Como 1907 Diakuisisi dari Serie D hingga Tampil di Serie A dan Liga Champions, Kunjungan Wisatawan Meningkat

Diakuisisi dari Serie D Hingga Tampil di Serie A dan Liga Champions, Kunjungan Wisatawan ke Como Meningkat Pesat: Bagaimana Strategi Manajemen Como 1907?

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 26 Mei 2026, 20:30 WIB
Pemandangan sunset di markas Como 1907, Stadion Giuseppe Sinigaglia. (Dok X @Como_1907)

Bola.com, Jakarta - Pertama dalam sejarah, Como 1907 akan tampil di Liga Champions musim depan. Kepastian itu mereka raih usai finis di posisi kempat klasemen akhir Serie A Liga Italia 2025/2026.

Como 1907 sebenarnya bukan kesebelasan kemarin sore di blantika balbalan Negeri Spaghetti. Tim berjuluk I Lariani sudah ada sejak 1907.

Advertisement

Mereka sempat bermain di Serie A pada musim 1949/1950 hingga akhirnya terdegradasi dalam waktu yang sangat lama.

Pada 2019, Grup Djarum mengakuisisi Como 1907. Sejak saat itu, Como 1907 perlahan bangkit dari keterpurukan.

Pada musim 2024/2025, mereka kembali ke Serie A. Hanya butuh waktu dua tahun, Como 1907 kini menjadi salah satu peserta ajang antarklub paling bergengsi Benua Biru.


Sektor Wisata Menggeliat

Mirwan Suwarso. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sukses tim asuhan Cesc Fabregas melakukan lompatan jauh ke Liga Champions pastinya tak hanya berdampak kepada Como 1907 sebagai klub sepak bola, melainkan juga berdampak kepada daerah yang terletak di Lombardia, Italia Utara.

Sejak kembali mentas di kasta teratas Italia, kunjungan wisata ke Como meningkat. Ekonomi juga makin menggeliat ekses dari penjualan merchandise.

Tampil di Liga Champions pastinya membuat Como lebih semarak, tak jauh beda dari kota-kota sepak bola di Italia lainnya macam Napoli, Roma, Turin, dan Milan.

Terkait ini, Mirwan Suwarso, El Presidente Como 1907, berbagi cerita lewat kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

Menurut Mirwan, saat diambil alih pada 2019, banyak warga Como menjadi fans Inter Milan dan AC Milan. Maklum, jarak kedua kota terbilang sangat dekat.

"Waktu kami takeover di Divisi 4 juga sudah menjadi fans Inter Milan atau AC Milan yang jaraknya hanya setengah jam dari Como. Sehingga, untuk kita mencoba mencari pemasukan susah dong, karena kita enggak punya fans," kata Mirwan.

"Jadi yang lebih mudah, ya kami menggunakan apa yang paling terkenal, yaitu nama danaunya sendiri. Lake Como itu," imbuh Mirwan.


Sport Tourism Berdampak Terhadap Como 1907

Como 1907 setelah memastikant tiket ke Liga Champions 2026/2027. (Dok. X @Como_1907)

Masih menurut Mirwan, manajemen memilih mengembangkan Como dari sisi industri wisata dan sports tourism. Strategi ini berhasil karena berdampak kepada Como 1907.

"Jadi bisnis kami awalnya fokusnya di situ dulu, karena kami memang mencoba mengembangkan industri turisme, sports tourism. Perlahan sepak bolanya naik. Sambil menunggu sepak bolanya naik, ekosistem tourism dan retail-nya sudah kami bangun duluan," ujar Mirwan.

"Orang lalu bilang kita ngebangun kota. Sebenarnya kita ngebangun ekosistem, sports tourism, seputar usaha kita."

Misi yang diemban jelas tak enteng. Manajemen kemudian melakukan pendekatan kepada banyak pihak, termasuk pemerintah setempat.

"Namanya juga ekosistem, berarti orang-orangnya juga harus terlibat ya, warganya harus terlibat dan harus mendukung kita. Jadi kita bekerja sama dengan pemerintah setempat dan juga sama warga setempat, termasuk komunitas-komunitas juga," tutur Mirwan.


Merendah Terkait Perkembangan Sektor Pariwisata

Mirwan memilih merendah apakah upaya-upaya tersebut berhasil atau tidak. Semua berpulang kepada penilaian orang lain.

"Dibilang berhasil atau tidak, itu subyektif ya. Namun, yang pasti, kalau kami melakukan kegiatan banyak yang mau mendukung," tandasnya.

"Turis datang ke Como pasti tentunya bukan hanya karena kita ya. George Cloney juga menjadi salah satu mercusuar terbesar buat Como mendatangkan banyak warga Amerika."

Lebih lanjut Mirwan menuturkan pembangunan hotel mewah di Como juga kian semarak dalam beberapa tahun terakhir.

"Dalam dua atau tiga tahun terakhir ini jumlah hotel mewah yang dibuka di sini makin banyak. Dulu cuma mungkin ada Hilton sama Tremetso, dan ada beberapa hotel lainnya," kata Mirwan.

"Sekarang Ritz-Carlton baru baru mau buka. LVMH mau buka Belmond. The Westin mau buka juga. Terus The Edition baru buka. Ada lima hotel mewah bintang enam ya di sini," pungkas Mirwan.

Berita Terkait