Bola.com, Yogyakarta - BRI Super League 2025/2026 telah resmi berakhir. Setelah menuntaskan musim bersama PSIM Yogyakarta, penyerang Deri Corfe memilih pulang ke Inggris untuk menikmati masa libur bersama keluarga.
Manajemen PSIM memang memberikan waktu rehat kepada pemain seusai kompetisi rampung. Skuad Laskar Mataram pun mulai meninggalkan Kota Gudeg dan kembali ke daerah maupun negara asal masing-masing.
Corfe jadi satu di antara pemain yang langsung bertolak ke kampung halaman. Striker berusia 28 tahun itu menutup musim dengan catatan manis usai mencetak gol ke gawang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/5/2026).
Namun, gol tersebut belum mampu menyelamatkan PSIM dari kekalahan. Tim kesayangan Brajamusti dan The Maident itu harus mengakui keunggulan tuan rumah Arema FC dengan skor 1-3 pada laga terakhir musim ini.
Fokus Pemulihan Kondisi
Memasuki masa jeda kompetisi, Corfe mengaku ingin memanfaatkan waktu libur untuk memulihkan kondisi fisik selepas menjalani musim panjang dan penuh tantangan bersama PSIM.
"Selama liburan tentu saja saya akan beristirahat seperti biasa, bertemu keluarga saya dan kemudian mencoba untuk tetap menjaga kondisi fisik sebaik mungkin. Kita lihat saja apa yang terjadi nanti," ujar Corfe.
Pemain kelahiran Chester, Inggris, itu merupakan salah satu andalan pelatih Jean-Paul van Gastel sepanjang musim ini. Corfe tampil dalam 30 partai di BRI Super League 2025/2026 dengan torehan tiga gol plus satu assist.
Kontribusinya cukup penting bagi lini serang PSIM. Selain beroperasi sebagai penyerang tengah, mantan pemain Persiraja Banda Aceh itu juga beberapa kali dimainkan di sektor sayap.
Target Pribadi Berakhir Manis
Sebelum laga kontra Arema FC, Corfe sempat mengungkapkan target pribadi untuk mencetak gol di pertandingan penutup musim. Keinginan tersebut akhirnya berhasil diwujudkan.
"Ya, target untuk diri saya sendiri tentunya adalah mencoba mencetak gol dan membantu tim," kata Corfe jelang pertandingan melawan Singo Edan.
Meski sukses mencatatkan nama di papan skor, Corfe menegaskan kepentingan tim adalah prioritas utama. Baginya, kemenangan PSIM jauh lebih penting ketimbang pencapaian individu.
"Namun yang terpenting kami ingin memenangkan pertandingan, jadi bagaimana pun cara kami melakukannya itulah yang paling penting bagi saya," ucap jebolan akademi Manchester City tersebut.