.

“Liga Champions adalah target utama karena di situlah uang terbesar berada. Liga Europa masih layak, tetapi Conference League tidak cukup untuk klub seperti Chelsea,” ujar Nevin.

Ia juga menilai tampil di Conference League justru bisa menjadi beban tambahan tanpa memberikan keuntungan besar secara finansial maupun prestise.

Nevin menambahkan bahwa Chelsea kemungkinan harus kembali menjual beberapa pemain bintang jika gagal mendapatkan pemasukan lebih besar dari kompetisi Eropa yang lebih bergengsi.


Demi Cuan

Skuad Chelsea merayakan gol Joao Pedro ke gawang Fulham di pekan ketiga Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, Sabtu (30/08/2025) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Perbedaan pendapatan antara Liga Europa dan Conference League memang cukup mencolok. Total hadiah Liga Europa musim ini mencapai sekitar 488 juta pound, sedangkan Conference League hanya sekitar 246 juta pound.

Selain hadiah uang, klub yang tampil di Liga Europa juga mendapatkan pemasukan lebih besar dari hak siar televisi, sponsor komersial, hingga penjualan tiket pertandingan.

Bahkan, juara Liga Europa akan mendapat tiket otomatis ke Liga Champions dan UEFA Super Cup, yang tentunya membuka peluang pemasukan tambahan lebih besar lagi.

Jika dihitung secara keseluruhan, selisih pemasukan antara tampil hingga final Liga Europa dibanding final Conference League diperkirakan mencapai £50 juta atau sekitar Rp1 triliun. Jumlah tersebut cukup untuk mendatangkan satu pemain bintang baru ke Stamford Bridge.

Situasi ini membuat laga kontra Sunderland menjadi sangat penting bagi Chelsea dalam menentukan masa depan mereka, baik dari sisi prestasi maupun finansial klub.

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait