Jean-Paul van Gastel Kupas Kerasnya Liga Indonesia: Persib dan Persija Dinilai Selangkah di Depan

Musim perdana PSIM Yogyakarta bersama Jean-Paul van Gastel menghadirkan banyak cerita menarik.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 25 Mei 2026, 13:45 WIB
Jean-Paul van Gastel dan Jop van der Avert memberikan keterangan pers. (Bola.com/Ana Dewi)

Bola.com, Yogyakarta - Musim perdana PSIM Yogyakarta bersama Jean-Paul van Gastel menghadirkan banyak cerita menarik. Datang sebagai tim promosi, Laskar Mataram tampil kompetitif di BRI Super League 2025/2026

Van Gastel resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala PSIM pada 17 Juni 2025. Pengalaman panjangnya di sepak bola Eropa membuat manajemen menaruh harapan besar kepada sosok berusia 54 tahun tersebut.

Advertisement

Mantan pelatih NAC Breda itu pun berhasil menjawab ekspektasi. PSIM mengakhiri musim di posisi ke-11 klasemen akhir setelah membukukan 11 kemenangan, 12 imbang, dan 11 tumbang dari 34 pertandingan.

Bukan cuma soal hasil, sentuhan Van Gastel juga terlihat dari identitas permainan PSIM. Tim Naga Jawa tampil lebih rapi, disiplin, serta punya organisasi cukup solid, terutama ketika melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.

 


Liga Indonesia Sarat Ancaman Transisi

PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan dua gol tanpa balas atas Dewa United pada laga pekan ke-10 BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (22/10/2025) sore WIB. (dok. PSIM Yogyakarta)

Pelatih asal Belanda tersebut mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari musim pertamanya berkarier di Indonesia. Menurut Van Gastel, karakter permainan BRI Super League cukup unik.

"Saya menilai di liga ini banyak tim yang bermain mengandalkan transisi jadi mereka benar-benar bermain dengan low block. Sebagai tim yang ingin bermain aktif menguasai bola bahayanya adalah Anda bisa 'dihabisi' oleh transisi itu," ujarnya.

"Jadi, semuanya tergantung pada jenis pemain yang Anda miliki dan sistem seperti apa yang akan Anda mainkan. Saya rasa tidak ada perbedaan besar di antara tim-tim yang ada."

"Menurut saya hanya Bandung (Persib) dan Jakarta (Persija) yang jauh lebih baik daripada kebanyakan tim lainnya," sambung pemegang lisensi UEFA Pro tersebut.

 


PSIM Bikin Kejutan di Musim Perdana

PSIM Yogyakarta melawan Madura United. (Bola.com/Dok.Instagram PSIM Yogyakarta).

Sebagai debutan, Van Gastel menilai PSIM menjalani musim yang cukup baik di kasta tertinggi. Banyak pihak awalnya meragukan kemampuan Laskar Mataram, namun kenyataannya mereka mampu bertahan dengan nyaman di papan tengah.

"Saya pikir kami telah melewati musim yang baik. Saya rasa banyak orang tidak menyangka kami akan tampil seperti ini. Saya sangat senang dengan performa tim sepanjang musim ini dan saya sangat menantikan untuk memulai kembali musim depan," kata Van Gastel.

Arsitek kelahiran Breda, Belanda itu menyebut tipisnya kualitas antarklub membikin persaingan di Liga Indonesia berjalan begitu ketat. Sebuah tim bisa terancam degradasi, tetapi di sisi lain juga berpeluang finis di papan atas.

"Menurut saya banyak tim yang bisa dikatakan memiliki kualitas serupa. Jadi perbedaannya tidak terlalu besar. Karena itu saya pikir banyak tim yang bisa saja terdegradasi tetapi juga bisa berakhir di posisi lima besar," ucapnya.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait