Benjamin Sesko Curhat Soal Musim Pertama di MU, Michael Carrick, dan Zlatan Ibrahimovic

Ini merupakan musim pertama Benjamin Sesko sejak ia diangkut ke Old Trafford dari RB Leipzig pada musim panas lalu.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 28 Mei 2026, 17:15 WIB
Hasil ini membuat skuad asuhan Michael Carrick naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 48 poin. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) mampu bangkit di bawah arahan Michael Carrick. Sempat terseok-seok saat ditukangi Ruben Amorim yang berujung pemecatan, Setan Merah akhirnya mampu bersaing di papan atas Premier League 2025/2026.

Pada akhir musim, Red Divils finis di posisi ketiga dan mengamankan satu tempat di Liga Champions musim depan. Meski kembali gagal memenangkan gelar kasta teratas Inggris, tapi tuaian Michael Carrick dan pasukan layak diacungi jempol.

Advertisement

Sukses MU bangkit dari keterpurukan tak hanya lantaran kegeniusan Michael Carrick meracik taktik, tapi juga kerja keras semua pemain, termasuk Benjamin Sesko.

Tombak berpaspor Slovenia hadir dalam 30 laga, 17 di antaranya dipercaya sebagai starter. Torehan lesakannya cukup mengagumkan dengan total 11 gol plus sebiji assist.

Ini merupakan musim pertama Benjamin Sesko sejak ia diangkut ke Old Trafford dari RB Leipzig pada musim panas lalu.

Ia tak butuh waktu lama untuk membuktikan diri dan menegaskan kalau Setan Merah tak salah merekrutnya, meski untuk mendapatkan tombak yang masih berusia 22 tahun manajemen kudu menggelontorkan cuan sebesar 73,7 juta pound atau setara Rp1,6 triliun.

Belum lama ini, Benjamin Sesko menjadi tamu istimewa Give Me Sport. Ia diundang untuk membahas musim pertamanya dan apa harapannya musim depan.

Kelahiran 31 Mei 2003 itu tampak tenang, percaya diri, dan sedang tidak berbual. Ia tengah menyampaikan isi hatinya, juga keyakinannya.


Perencanaan Bertahun-tahun

Dalam pertandingan tersebut, Manchester United memastikan kemenangan 3-1 berkat gol pada babak kedua yang dicetak Casemiro, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. (Martin Rickett/PA via AP)

Kehadiran Benjamin Sesko di Old Trafford tak dirancang mendadak, tapi lewat perencanaan panjang bertahun-tahun.

Sebelum diculik, MU lebih dulu memantau bintang Slovenia sekian purnama lamanya. Setelah yakin yang diincar merupakan salah satu penyerang muda terbaik di Eropa, manajemen baru melakukan pendekatan lalu membelinya dari RB Leipzig.

Benjamin Sesko mengatakan:

“Semuanya sudah dimulai beberapa tahun lalu, mereka memang sangat menginginkan saya. Sekarang saya benar-benar ingin datang ke sini. Saya ingin menantang diri sendiri, ingin menjadi anggota klub itu, dan saya sangat senang karenanya.”

Benjamin Sesko mengakui telah melakukan keputusan yang tepat dan ia ingat betul momen bersejarah ketika ia berada di Old Trafford.

“Saya ingat ketika saya datang. Begitu saya melangkah ke lapangan dan melihat sekeliling, saya ingin mulai bertepuk tangan, melihat semua orang. Sulit untuk dijelaskan, tetapi saya benar-benar menyukainya. Sejak saat itu saya tahu ini akan menjadi luar biasa.”

Pendukung Red Devils telah bertahun-tahun menunggu seorang penyerang tengah muda yang mampu memimpin generasi penerus lini serang klub. Mereka telah mendapatkannya.


Chemistry di Ruang Ganti

Striker Manchester United asal Slovenia bernomor punggung 30, Benjamin Sesko (kedua dari kanan), merayakan gol ketiga timnya bersama striker Manchester United asal Brasil bernomor punggung 10, Matheus Cunha (tengah), pada 15 Maret 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Lini serang Manchester United telah mengalami perubahan besar dalam beberapa musim terakhir, dengan klub berinvestasi besar-besaran pada penyerang muda yang mampu berkembang bersama dalam jangka panjang.

Bagi Benjamin Sesko, membangun chemistry dengan rekan-rekannya merupakan salah satu bagian terpenting dalam beradaptasi dengan kehidupan di Inggris.

Sang striker menyoroti bagaimana beragam profil di lini depan telah membantu menciptakan serangan yang lebih seimbang musim ini.

“Saya pikir setiap orang memiliki jenis keterampilan yang berbeda, dan itu sangat penting. Tidak semua orang memiliki kesamaan, dan itu penting bagi klub,” ujarnya.

Peningkatan performa MU sepanjang paruh kedua musim ini bertepatan dengan makin eratnya hubungan antarpemain, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Secara internal, ada perasaan yang berkembang bahwa suasana ruang ganti telah menjadi jauh lebih kuat di bawah kepemimpinan Carrick.

“Kami juga cocok sebagai teman. Kami pergi makan malam bersama, di situ kami bisa lebih mengenal seseorang. Saya sangat menyukai mereka.”


Beradaptasi dengan Premier League

Benjamin Sesko menambah skor menjadi 2-0 lewat skema serangan balik cepat. (AP Photo/Dave Thompson)

Bagi Sesko, penyesuaian tersulit tidak ada hubungannya dengan kritik dari luar.

“Tantangan terberat di sini adalah beradaptasi dengan liga. Ini liga terbaik dan kecepatannya sangat tinggi; setiap pertandingan membantu saya berpikir lebih cepat dan bergerak lebih cepat.”

Kecepatan dan intensitas fisik Premier League telah menguji banyak penyerang selama bertahun-tahun dan Sesko mengakui butuh waktu untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan tuntutan sepak bola Inggris.

Namun, alih-alih merasa kewalahan oleh sorotan yang mengelilingi Manchester United, ia menegaskan bahwa tekanan justru menjadi sesuatu yang memotivasinya.

“Saya menikmati tekanan. Jika Anda merasakan tekanan, itu berarti Anda melakukan sesuatu yang baik. Sebagai striker MU, tentu saja orang-orang menginginkan gol dan itulah mengapa saya di sini. Saya datang ke sini untuk mencetak gol dan memenangkan gelar bersama klub ini.”


Situasi di Bawah Pimpinan Michael Carrick

Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Darren Staples / AFP)

Sebagian besar peningkatan MU musim ini terjadi di bawah kepemimpinan Michael Carrick.

Mantan gelandang MU itelah mengawasi perubahan signifikan dalam suasana dan performa sejak mengambil alih, membimbing klub kembali ke Liga Champions dan membangun kembali kepercayaan diri di dalam skuad.

Sesko memberikan pujian penuh kepada Carrick dan staf pelatihnya, menegaskan lingkungan yang tercipta di Carrington telah memainkan peran besar dalam membantu para pemain berkembang secara individu dan kolektif.

“Bukan hanya dia, tetapi tim yang bersamanya dapat membantu kami meningkatkan setiap aspek. Saya sangat berterima kasih.”


Ambisi Meraih Gelar Juara

Benjamin Sesko berduel dengan Sepp van den Berg di laga Manchester United vs Brentford, Selasa (28/4/2026) (AP Photo/Dave Thompson)

Peningkatan performa MU menjelang akhir musim telah memicu optimistis yang makin besar tentang apa yang dapat dicapai tim tahun depan.

Skuad sekarang tampak lebih solid, pemain muda berkembang pesat, dan kepercayaan terhadap proyek Carrick makin meningkat di internal tim.

Sesko percaya sebagian besar kemajuan itu terjadi secara alami karena para pemain baru memiliki lebih banyak waktu untuk beradaptasi.

“Ada pemain baru yang direkrut dan semuanya butuh waktu untuk menyatu. Saya senang semuanya berjalan lancar karena kekompakan tim adalah hal terpenting pada akhirnya," ujar Sesko.

"Kami ingin kembali ke level ini. Kami memiliki potensi besar karena rekan setim, para pemain, dan staf. Kami adalah satu kesatuan yang besar,” lanjutnya.

Meski MU masih dipandang dari luar sebagai tim yang sedang membangun kembali diri mereka untuk bersaing secara konsisten, Sesko percaya skuad itu telah menunjukkan tanda-tanda mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik.

“Kami memiliki potensi besar untuk itu, saya pikir kami telah menunjukkan musim ini bahwa kami mampu bermain melawan tim-tim besar.”


Mengidolakan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic. Striker Swedia berusia 40 tahun yang dua musim memperkuat Manchester United pada 2016/2017 dan 2017/2018 ini menjadi top skor MU di musim pertamanya. Ia mampu mencetak 17 gol dan 5 assist hanya dari 28 laga di Liga Inggris. (AFP/Oli Scarff)

Seperti banyak penyerang muda lain, Sesko menghabiskan bertahun-tahun menonton beberapa tokoh dan pencetak gol terbesar di dunia sepak bola.

Dan di antara mereka, satu pemain menonjol di atas yang lainnya. Zlatan Ibrahimovic, yang mencetak 29 gol dalam 58 penampilan selama 1,5 musim di Old Trafford, dan namanya disebut-sebut ketika Sesko membangun striker idealnya.

“Saya mengagumi Ibrahimovic karena dia luar biasa. Namun, juga sepak bola secara umum. Keterampilan, gol. Hal-hal yang saya coba tiru di kebun atau di jalan. Tidak masalah jika cuacanya sangat panas pda musim panas, saya hanya ingin terus menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sumber: Give Me Sport


Persaingan di Premier League

Berita Terkait